Unjuk Gigi ‘Rudal Monster’: Korea Selatan Rilis Foto Perdana Pra Peluncuran Hyunmoo-V 18×18 TEL

Kementerian Pertahanan Korea Selatan untuk pertama kalinya mempublikasikan dokumentasi visual fase pre-launch (pra-peluncuran) dari sistem rudal balistik kelas berat Hyunmoo-V (Hyunmoo-5) beserta kendaraan peluncur Transporter Erector Launcher (TEL) raksasa dengan konfigurasi 18×18 (9 sumbu roda).

Baca juga: Korea Selatan Kembangkan Rudal Balistik ALBM Hipersonik Untuk KF-21 Boramae, Profilnya Mirip Kinzhal

Pengungkapan citra ini menjadi penanda krusial bahwa alutsista berjuluk monster missile tersebut kini telah berstatus operasional penuh di bawah kendali komando strategis ROK Strategic Command dan Army Strategic Missile Command. Langkah Seoul pamer kekuatan ini secara langsung mengonfirmasi kesiapan doktrin Korea Massive Punishment and Retaliation (KMPR), yakni strategi penangkalan konvensional berdaya hancur tinggi untuk melumpuhkan pusat komando dan bunker bawah tanah musuh.

Hyunmoo-V menghadirkan dimensi dan bobot yang sangat tidak biasa untuk kategori rudal balistik konvensional non-nuklir. Rudal berpendorong roket padat dua tahap ini memiliki bobot total mencapai 36 ton, sebuah angka yang setara dengan rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) LGM-30 Minuteman-III milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Memiliki panjang fisik sekitar 16 meter dan diameter lambung 1,6 meter, Hyunmoo-V mengusung hulu ledak khusus (Special Warhead) penembus bunker (bunker buster) berbobot ekstrim mencapai 8 hingga 9 ton. Hulu ledak berbahan logam padat berdensitas tinggi ini dirancang untuk menghantam sasaran dengan kecepatan terminal mendekati Mach 10, menghasilkan energi kinetik murni yang sanggup menghancurkan struktur beton tebal atau fasilitas strategis yang tertanam jauh di kedalaman tanah.

Pada konfigurasi hulu ledak penuh (9 ton), jarak tembak efektifnya berada di kisaran 300 hingga 500 km, namun jangkauan operasionalnya dapat melonjak drastis hingga 3.000—5.500 km (kategori ICBM/IRBM) apabila menggunakan hulu ledak standar yang lebih ringan (500 kg – 1 ton).

Peluncurannya memanfaatkan metode cold launch dari tabung canister, di mana rudal dilontarkan keluar menggunakan tekanan gas sebelum motor roket utama menyala di udara guna melindungi kendaraan TEL 18×18 yang dilengkapi fitur kemudi semua roda (all-wheel steering).

Siaga Tinggi: Korea Selatan Mulai Tempatkan Rudal “Monster” Hyunmoo-V di Unit Garis Depan

Otoritas militer Korea Selatan juga memberikan konfirmasi bahwa pengembangan varian generasi berikutnya, yakni “Hyunmoo-6” dan “Hyunmoo-7”, saat ini sedang disiapkan. Kendati demikian, pihak militer dipastikan tidak akan terburu-buru mengumbar detail teknis maupun wujud fisik dari rudal masa depan tersebut kepada publik.

Strategi kerahasiaan informasi sejalan dengan pola yang diterapkan selama ini, di mana Kementerian Pertahanan Korea Selatan secara konsisten hanya mempublikasikan sebagian kecil spesifikasi dari versi mutakhir untuk keluarga rudal balistik Hyunmoo-2, rudal jelajah Hyunmoo-3, serta rudal penembus bunker Hyunmoo-4. Rilisan informasi yang lambat namun terukur dilakukan secara sengaja sebagai bagian dari kalkulasi penangkalan psikologis.

Balas Gertakan Korea Utara, Korea Selatan Sukses Luncurkan Rudal Balistik Hipersonik Hyunmoo-V

Di saat yang sama, militer Korea Selatan juga unjuk gigi dengan memamerkan detik-detik peluncuran wahana uji rudal jelajah hipersonik berbasis mesin scramjet yang dikenal sebagai Hycore. Laporan teknis menunjukkan bahwa proyek Hycore—yang memiliki panjang 8,7 meter, bobot 2.400 kg, serta mampu melaju stabil di atas kecepatan Mach 6—kini telah berhasil melampaui fase uji coba dasar dan secara cepat dikembangkan ke varian jelajah hipersonik operasional lanjutan untuk platform darat, udara, dan permukaan laut.

Langkah Seoul yang lihai dalam menyembunyikan dan hanya memperlihatkan sebagian dari alutsista penangkalnya secara terhitung membuktikan keunggulan strategi penggetar berteknologi tinggi yang patut diacungi jempol. (Gilang Perdana)

DF-61 Tampil Perdana di Victory Day: Rudal Balistik Antarbenua ‘TEL’ Terbaru dengan Jangkauan 12.000 Km

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *