Ekspor Rudal BrahMos Tembus US$600 Juta, Asia Tenggara Jadi Pasar Utama Penjualan India

Kinerja ekspor rudal jelajah supersonik BrahMos mencatatkan rekor sejarah baru setelah melampaui ambang batas nilai US$600 juta. Sekretaris Kementerian Pertahanan India, Rajesh Kumar Singh, mengonfirmasi bahwa akselerasi angka ekspor alutsista strategis ini didorong oleh lonjakan permintaan yang masif dari negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Siasat Thailand Incar Rudal Supersonik BrahMos: Uji Keseimbangan Hubungan dengan Cina dan India

Pencapaian ini menegaskan transformasi India dari salah satu negara pengimpor senjata terbesar di dunia menjadi pemasok utama sistem pertahanan berteknologi tinggi di tingkat global.

Filipina menjadi pembeli pertama sekaligus pemantik tren ekspor ini saat menandatangani kontrak senilai US$375 juta untuk tiga baterai sistem rudal jelajah pantai BrahMos pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, India telah merealisasikan pengiriman sistem persenjataan senilai kurang lebih US$330 juta untuk memperkuat Korps Marinir Filipina (Philippine Marine Corps). Keberhasilan integrasi dan operasionalisasi awal di Filipina memperkuat reputasi teknis BrahMos sebagai alutsista penangkal (deterrence) di wilayah bergolak Laut Cina Selatan.

Pasar Asia Tenggara kian solid bagi industri pertahanan India setelah Vietnam menyusul melalui kesepakatan bernilai sekitar US$100 juta. Transaksi yang awalnya dilakukan secara tertutup tersebut akhirnya dikonfirmasi secara resmi oleh Sekretaris Pertahanan India dalam forum Shangri-La Dialogue pada Mei 2026.

Perkuat Jet Tempur dan Pertahanan Pesisir, Indonesia Resmi Gandeng India untuk Rudal Astra dan BrahMos

Momentum ekspor berlanjut pada Juli 2026 saat Indonesia resmi menjadi konsumen ketiga di Asia Tenggara melalui akuisisi paket senilai US$200 juta untuk dua baterai persenjataan, yang mencakup pengadaan rudal supersonik BrahMos dan rudal udara-ke-udara (Air-to-Air Missile) Astra.

Dari ketiga varian yang ditawarkan—darat, laut, dan udara—varian berbasis pantai atau Anti-Ship Coastal Defence System (Mobile Autonomous Launchers) sejauh ini menjadi produk yang paling laris di pasar ekspor. Varian penjelajah pesisir sangat diminati oleh negara-negara kepulauan di Asia Tenggara karena menawarkan fleksibilitas mobilitas tinggi melalui kendaraan peluncur (launcher) yang dapat dipindahkan dengan cepat, serta ideal untuk memperkuat strategi penangkalan area balik (Anti-Access/Area Denial atau A2/AD) di wilayah selat dan perbatasan laut strategis.

Korps Marinir Filipina Resmikan Baterai (Kompi) Rudal Anti Kapal Pesisir Brahmos, Punya Jangkauan Serang 290 Km

Dari spesifikasi teknis standar, BrahMos merupakan rudal jelajah dua-tahap yang ditenagai oleh mesin pendorong padat (solid booster) untuk fase awal dan mesin ramjet bahan bakar cair untuk fase jelajah supersonik. Rudal ini sanggup meluncur hingga kecepatan Mach 2,8 sampai Mach 3 dengan daya jangkau operasional standar antara 290 hingga 450 kilometer, tergantung varian dan profil penerbangan.

Membawa hulu ledak konvensional seberat 200 hingga 300 kilogram, BrahMos dilengkapi sistem pemandu inersial (INS), navigasi satelit, serta pemandu radar aktif di fase akhir (active radar homing) yang dikombinasikan dengan kemampuan terbang rendah menyusur permukaan laut (sea-skimming) guna menghindari deteksi radar musuh.

Brahmos Aerospace Buka Fasilitas Terbaru di Lucknow, Target Produksi Hingga 100 Rudal Per Tahun

Keberhasilan merambah negara-negara kunci yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan dan Selat Malaka ini melengkapi reputasi tempur (combat-proven) BrahMos yang sempat diuji dalam Operasi Sindoor.

Secara paralel, kinerja gemilang BrahMos menjadi lokomotif utama yang mendongkrak total rekor nilai ekspor pertahanan India hingga menyentuh angka ₹38.424 crore (sekitar US$4,6 miliar) pada tahun fiskal 2025–2026, menjangkau lebih dari 80 negara.

Saat ini, beberapa negara lain seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan lebih dari setengah lusin negara dari berbagai kawasan dilaporkan tengah menjajaki proses negosiasi untuk mengadopsi varian darat, laut, maupun udara dari sistem rudal supersonik tersebut. (Gilang Perdana)

Sama dengan Filipina, Rudal Brahmos Coastal Defence di Indonesia Akan Dioperasikan Korps Marinir

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *