Perkuat Hubungan Maritim, Detasemen Armada Pasifik Rusia Sandar di Jakarta untuk Latihan Bersama dan “Open Ship”

Bersamaan dengan kedatangan fregat PPA Class Italia, ITS Giovanni delle Bande Nere (P434), perairan Tanjung Priok, Jakarta, juga kembali disinggahi oleh kapal perang utama milik negara sahabat. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menghadiri upacara penyambutan kedatangan detasemen kapal perang Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia pada 30 September 2026.

Baca juga: Fregat PPA Class Italia ITS Giovanni delle Bande Nere (P434) Sandar di Jakarta, Siap Tempur dengan Rudal Komplit

Gugus tugas kapal perang Rusia dari Vladivostok ini, terdiri dari fregat modern Marshal Shaposhnikov, kapal perusak (destroyer) anti-kapal selam Admiral Tributs, serta kapal tanker pendukung pelayan laut medium Pechenga. Upacara penyambutan tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh Wakil Komandan Pasukan Timur Laut Armada Pasifik Rusia Laksamana Muda Evgeny Myasoedov, Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Laksamana Pertama TNI Dian Suryansyah, Atase Militer Kedubes Rusia di Indonesia Maxim Lukyanov, serta jajaran prajurit dari kedua negara.

Lawatan persahabatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 4 Oktober 2026 dan diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari latihan komunikasi dan olah gerak taktis (maneuvering exercises), pertemuan perwira, kompetisi olahraga, hingga kesempatan bagi masyarakat umum Indonesia untuk mengunjungi kapal perang Rusia melalui program “Open Ship Day”.

Ketiga elemen kapal perang dan pendukung dari Armada Pasifik Rusia ini bukanlah sosok baru di perairan Nusantara. Ketiganya memiliki catatan sejarah lawatan yang cukup panjang ke Indonesia, baik ke Jakarta maupun Surabaya, dalam rangka kunjungan persahabatan (friendly visit), pembekalan ulang (replenishment), maupun keikutsertaan dalam latihan militer multilateral.

Kapal perusak Admiral Tributs tercatat pernah melakukan persinggahan dinas di Tanjung Priok, Jakarta, pada awal November 2016 serta melakoni kunjungan kerja sama di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Oktober 2023 bersama Admiral Panteleyev.

Sementara itu, Marshal Shaposhnikov sebelumnya sempat terlibat dalam latihan manuver maritim di wilayah Kepulauan Riau dan Batam pada 2014. Kehadiran kapal tanker logistik Pechenga juga terbilang konsisten mendampingi pelayaran jarak jauh (out-of-area deployment) armada Rusia di Indo-Pasifik, termasuk saat mendukung pengerahan kapal penjelajah Varyag dan armada korvet Rusia di perairan Surabaya dan Bali pada tahun-tahun sebelumnya.

Dua Destroyer Udaloy Class Rusia (Admiral Tributs dan Admiral Panteleyev) Sandar di Tanjung Perak

Ditinjau dari spesifikasi teknis, ketiga platform ini mewakili kekuatan utama proyeksi armada laut jarak jauh Rusia. Kapal pertama, RFS Marshal Shaposhnikov (543), merupakan kapal perusak Udaloy class (Project 1155) yang telah melakoni modernisasi komprehensif menjadi fregat peluru kendali multifungsi.

Memiliki panjang 163 meter, lebar 19,3 meter, dan bobot mati sekitar 7.900 ton, Marshal Shaposhnikov dilengkapi peluncur vertikal universal (VLS) 3S14 yang sanggup menembakkan rudal jelajah jelajah kaliber berat Kalibr-NK, rudal anti-kapal supersonik Oniks, serta rudal hipersonik Zircon, di samping meriam utama A-190 berkaliber 100 mm dan persenjataan anti-kapal selam.

RPK-3 Metel: Rudal Anti Kapal Selam ‘Penggotong’ Torpedo, Ikon Destroyer Udaloy Class Rusia

Kapal kedua, RFS Admiral Tributs (564), merupakan destroyer pemburu kapal selam (Large Anti-Submarine Ship) berbobot 7.775 ton dari kelas yang sama. Kapal ini mempertahankan peran spesialis Anti-Submarine Warfare (ASW) dengan dukungan radar pencari 3D, peluncur rudal anti-kapal selam Rastrub-B (SS-N-14 Silex), tabung torpedo 533 mm, meriam ganda AK-100, serta helikopter Ka-27PL.

Sementara itu, RFS Pechenga adalah kapal tanker minyak medium kelas Dubna berbobot mati sekitar 11.500 ton yang dibekali fasilitas transfer bahan bakar dan air bersih di laut lepas (underway replenishment/UNREP), memungkinkannya menyuplai keutuhan logistik armada tempur selama bertugas jauh dari basis pangkalan utamanya di Vladivostok.

Kehadiran gugus tugas Armada Pasifik Rusia di Jakarta hingga awal Oktober 2026 ini menggarisbawahi komitmen kedua negara dalam mempererat kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Selain menjadi panggung diplomasi pertahanan, rangkaian latihan bersama di laut lepas (sea phase) setelah masa sandar akan semakin mengasah interoperabilitas teknis antara prajurit TNI AL dan Angkatan Laut Rusia. Program “Open Ship” yang disediakan bagi publik juga menjadi media edukasi dan perekat hubungan kebudayaan antara masyarakat Indonesia dan personel militer Rusia. (Gilang Perdana)

RNS Pechenga (Dubna Class): Kerap ke Indonesia, Inilah Kapal Tanker Andalan Armada Pasifik Rusia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *