Keberhasilan Korea Selatan dalam mendominasi pasar ekspor alutsista global kembali mencatatkan sejarah baru yang sangat krusial. Dalam langkah yang mempertegas dominasi sistem artileri buatan Negeri Ginseng, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) resmi menganugerahkan kontrak senilai US$100 juta kepada Hanwha Defense USA. (more…)
Pada 28 Februari 2025, Hanwha Defense Australia telah mengirimkan batch pertama self propelled howitzer (SPH) AS9 Huntsman ke Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army). Momen upacara pengiriman berlangsung di Hanwha Armoured Vehicle Center of Excellence (H-ACE) di Avalon, lokasi di mana Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Richard Marles MP menghadiri acara penyerahan tersebut. (more…)
Pada tahun 2027, secara total Angkatan Darat Polandia akan mengoperasikan 360 unit self propelled howitzer (SPH) tracked/roda rantai K9 Thunder kaliber 155 mm, Yang secara langsung menjadikan Polandia sebagai pemangku kekuatan self-propelled artillery (artileri swagerak) terbesar di Eropa. (more…)
Setelah menggelar uji penembakan di Korea Selatan, kini Angkatan Darat Australia melakukan uji penembakan AS9 Huntsman (varian dari K9 Thunder Self Tracked Propelled Howitzer) di daratan Australia. Uji tembak yang mengambil lokasi di Proof and Experimental Building di Port Wakefield, Australia Selatan, dilakukan dengan menggunakan ratusan munisi kaliber 155 mm. (more…)
Setelah kesepakatan atas kontrak pengadaan pada awal Februari 2022, maka pada parade militer 25 Oktober 2023, Angkatan Darat Mesir untuk pertama kalinya menampilkan self propelled howitzer (SPH) tracked K9 Thunder buatan Korea Selatan. Yang sekaligus menandakan Mesir sebagai negara pertama di Afrika dan Timur Tengah mengoperasikan K9 Thunder. (more…)
Bila Hanwha Ocean kini fokus menawarkan kapal selam ke Kanada, Polandia dan Filipina, maka unit usaha Hanwha lain, yakni Hanwha Defense, juga sedang mengembangkan varian terbaru dari keluarga ranpur lapis baja roda rantai Infantry Fighting Vehicle (IFV) K-21 yang diberi label Korean Mobile Protected Firepower (K-MPF), yang desainnya diperlihatkan dalam pameran pertahana ADEX 2023 di Seoul. (more…)
Nama Hanwha Group sepertinya tengah bersinar, bila di artikel sebelum ini diwartakan Hanwha Ocean sedang menawarkan kapal selam diesel listrik KSS-III Batch II (Jang Bogo Class) Ke Polandia, maka masih bagian dari Hanwha Group, yakni Hanwha Aerospace, dikabarkan tengah mempersiapkan pengujian robot tempur dan logistik ringan – unmammed ground vehicle (UGV) Arion-SMET di Pusat Pelatihan Korps Marinir AS (USMC). (more…)
Sejak tahun 2020, dua ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) roda rantai berkompetisi dalam program Land 400 Phase 3 yang digelar Departemen Pertahanan Australia. Dengan target untuk menggantikan posisi ranpur M113 yang telah uzur, Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence (Jerman) dan Redback buatan Hanwha Defence (Korea Selatan) bertarung dalam fase pengujian untuk memenangkan tender pengadaan IFV untuk Angkatan Darat Australia yang nilainya mencapai Aus$18,1 miliar atau setara 11,1 miliar euro. (more…)
Kilas balik ke September 2020, kala itu Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds mengumumkan tender untuk Protected Mobile Fires, dan diputuskan bahwa Hanwha Defence Australia mendapatkan proyek untuk memasok 30 unit self-propelled howitzer, 15 unit armoured ammunition resupply vehicle dan beragam sistem pendukungnya. (more…)
Korea Selatan memasok senjata ke India? Rasanya jarang terdengar, lantaran kedua negara dikenal punya ‘peradaban’ industri alutsista yang setanding. Namun, tahukah Anda bahwa di tahun 2019, Seoul nyaris memasok persenjataan berat ke New Delhi, bahkan produk lansiran Negeri Ginseng dikabarkan mampu ‘mengalahkan’ produk sejenis dari Rusia, sesuatu yang di luar kelaziman, mengingat Rusia telah dikenal lama sebagai pemasok tradisional persenjataan ke India. (more…)