Belajar dari Film ‘Angel Has Fallen’, Trump Main Golf Dikawal Sistem Hanud Avenger dan Radar Sentinel

Pengamanan ketat terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menikmati aktivitas olahraga di luar ruangan kembali menyita perhatian publik. Kejadian yang mengingatkan publik pada adegan mendebarkan dalam film Angel Has Fallen (2019)—ketika Presiden Allan Trumbull diserang oleh kawanan swarm drone saat memancing—kini tidak lagi sekadar menjadi skenario fiksi ilmiah.

Baca juga: Enrol Pilot – Inilah Drone Khusus Kamikaze Pertama Rancangan Indonesia

Kesadaran akan ancaman udara asimetris seperti drone berukuran kecil, rudal jelajah, hingga pesawat ringan berkecepatan rendah mendorong Secret Service dan Militer AS menerapkan strategi pertahanan berlapis (layered defense) yang sangat masif di area terbuka.

Langkah pengamanan tak biasa ini terlihat di Trump National Golf Club yang berlokasi di Bedminster, New Jersey. Selama berlangsungnya turnamen LIV Golf di lokasi tersebut pada awal Agustus 2026, kawasan padang rumput disulap menjadi area dengan pangkalan pertahanan udara taktis.

Penggelaran persenjataan ini terbukti krusial setelah Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (NORAD) mengerahkan jet tempur F-16 Fighting Falcon untuk mengintersepsi dua pesawat sipil ringan yang secara tidak sengaja melanggar zona pembatasan penerbangan sementara (TFR) di atas Bedminster. Pengamanan darat juga sudah siaga penuh sejak 1 Agustus 2026, ketika Trump sempat bergurau dengan personel militer mengenai ancaman rudal dan drone, yang dijawab dengan lugas oleh seorang kolonel tentara bahwa seluruh sektor telah dilindungi dengan aman.

Sistem hanud jarak pendek (Short-Range Air Defense atau SHORAD) yang dikerahkan di Bedminster adalah unit AN/TWQ-1 Avenger. Berbasis pada platform kendaraan taktis 4×4 High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle (HMMWV) atau Humvee, Avenger dirancang khusus untuk memberikan perlindungan titik (point defense) yang sangat mobile dan cepat menggelar tembakan.

Menara persenjataan utama Avenger dilengkapi dengan dua pod peluncur yang masing-masing memuat empat unit rudal pencari panas FIM-92 Stinger (total 8 rudal siap tembak) serta satu pucuk senapan mesin berat M3P kaliber 12,7 mm (.50 cal) untuk melumat sasaran jarak dekat.

Keunggulan utama Avenger terletak pada fleksibilitasnya; kendaraan ini dapat beroperasi secara mandiri maupun terintegrasi, mampu melakukan penembakan saat kendaraan berhenti atau bergerak, dan telah dimodifikasi secara modern untuk melumpuhkan berbagai jenis drone serta sasaran ber-RCS (Radar Cross Section) rendah.

Guna menopang efektivitas kinerjanya, unit Avenger dipasangkan dengan sensor pencari target utama berupa radar AN/MPQ-64 Sentinel. Radar Sentinel memang dikembangkan pertama kali sebagai radar pencari dan pelacak 3D utama pada sistem NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) versi awal.

Sebagai radar Active/Passive Electronically Scanned Array (AESA/PESA) bergelombang X-band yang ditarik trailer taktis, AN/MPQ-64 Sentinel mampu berputar 360 derajat untuk mendeteksi, mengacak, dan mengklasifikasikan ancaman udara seperti drone berukuran kecil, helikopter, pesawat sayap tetap, hingga rudal jelajah pada jarak jangkauan 40 hingga 75 km tergantung varian.

Penggabungan antara radar Sentinel yang mampu menyapu ruang udara berkecepatan tinggi serta mentransmisikan data sasaran secara real-time, dengan unit peluncur rudal Stinger pada Avenger, menciptakan kubah perlindungan ruang udara lokal yang canggih. Penggelaran teknologi pertahanan udara kelas militer di lapangan golf ini membuktikan bahwa potensi ancaman serangan drone asimetris modern kini diantisipasi dengan serius oleh otoritas keamanan Amerika Serikat demi menjamin keselamatan kepala negara. (Haryo Adjie)

Raytheon AN/MPQ-64 F1 Sentinel, Radar Intai Pada Sistem Hanud NASAMS

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *