
Sekitar empat tahun silam, nama rudal anti kapal RBS-15 MK3 lumayan santer diberitakan di media nasional, lantaran rudal jelajah dari Swedia turut ditawarkan oleh Saab dalam paket integrasi sistem dan persenjataan untuk KCR (Kapal Cepat Rudal) Klewang Class yang digarap oleh PT. Lundin Industry Invest (North Sea Boats). Bahkan sosok RBS-15 MK3 dalam wujud dummy pun pernah dibawa oleh tim Eurofighter Typhoon ke fasilitas hanggar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung. (more…)

Nama kapal perang ini, KRI Rakata 922, terasa asing ditelinga netizen, namun kapal perang dari Satban (Satuan Kapal Bantu) Komando Armada Timur ini punya rekam sejarah yang panjang. Meski dimensi dan bobotnya terbilang kecil, kapal dari jenis tug boat (kapal tunda) ini punya lika liku sejarah sejak era Perang Dunia II, bila ditakar dari aspek senioritas, KRI Rakata 922 sepantaran dengan LST (Landing Ship Tank) KRI Teluk Bone 511 yang terkenal karena pernah digunakan dalam penyerbuan pasukan sekutu di Pantai Normandia, Perancis. (more…)

130 hari merupakan waktu yang panjang dalam sebuah drama penyanderaan di Mapenduma, Papua. Sebelas peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 mengalami tragedi yang tak terlupakan saat disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik pada 8 Januari 1996. Lewat perjuangan dan lika liku upaya pembebasan, aksi militer yang dikenal sebagai Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma baru berakhir pada 9 Mei 1996. (more…)

Seolah mengikuti jejak TNI AU, rencananya TNI AL lewat Puspenerbal bakal membentuk skadron khusus drone/UAV (Unmamned Aerial Vehicle). Bila di TNI AU ada Skadron Udara 51 yang bermarkas di Lanud Supadio, Pontianak, maka nantinya skadron drone TNI AL akan bermarkas di Lanudal Juanda, Surabaya, dan kesatuan baru tersebut dibentuk dengan nama Skadron Udara 700. (more…)

Selain membawa 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer alias Howitzer Gerak Sendiri (GS) M109A4 BE 155 mm, pada 9 Juli lalu kapal kargo kargo berbedera Norwegia, MV Hoegh Chiba dilaporkan turut membawa empat unit tank commando dan satu mobile crane. Dan dari foto yang tersebar di jagad netizen, Nampak sosok yang diduga M992A2 Fire Direction Center Vehicle (FDCV) yang tengah diangkut dengan trailer di Pelabuhan Tanjung Priok. (more…)

Setelah pengiriman sebelumnya pada 25 Juli 2017, tepat setahun sesudahnya, yakni pada 9 Juli 2018, gelombang kedua Self Tracked Propelled Howitzer alias Artileri Swagerak jenis M109A4 BE 155 mm untuk Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Serupa dengan gelombang pertama, pada gelombang M109A4 terdiri dari 18 unit tank. (more…)

Jauh sebelum keberadaan flight drone intai Aerostrar yang kini menjadi arsenal Skadron Udara 51 TNI AU, maka flash back ke akhir kejayaan Orde Baru di tahun 1997, tanpa banyak diketahui publik, TNI sudah memiliki satu flight (4 unit pesawat) drone intai taktis. Keberadaan drone yang diketahui dari jenis Fox AT-1 terungkap dari dokumen transaksi persenjataan yang dituangkan oleh SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) 1991 – 2000 dan pernyataan dari Dirjen Sarana Pertahanan Dephan RI. (more…)

Setelah diluncurkan pada 26 Maret 2018, kapal patroli KRI Albakora 867 akhirnya diresmikan keberadaannya sebagai bagian dari arsenal Satrol (Satuan Kapal Patroli). Bertempat di Dermaga Sunda Kelapa, Batavia, Marina Ancol, Jakarta Utara, Senin (9/7/2018), KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji memimpin jalannya upacara peresmian KRI Albakora 867, sekaligus mengukuhkan komandan kapal pertama, Mayor Laut (P) Sony Sartantyo. (more…)

Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, wajar bila Korea Selatan rajin turut dalam gelaran latihan tempur yang digelar Negeri Uwak Sam, terkhusus yang terkait kawasan Asia Pasifik. Dan dari beragam tajuk latihan perang, Multilateral RIMPAC (Rim Of The Pacific) yang diselenggarakan dua tahun sekali di Hawaii, tak pernah luput dari kesertaan Negeri Ginseng tersebut. Bila Indonesia baru di 2014 mengirimkan kapal perangnya, maka armada kapal perang Korea Selatan sudah sejak 2002 terlibat aktif di RIMPAC. (more…)

Belum lama berselang, sosok kapal induk helikopter Jepang telah bertandang ke Indonesia, yakni JS Osumi (LST-4001). Kapal perang dari jenis Landing Platform Helicopter tersebut sengaja merapat untuk ambil bagian dalam ajang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 pada awal Mei lalu. Di MNEK 2018, JS Osumi dengan bobot 14 ribu ton hanya bisa ditandingi oleh kapal sejenis dari Perancis, BPC Dixmude L9015 (Mistral Class). (more…)