Benteng Langit Moskow Nyaris Sempurna, Walikota Klaim 99,999% Drone Rontok!

Sistem perisai udara yang membentengi ibu kota Rusia, Moskow, diklaim nyaris tidak memiliki celah dalam menghalau serangan udara. Walikota Moskow, Sergey Sobyanin, menegaskan bahwa tingkat kebocoran atau persentase drone musuh yang berhasil lolos menembus perimeter pertahanan udara kota tersebut berada di bawah 0,001 persen.

Baca juga: Lockheed Martin Punya “Peter Pantsir”: Tiruan Sistem Hanud Rusia Pantsir S-1

Pernyataan bernada optimis ini disampaikan Sobyanin dalam wawancara eksklusif bersama media RBC di sela-sela perhelatan akbar St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). Menurutnya, efektivitas sistem pertahanan udara Moskow saat ini sangat luar biasa tinggi jika dibandingkan dengan pencapaian negara-negara lain di dunia, sebuah prestasi yang membuatnya melayangkan apresiasi mendalam kepada Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Rusia atas kerja keras mereka yang sangat bertanggung jawab.

Meskipun sistem militer di langit sudah bekerja dengan sangat solid, Sobyanin memastikan bahwa pemerintah kota Moskow tidak akan tinggal diam atau bersikap jemawa. Ia menegaskan bahwa pihak otoritas kota terus melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk memperkuat pertahanan regional, termasuk meningkatkan koordinasi strategis dengan berbagai sektor industri, organisasi lokal, dan satuan militer. Langkah ini diambil karena Moskow tidak memiliki pilihan lain selain terus memperketat keamanan demi menjamin keselamatan warganya dari segala bentuk ancaman udara yang dinamis.

Antisipasi Serangan Udara di Moskow, Sistem Hanud Pantsir S-1 Ditempatkan di Rooftop Beberapa Gedung Penting

Ketangguhan sistem pertahanan ini terbukti berdampak langsung pada stabilitas kehidupan sehari-hari di ibu kota. Sobyanin menekankan bahwa sejauh ini rentetan serangan drone sama sekali tidak berhasil mengganggu jalannya roda pelayanan publik atau aktivitas harian kota yang tetap beroperasi normal sesuai rencana.

Kendati demikian, pemerintah kota langsung memberlakukan status siaga penuh bagi seluruh petugas pelayanan kota begitu deteksi serangan muncul. Jika ada satu atau dua insiden darurat yang berhasil lolos, tim di lapangan langsung bergerak cepat untuk mengeliminasi dampak kerusakan dalam waktu sesingkat mungkin, sekaligus memastikan bantuan logistik maupun medis langsung tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang terdampak. Ketangkasan ini kembali teruji setelah pertahanan udara Moskow dilaporkan baru saja merontokkan tiga drone yang mengarah ke jantung kota, menambah daftar total sembilan drone yang berhasil dilumpuhkan sejak awal hari tersebut.

Seperti dikutip Kantor Berita Tass, isu krusial mengenai keamanan ibu kota ini mencuat di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) ke-29 yang berlangsung pada 3 hingga 6 Juni. Mengangkat tema besar tentang dialog pragmatis menuju masa depan yang stabil, forum ekonomi internasional ini fokus merancang model baru pembangunan global di tengah pergeseran peta ekonomi dunia.

Dengan menggandeng Arab Saudi sebagai negara tamu kehormatan serta institusi VEB.RF sebagai mitra utama, SPIEF tahun ini tidak hanya menjadi panggung diskusi ekonomi makro, tetapi juga menyajikan berbagai platform strategis lainnya mulai dari forum industri kreatif, ruang inovasi pemuda internasional, hingga festival budaya dan kompetisi olahraga tahunan. (Gilang Perdana)

Gunakan Helikopter Raksasa Mi-26, Rusia Terbangkan Sistem Hanud Pantsir-SMD-E ke Atas Rooftop Moskow

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *