Jatuh di Laut, Drone Intai RQ-4B Global Hawk Senilai Rp2,12 Triliun Milik Jepang Hilang Kontak

Angkatan Udara Jepang (JASDF) mengalami kerugian setelah salah satu unit drone pengintai permukaan laut berjarak jauh (High-Altitude Long-Endurance/HALE) jenis RQ-4B Global Hawk hilang kontak di perairan lepas pantai barat laut Jepang. Insiden kecelakaan pada drone seharga US$120 juta (sekitar Rp2,12 triliun dengan kurs Rp17.680/US$) terjadi sekitar 50 kilometer di sebelah utara Prefektur Tottori.
Pihak otoritas menyatakan drone canggih ini diduga kuat telah jatuh di perairan internasional Laut Jepang setelah tim Pengawal Pantai Jepang (Japan Coast Guard) menemukan puing-puing sisa rekaan yang cocok dengan struktur airframe pesawat di area pencarian.
Drone buatan Northrop Grumman ini sebelumnya bertolak dari Pangkalan Udara Misawa (Misawa Air Base) untuk mengemban misi pengawasan rutin—bukan dalam rangka latihan—meskipun detail misi spesifiknya dirahasiakan oleh Kementerian Pertahanan Jepang.
Upaya pencarian dan penyelamatan (search and rescue) besar-besaran terus dikerahkan dengan melibatkan armada pesawat udara JASDF, kapal perang Angkatan Laut Jepang (JMSDF), serta kapal patroli Pengawal Pantai. Peristiwa ini mencatatkan sejarah kelam sebagai kehilangan unit pertama bagi armada Global Hawk milik Negeri Sakura sejak resmi disiagakan untuk memantau pergerakan aktivitas maritim di kawasan regional.
Japan’s ASDF lost an RQ-4B Global Hawk surveillance drone over the Sea of Japan, about 50 km north of Tottori.
Possible wreckage has since been spotted, and the ASDF now presumes the drone crashed.
The unarmed ~$120 million+ drone was not on a training flight, though its… pic.twitter.com/wfpHYNpHOg
— Clash Report (@clashreport) September 15, 2026
RQ-4B Global Hawk merupakan alutsista pengintai strategis berkemampuan HALE yang dirancang untuk terbang pada ketinggian sangat tinggi hingga melebihi 60.000 kaki (18.000 meter). Ditenagai oleh mesin turbofan Rolls-Royce F137-RR-100, drone ini sanggup bertahan di udara (endurance) selama lebih dari 32 jam nonstop dengan jangkauan tempuh maksimum mencapai 22.780 kilometer.
Untuk memfungsikan peran intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), RQ-4B dibekali suite sensor canggih berupa radar Synthetic Aperture Radar (SAR) berkinerja tinggi, sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR), serta sistem komunikasi satelit (SATCOM) berkecepatan tinggi yang mampu memetakan serta mengirimkan citra intelijen secara real-time dalam segala kondisi cuaca.
Lanud Changi Singapura Jadi Basis Operasi Drone Intai HALE RQ-4 Global Hawk
Insiden jatuhnya drone ini menjadi pukulan telak bagi kapabilitas pengawasan udara strategis Jepang di tengah meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Asia Timur.
Jepang sebelumnya memesan dan mengoperasikan armada total sebanyak tiga unit RQ-4B Global Hawk di Pangkalan Udara Misawa untuk mengawasi aktivitas maritim Cina, Rusia, dan Korea Utara. Dengan terjadinya musibah di perairan Tottori ini, kekuatan armada surveilans jarak jauh JASDF kini menyisakan dua unit drone Global Hawk untuk menopang kebutuhan operasional pengawasan ruang udara dan laut nasional. (Bayu Pamungkas)
Drone Intai Saebyeol-4 “RQ-4B Global Hawk” Korea Utara Gunakan Landing Gear Jet Tempur Chengdu J-7


