Tembus Pasar Militer AS: SPH K9 Thunder Korea Selatan Dikembangkan Jadi Varian Roda Ban untuk US Army

Keberhasilan Korea Selatan dalam mendominasi pasar ekspor alutsista global kembali mencatatkan sejarah baru yang sangat krusial. Dalam langkah yang mempertegas dominasi sistem artileri buatan Negeri Ginseng, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) resmi menganugerahkan kontrak senilai US$100 juta kepada Hanwha Defense USA.
Kontrak tersebut ditujukan untuk membangun enam unit prototipe K9 Mobile Howitzer berbasis roda ban (wheeled), dengan opsi tambahan hingga 12 unit lanjutan yang berpotensi melambungkan nilai total kesepakatan hingga US$263 juta. Pencapaian ini menjadi batu loncatan terbesar bagi platform Self-Propelled Howitzer (SPH) K9 Thunder, yang sebelumnya sukses besar menembus pasar ekspor dunia dalam versi roda rantai (tracked).
Berbeda dari varian standar K9 Thunder yang menggunakan roda rantai, pengembangan sistem artileri 155mm beroda ban ini diproyeksikan khusus oleh US Army untuk menggantikan posisi meriam tarik (towed howitzer) M777 di tubuh Brigade Stryker serta unit-unit infanteri ringan. Penggunaan sasis roda ban memberikan keunggulan mobilitas jalan raya yang sangat cepat, efisiensi biaya perawatan, serta kemudahan transportasi udara.
Kebutuhan akan artileri swagerak beroda ban ini menjadi sangat mendesak demi meningkatkan daya survivabilitas dan kecepatan pergeseran posisi (shoot-and-scoot) pasukan darat AS di medan perang modern tanpa mengorbankan kecepatan gerak satuan Stryker yang juga berbasis roda ban.
#NEWS: The @USArmy just awarded us a contract to deliver prototype K9 Mobile Howitzers for the Army’s new Mobile Tactical Cannon program.
We were born ready to be the Army’s long-term artillery modernization partner.
Read more: https://t.co/rTHK6xUs5A pic.twitter.com/Nbv8aJM8Dr
— Hanwha Defense USA (@HanwhaDefenseUS) August 18, 2026
Proses pengiriman enam unit prototipe K9 wheeled ini dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2026 untuk menjalani serangkaian pengujian operasional serta evaluasi teknis yang ketat oleh militer AS. Langkah pragmatis yang diambil US Army ini dinilai sebagai keputusan strategis yang tepat guna menghindari kegagalan proyek artileri masa lalu—seperti pembatalan program ambisius Crusader dan Non-Line-of-Sight Cannon (NLOS-C)—dengan cara mengadopsi basis teknologi sistem tembak K9 yang sudah terbukti (battle-proven) lalu memadukannya dengan platform kendaraan roda ban modern.
Alongside 🇰🇷 🇺🇸 cooperation on US shipbuilding industry & a ROK nuclear submarine, the US Army has now selected Hanwha’s wheeled K9 Mobile Howitzer for prototype-testing to replace the M777 & M109A7 SPH.
This comes two days after Trump antagonized the ROK for not helping in Iran. pic.twitter.com/x3u8IsdDW0— Korea Defense Blog (@Korea_Defense) August 18, 2026
Di luar matra militer, masuknya Hanwha ke dalam rantai pasok pertahanan utama AS menandai babak baru dalam penguatan aliansi strategis antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Proyek manufaktur dan perakitan prototipe ini juga dipastikan akan memberi dampak ekonomi langsung berupa pembukaan lapangan kerja di fasilitas Hanwha yang berlokasi di Alabama, AS.
Kehadiran K9 Thunder versi roda ban di panggung militer AS ini semakin mengukuhkan reputasi industri pertahanan Korea Selatan sebagai produsen alutsista kelas dunia yang sanggup merancang varian kustom sesuai kebutuhan spesifik superpower dunia. (Bayu Pamungkas)
Related Posts
-
Amankan Ruang Udara IKN, PT Pindad Perkenalkan Sistem Hanud Anti Drone SPS-1 dan Maung MV3 Mobile Jammer
2 Comments | Aug 18, 2024
-
Aselsan ALP‑300G – Radar Hanud 3D (Early Warning dan Tracking) Jarak Jauh dengan Teknologi AESA
4 Comments | Jun 8, 2025
-
CV9040 – Salah Satu IFV Terbaik di Dunia, Donasi dari Swedia untuk Ukraina yang ‘Disita’ Rusia
4 Comments | Aug 7, 2023 -
Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Kerambit 627 Sukses Uji Tembak Meriam Bofors 57 MK.3
10 Comments | Oct 19, 2022


