(Lagi) Intelijen Israel Lakukan Serangan dengan Remote Control dari Dalam Wilayah Iran, Gunakan Rudal Spike-NLoS

Tak ada yang menyangsikan kemampuan intelijen Israel dalam penggalangan kekuatan, penyusupan dan sabotase di wilayah negara lawan. Dan untuk kedua kalinya, seperti dalam adegan film “The Jackal” (1997) yang dibintangi aktor Bruce Willis dan Richard Gere, agen intelijen melakukan serangan presisi di dalam wilayah Iran dengan menggunakan remote control weapon station (RCWS).
Killas balik ke 27 November 2020, ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh tewas setelah agen rahasia Israel melancarkan serangan menggunakan senapan mesin berat yang dikendalikan lewat remote control weapon station (RCWS). Serangan tersebut terjadi terjadi di kota Absard, kurang dari 50 mil sebelah timur Ibu kota Iran, Teheran.
Dalam kejadian, sebuah pickup Nissan berwarna biru yang diparkir di tepi jalan raya melakukan tembakan ke arah konvoi mobil yang tengah menikung. Dilaporkan mobil sasaran sempat berhenti dan ilmuwan tersebut malahan telah keluar dari mobil, namun tampaknya korban tidak menyadari bahwa suara yang didengarnya dari benda-benda yang mengenai kendaraan sebenarnya adalah tembakan.
Apesnya sang ilmuwan terkena proyektil dari sisi dan belakang. Kantor berita resmi Iran Fars menyebut tulang punggung Fakhrizadeh sampai terputus akibat terjangan proyektil senapan mesin berat. Otoritas keamanan Iran yang melakukan penyelidikan tidak menemukan unsur operator atau penembak dalam insiden sadis tersebut.
https://www.indomiliter.com/mirip-di-adegan-film-the-jackal-ilmuwan-nuklir-iran-tewas-akibat-remote-control-weapon-station/
Uniknya, sesaat setelah operasi penembakan tuntas, pickup kemudian meledak. Sumber tak resmi menyebut bahwa senapan mesin RCWS dikendalikan lewat satelit, bahkan dikatakan ditemukan logo dan identitas yang mengarah kepada industri militer Israel.
Dan serupa tapi tidak sama, modus serangan menggunakan senjata dengan RCWS kembali digunakan agen rahasia Israel saat mendukung Operasi Singa Bangkit (Operation Rising Lion) pada 13 Juni 2025.


Seperti dikutip The War Zone, dalam Operasi Singa Bangkit, intelijen Israel mengerahkan kombinasi serangan klandestin di wilayah Iran. Selain dugaan peluncuran drone kamikaze dengan pickup kargo di dekat instalasi militer, maka ada temuan lain bahwa intelijen Israel menggunakan rudal anti tank Spike yang dikendalikan secara remote untuk menghancurkan sistem pertahanan udara Iran.
Pejabat pertahanan Iran mengklaim telah menemukan bukti baru tentang bagaimana agen Mossad melakukan serangan dari dalam negeri menggunakan rudal dan drone, yang beberapa di antaranya membantu menekan pertahanan udara Iran.
Images of Mossad operatives in Iran conducting strikes overnight. Appear to possibly use Spike ATGMs to hit air defence assets. https://t.co/01v0na4rbx
— ELINT News (@ELINTNews) June 13, 2025
Dalam foto baru yang dipublikasikan di media Iran, otoritas di sana memamerkan apa yang mereka katakan sebagai sisa-sisa sistem rudal berpemandu presisi Rafael Spike yang tertinggal setelah digunakan dalam fase awal operasi Israel yang sedang berlangsung untuk menetralkan kemampuan senjata nuklir dan jarak jauh Iran.
Setidaknya beberapa dari sistem tersebut dioperasikan dari jarak jauh yang merupakan lompatan maju lainnya dalam kemampuan Israel untuk menggunakan sistem yang dipasang di Iran untuk melakukan serangan.
[the_ad id=”77299″]
Foto yang dirilis oleh Iran pada hari Senin tampaknya memverifikasi di mana agen Mossad bekerja untuk memindahkan “senjata khusus dalam skala besar, menyebarkannya ke seluruh Iran, dan meluncurkannya ke target serangan dengan cara yang tepat dan efektif.” Mereka menunjukkan serangkaian perangkat keras yang tersebar di area tanah. Ini termasuk peluncur, sejumlah komponen perangkat keras radio dan komputer, dan turret EO/IR kecil. Sistem ini tampaknya memungkinkan agen intelijen atau unit eksekutor untuk menembakkan dan mengarahkan senjata tanpa hadir di lokasi.
Rudal Spike, khususnya varian Non Line Of Sight (NLoS), akan menjadi senjata yang ideal untuk jenis misi yang dilakukan oleh Mossad di dalam Iran, karena dapat diluncurkan dari balik perlindungan. Senjata ini dapat digunakan dalam mode ‘fire and forget’ atau menggunakan panduan man in the loop. Dengan cara ini, rudal tersebut juga dapat digunakan untuk mengintai target sebelum menyerangnya, dengan presisi yang sangat tinggi.
Spike-NLoS (Non-Line-of-Sight) adalah salah satu varian paling canggih dari keluarga rudal Spike buatan Rafael Advanced Defense Systems (Israel). Rudal ini dirancang untuk menyerang target jauh di luar garis pandang langsung (non-line-of-sight), dan dapat diluncurkan dari berbagai platform: daratan, kendaraan lapis baja, kapal laut, hingga helikopter. Rudal ini punya jangkauan hingga 50 km (versi terbaru generasi ke-6), sebelumnya 25–32 km.
Rudal ini punya tingkat akurasi tinggi, bisa menargetkan lubang jendela atau kendaraan. Hulu ledaknya terdiri dari multi-purpose (HEAT, tandem, penetrator, anti-personel). Rudal ini dapat menampilkan video langsung ke operator untuk target akuisisi real-time dan bisa mengubah target saat rudal sedang terbang (mid-course update). (Gilang Perdana)
https://www.indomiliter.com/spike-nlos-diduga-jadi-eksekutor-serangan-yang-tewaskan-ismail-haniyeh/



Wah kapan ya BIN kita punya kinerja seperti Mossad bisa beraksi membinasakan mereka yang mendukung gerakan separatis yang berada di luar negeri. Saya itu kepingin BIN kita bisa beraksi seperti Mossad yang beraksi membinasakan para dalang teroris yang membunuh para atlet Israel dalam tragedi Olimpiade Munich 1972.