Aksi Fenomenal di Tepi Jalan Tol Moskow: Prajurit Rusia Tembak Jatuh Drone Kamikaze Liutyi dengan MANPADS Igla

Sebuah rekaman video yang mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial memperlihatkan aksi dramatis seorang prajurit Rusia di kawasan pinggiran kota Moskow. Dalam video berdurasi singkat tersebut, prajurit dari satuan pertahanan udara terlihat membidikkan sistem rudal pertahanan udara portabel (MANPADS) 9K38 Igla ke arah udara di dekat koridor jalan tol yang melintasi wilayah permukiman.
Baca juga: Rusia Tawarkan India Produksi Secara Lokal Rudal Hanud MANPADS Igla-S
Target yang dibidik adalah sebuah drone kamikaze berukuran besar milik Ukraina jenis Liutyi yang tengah terbang rendah menuju fasilitas infrastruktur minyak di sekitar ibu kota.
Aksi intersepsi jarak dekat tersebut berlangsung sangat fenomenal karena dilakukan secara visual dalam hitungan detik. Tak lama setelah rudal diluncurkan dari bahu sang prajurit, kilatan cahaya tajam membubung tinggi disusul ledakan hebat di udara yang menandai hancurnya drone Liutyi sebelum mencapai sasaran strategisnya.
Pihak otoritas dan kanal militer Rusia mengonfirmasi keberhasilan penembakan ini, yang menjadi bagian dari gelombang serangan udara masif Ukraina —di mana sistem pertahanan udara Rusia mengklaim berhasil mengintersepsi hingga 199 drone di berbagai wilayah. Pada saat yang sama, pihak pertahanan udara Ukraina dilaporkan turut melumpuhkan atau mengganggu sinyal (jamming) 172 dari 205 drone yang diluncurkan pihak Rusia.
A Russian military man using a 9K38 Igla man-portable air-defense system shot down a Ukrainian kamikaze drone in the Moscow region, just before it hit an oil facility. https://t.co/XCQFIzBFMG
— Visegrád 24 (@visegrad24) October 5, 2026
Sistem rudal yang digunakan dalam aksi tersebut adalah 9K38 Igla (kode NATO: SA-18 Cringle), salah satu MANPADS paling legendaris buatan KBM (Machine-Building Design Bureau) Rusia. Rudal ini dirancang khusus untuk memburu sasaran udara berkecepatan rendah hingga sedang di ketinggian rendah (VSHORAD).
Igla mengandalkan sistem pemandu pencari panas (passive infrared seeker) dua saluran (2-color seeker) yang sangat sensitif terhadap pancaran termal mesin pesawat maupun mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) pada drone, sekaligus memiliki ketahanan tinggi terhadap kecohan flare atau penyesat termal lawan.
India dan Rusia Mencapai Kesepakatan Produksi Rudal MANPADS Igla-S Secara Lisensi
Rudal 9K38 Igla memiliki bobot total sistem sekitar 17,9 kilogram (termasuk tabung peluncur), dengan rudalnya sendiri berbobot 10,8 kilogram. Rudal ditenagai oleh mesin roket berbahan bakar padat dua tahap (two-stage solid-propellant) yang mampu melesatkan munisi hingga kecepatan maksimum Mach 1,9 atau sekitar 2.000 km/jam.
Sistem ini efektif menjangkau sasaran pada jarak antara 500 meter hingga 5.200 meter, dengan batas ketinggian operasional mulai dari 10 meter hingga 3.500 meter. Membawa hulu ledak High Explosive (HE) fragmentation seberat 1,17 kilogram yang dilengkapi pemantik kontak maupun jarak dekat (proximity fuze), Igla terbukti sangat mematikan untuk menghancurkan struktur wahana nirawak berukuran sedang hingga besar seperti Liutyi.
An-196 Liutyi: Drone Kamikaze Jarak Jauh Ukraina, Sanggup Menjangkau Sasaran Lebih dari 1.000 Km
Momen mencekam di dekat jalan tol utama Moskow ini menggarisbawahi perubahan taktis yang kian dinamis dalam pertempuran asimetris berbasis drone. Penggunaan rudal perorangan di sekitar kawasan pemukiman dan jalur transportasi sipil memperlihatkan bagaimana kedua belah pihak harus beradaptasi secara cepat, mengombinasikan sensor jarak pendek dan respons manuver cepat untuk melindungi aset-aset vital dari ancaman drone serang jarak jauh. (Gilang Perdana)
Ukraina Luncurkan UGV Dengan Peluncur Rudal MANPADS 9K38 Igla


