Tembus Pasar Militer AS: SPH K9 Thunder Korea Selatan Dikembangkan Jadi Varian Roda Ban untuk US Army

Keberhasilan Korea Selatan dalam mendominasi pasar ekspor alutsista global kembali mencatatkan sejarah baru yang sangat krusial. Dalam langkah yang mempertegas dominasi sistem artileri buatan Negeri Ginseng, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) resmi menganugerahkan kontrak senilai US$100 juta kepada Hanwha Defense USA.

Baca juga: Pengguna Pertama di Asia Tenggara, Vietnam Resmi Akuisisi 20 Unit Self Propelled Howitzer K9 Thunder

Kontrak tersebut ditujukan untuk membangun enam unit prototipe K9 Mobile Howitzer berbasis roda ban (wheeled), dengan opsi tambahan hingga 12 unit lanjutan yang berpotensi melambungkan nilai total kesepakatan hingga US$263 juta. Pencapaian ini menjadi batu loncatan terbesar bagi platform Self-Propelled Howitzer (SPH) K9 Thunder, yang sebelumnya sukses besar menembus pasar ekspor dunia dalam versi roda rantai (tracked).

Berbeda dari varian standar K9 Thunder yang menggunakan roda rantai, pengembangan sistem artileri 155mm beroda ban ini diproyeksikan khusus oleh US Army untuk menggantikan posisi meriam tarik (towed howitzer) M777 di tubuh Brigade Stryker serta unit-unit infanteri ringan. Penggunaan sasis roda ban memberikan keunggulan mobilitas jalan raya yang sangat cepat, efisiensi biaya perawatan, serta kemudahan transportasi udara.

Kebutuhan akan artileri swagerak beroda ban ini menjadi sangat mendesak demi meningkatkan daya survivabilitas dan kecepatan pergeseran posisi (shoot-and-scoot) pasukan darat AS di medan perang modern tanpa mengorbankan kecepatan gerak satuan Stryker yang juga berbasis roda ban.

Proses pengiriman enam unit prototipe K9 wheeled ini dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2026 untuk menjalani serangkaian pengujian operasional serta evaluasi teknis yang ketat oleh militer AS. Langkah pragmatis yang diambil US Army ini dinilai sebagai keputusan strategis yang tepat guna menghindari kegagalan proyek artileri masa lalu—seperti pembatalan program ambisius Crusader dan Non-Line-of-Sight Cannon (NLOS-C)—dengan cara mengadopsi basis teknologi sistem tembak K9 yang sudah terbukti (battle-proven) lalu memadukannya dengan platform kendaraan roda ban modern.

Di luar matra militer, masuknya Hanwha ke dalam rantai pasok pertahanan utama AS menandai babak baru dalam penguatan aliansi strategis antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Proyek manufaktur dan perakitan prototipe ini juga dipastikan akan memberi dampak ekonomi langsung berupa pembukaan lapangan kerja di fasilitas Hanwha yang berlokasi di Alabama, AS.

Kehadiran K9 Thunder versi roda ban di panggung militer AS ini semakin mengukuhkan reputasi industri pertahanan Korea Selatan sebagai produsen alutsista kelas dunia yang sanggup merancang varian kustom sesuai kebutuhan spesifik superpower dunia. (Bayu Pamungkas)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *