Gagal di Darat, Tumpul di Udara? Arab Saudi Timbun 37 Ribu Bom Presisi dan Ribuan Rudal Jelajah

Black Shaheen

Kekalahan telak yang dialami tiga brigade pasukan koalisi bentukan Arab Saudi di Jalur Laut Merah baru-baru ini menyisakan krisis moril tajam di medan darat, setelah ratusan alutsista lapis baja gres berhasil dirampas militer Houthi. Namun, sorotan atas ketidakberdayaan militer Kerajaan Arab Saudi kini merembet ke domain udara.

Baca juga: Krisis Moril, Tiga Brigade Koalisi Saudi Menyerah di Jalur Laut Merah, Ratusan Alutsista ‘Brand New’ Dirampas Houthi

Meski Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSAF) terus dihujani kritik akibat rendahnya efektivitas taktis serta krisis moril awak udaranya di medan tempur, Riyadh nyatanya tetap mengompensasi kelemahan sumber daya manusia tersebut dengan menimbun salah satu deposit amunisi presisi (precision strike arsenal) terbesar di kawasan Timur Tengah.

Di balik kepayahan infanteri di garis depan, Angkatan Udara Arab Saudi (RSAF) nyatanya memegang kunci doktrin pemukul utama dengan menguasai salah satu deposit senjata presisi (precision strike arsenal) terbesar dan paling mematikan di kawasan Timur Tengah.

Dokumen publikasi paket pengadaan alutsista Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Riyadh setidaknya telah mengamankan 36.944 unit bom berpenuntun presisi tinggi. Portofolio amunisi pintar ini mencakup berbagai tipe legendaris mulai dari JDAM-ER (Joint Direct Attack Munition-Extended Range), Paveway IV, bom diameter kecil GBU-39, hingga varian penghancur bungker GBU-10, GBU-12, dan GBU-24.

GBU-39/B SDB (Small Diameter Bomb) Diklaim Mampu Tembus ‘Benteng’ Jammer Rusia

Tak cukup di situ, Washington bahkan baru saja menyetujui potensi penjualan senjata tambahan senilai US$5 miliar untuk memasok 10.004 unit bom JDAM-ER baru. Langkah pengadaan masif ini menjadi sinyal jelas bahwa Riyadh siap menggeser tumpuan perang secara penuh ke domain udara.

Kekuatan gempur udara RSAF kian mengerikan berkat integrasi rudal jelajah jarak jauh (cruise missile) buatan Eropa. Berdasarkan data alokasi pertahanan, Arab Saudi memegang sekitar 450 unit rudal jelajah siluman Storm Shadow (Black Shaheen) serta lebih dari 1.000 unit rudal pemukul presisi Brimstone.

Panavia Tornado IDS Arab Saudi Ditembak Jatuh Rudal Hanud Houthi

Kombinasi 37 ribu bom presisi dan lebih dari 1.450 rudal taktis ini disiagakan di atas armada jet tempur modern kelas berat seperti F-15SA Strike Eagle, Eurofighter Typhoon, dan Panavia Tornado. Fleksibilitas ini memungkinkan RSAF menghancurkan fasilitas vital, pusat komando, serta bunker bawah tanah musuh dari jarak aman tanpa harus menempatkan personel darat dalam risiko penyergapan.

Namun, melimpahnya amunisi bernilai miliaran dolar AS tersebut memunculkan pertanyaan kritis di kalangan pengamat militer: sejauh mana efektivitas senjata presisi jika tidak diimbangi oleh doktrin dan mentalitas penerbang yang solid?

Meski Riyadh memiliki daya gempur teknis yang sangat masif untuk menggempur militer Houthi, ketergantungan penuh pada amunisi mahal tanpa dibarengi kesiapan moril serta eksekusi intelijen tempur yang presisi kerap kali membuat kampanye udara Saudi berjalan tumpul di lapangan. (Gilang Perdana)

Kerap Jatuh, Reputasi Jet Tempur F-15 Jadi ‘Memble’ di Tangan Arab Saudi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *