
Medan pertempuran elektronik di palagan Ukraina kembali memanas seiring dengan keberhasilan militer Rusia mengerahkan alutsista pengacau sinyal terbarunya. Sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) mutakhir berkode Volna Kupol Garant (Wave Dome Guarantor) dilaporkan telah menunjukkan efisiensi taktis yang sangat tinggi dalam membungkam jaringan komunikasi satelit Starlink buatan Amerika Serikat yang selama ini menjadi urat nadi operasi militer Ukraina. (more…)

Lockheed Martin mewartakan telah sukses mendemonstrasikan integrasi sistem terbaru untuk merontokkan ancaman drone. Dalam uji coba penembakan langsung (live-fire testing), Lockheed Martin untuk pertama kalinya meluncurkan rudal JAGM (Joint Air-to-Ground Missile) dari sistem peluncur portabel berbasis kontainer bernama GRIZZLY untuk mengintersepsi drone penyerang satu arah (one-way attack drone) kategori Group 3. (more…)

Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (USSOCOM) sedang mengevaluasi platform perangkat lunak mobile revolusioner yang memungkinkan operator di medan tempur mengakses citra satelit komersial dan analisis data langsung melalui perangkat genggam Android. (more…)

Fenomena penggunaan perlindungan tambahan berupa struktur kandang atau jaring besi, yang populer disebut sebagai “cope cage,” kini resmi berpindah medium dari domain darat ke laut. Jika sebelumnya proteksi improvisasi ini hanya lazim terlihat pada atap tank atau kendaraan tempur di darat, laporan terbaru menunjukkan bahwa militer Rusia mulai menerapkan metode serupa pada armada kapal perang mereka. Langkah ini diambil sebagai respons pragmatis atas ancaman drone Ukraina di wilayah Laut Hitam. (more…)

Dunia dirgantara internasional dikejutkan dengan kemunculan mendadak mesin turbofan terbaru Turki, Güçhan (dibaca: Guchan), dalam pameran SAHA 2026 di Istanbul. Tanpa adanya pengumuman kontrak atau uji terbang sebelumnya, mesin kelas 42.000 lbf ini hadir sebagai “proyek hitam” yang dikelola langsung oleh Pusat Litbang Kementerian Pertahanan Turki. (more…)

Dinamika peperangan di Ukraina telah menempatkan drone First Person View (FPV) sebagai ancaman paling mematikan bagi kendaraan lapis baja dan konvoi logistik. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan pertahanan negara Rusia, Rostec, melalui anak perusahaannya Rosel Holding (bagian dari Vector Research Institute), resmi memperkenalkan inovasi terbaru dalam keluarga sistem anti-drone mereka yang diberi nama Serp-FPV. (more…)