
Kerentanan sistem pertahanan udara Iran pasca serangkaian serangan udara presisi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel dalam dinamika konflik kawasan belakangan ini mendorong Teheran mengambil langkah akuisisi strategis. Berdasarkan laporan investigasi dari Reuters, Iran diperkirakan akan menerima pengiriman perdana hingga 400 unit rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) buatan Cina dalam beberapa pekan mendatang. (more…)

Peta persenjataan dalam konflik Rusia-Ukraina kembali memberikan kejutan dengan munculnya dokumentasi penggunaan sistem pertahanan udara portabel (Man Portable Air Defence System/MANPADS) asal Cina oleh pasukan Ukraina. (more…)

Industri pertahanan Rusia tengah melakukan manuver teknologi besar-besaran dengan mengembangkan sistem pertahanan udara portabel (Man Portable Air Defence System/MANPADS) generasi terbaru yang diberi nama Hermes (Germes). Pertama kali diperkenalkan ke publik oleh pengembangnya, NPO Kaysant, pada awal September lalu, sistem ini diklasifikasikan sebagai MANPADS khusus anti drone. (more…)

Dunia pertahanan udara jarak pendek (Short-Range Air Defense/SHORAD) sedang memasuki babak baru yang transformatif. Pada 13 Januari 2026, Lockheed Martin mencatatkan tonggak sejarah penting dengan keberhasilan uji terbang perdana rudal Next-Generation Short-Range Interceptor (NGSRI) di White Sands Missile Range, New Mexico. (more…)

Perusahaan pertahanan terkemuka asal Israel, Elbit Systems, baru saja mengumumkan keberhasilan mereka mengamankan kontrak senilai $275 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) untuk memasok paket perlindungan diri (self-protection suite) terintegrasi bagi armada helikopter militer di salah satu negara kawasan Asia Pasifik. (more…)

Kebutuhan akan alutsista kadang menciptakan ‘anomali’, sebut saja Swedia yang selama ini dikenal sukses memproduksi dan mengekspor rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) Saab RBS-70, ternyata Angkatan Darat-nya justru ingin mendatangkan rudal MANPADS dari luar negeri. Mengikuti jejak Belgia dan Norwegia, Swedia memutuskan untuk membeli rudal MANPADS Piorun buatan Polandia. (more…)

Di luar penggunaannya di Ukraina, kebutuhan rudal MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) di Eropa meningkat drastis akibat potensi konflik di Benua Biru. Berangkat dari kondisi sekaligus peluang tersebut, pada 19 Agustus 2025, Raytheon, yang merupakan bagian dari RTX (Raytheon Technologies Corporation) dan Diehl Defence dari Jerman telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memproduksi bersama komponen utama rudal FIM-92 Stinger di Eropa. (more…)

Ada yang khas dari pasukan Lintas Udara (Linud) Malaysia, yakni unit tempur pasukan payung Angkatan Darat Malaysia (10th Parachute Brigade) dilengkapi dengan rudal darat ke udara MANPADS (Man Portable Air Defence System) jenis Anza Mk II. Nama Anza memang kalah populer dibandingkan FIM-92 Stinger atau Mistral, namun rudal MANPADS buatan Pakistan ini, ternyata telah digunakan oleh Libya, Sri Lanka, Bangladesh, Zimbabwe, Suriah dan Ukraina. (more…)

Guna mencari pengganti rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence System) FIM-92 Stinger, maka Kementerian Pertahanan dan Angkatan Darat Italia menginginkan rudal MANPADS generasi baru untuk dikembangkan oleh MBDA Italia bersama industri nasional terkait. Bila pada tahun 2023, prototipenya baru disebut sebagai NG VSHORAD (Next Generation – Very Short Range Air Defence), maka di Paris Airshow 2025 terungkap gamblang pengganti Stinger yang dimaksud. (more…)

Berbeda dengan reputasinya di Kashmir, jet tempur JF-17 Thunder yang dioperasikan Angkatan Udara Myanmar justru kurang moncer dalam misinya. Sebuah jet tempur JF-17 Myanmar dilaporkan ditembak jatuh pada hari Selasa oleh pasukan anti-junta di Kotapraja Pale, yang terletak di Wilayah Sagaing yang dilanda konflik. (more…)