Smartphone Caterpillar B15Q dengan armband sebagai unit terminal BMS infanteri.
Selain satuan kavaleri, satuan infanteri TNI AD kedepan juga akan dimaksimalkan kemampuan operasi tempurnya dengan mengadopsi Battlefield Management System (BMS). Merujuk instruksi dari KSAD Jenderal TNI Mulyono, BMS CY-16H yang kini telah digunakan pada ratusan ranpur Anoa 6×6, MBT Leopard dan IFV Marder 1A3, juga akan diarahkan penerapannya pada level Batalyon Infanteri, khususnya untuk Infanteri Raider. (more…)
Tidak diketahui persis kapan dan dimana kejadian pada foto di atas, namun foto yang sempat viral di media sosial tersebut langsung mengingatkan kita pada salah satu varian panser Pindad Anoa 6×6, yang tak lain adalah Anoa 6×6 Ambulance. Jenis ransus (kendaraan khusus) lapis baja yang dirancang untuk mengatasi keadaan darurat atau situasi tidak terduga dalam suatu operasi. Anoa 6×6 Ambulance yang melengkapi arsenal Batalyon Infanteri Mekanis dan Kompi Kavaleri (Kikav) TNI AD menjadi generasi terbaru ransus lapis baja ambulans di TNI AD. (more…)
Saat mendengar seputar kemandirian industri alutsista, tentu ada rasa bangga dalam benak hati. Diantara bentuk kemandirian tersebut tercermin pada teknologi Battlefield Management System (BMS) yang dirilis perusahaan swasta nasional asal Bandung, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE). Bila di tahun 2015 serangkaian prototipe BMS baru diuji coba dan diperlihatkan ke media, maka kini ratusan ranpur lapis baja kavaleri TNI AD sudah mengadopsi teknologi BMS produksi dalam negeri. (more…)
Selain dipadatkan dengan latihan artileri medan, Kompi Korps Marinir dalam RIMPAC (Rim of Pacific) 2018 yang terdiri dari pasukan infanteri juga menggelar latihan bersama dengan Marinir Tuan Rumah (USMC). Salah satu silabus dalam latihan tersebut adalah penggunaan Senjata Bantu Infanteri (Senbanif). Dari beragam Senbanif TNI, Korps Marinir punya ciri khas tersendiri, yaitu bekal RPG (Rocket Propelled Grenade)-7, yang dalam laga RIMPAC 2018 dilakukan uji tembak dan pengenalan kepada Marinir AS di Pusat latihan US Army di Pohakuloa Training Area, Hawaiian Island, Hawaii, Amerika Serikat, Jumat (20/7/2018). (more…)
Banyak yang beranggapan bahwa laga latihan gabungan multilateral Pitch Black akan lebih terasa hangat bila menampilkan ‘duel’ antara pesawat tempur besutan Barat/NATO dengan pesawat produksi Rusia. Pith Black 2012 menjadi contoh, kala saat itu TNI AU menyertakan satu flight Sukhoi Su-27/Su-30 guna unjuk keganasan menandingi superioritas F/A-18 Hornet, F-16 Fighting Falcon dan F-15SG yang namanya lebih dulu moncer di kawasan. (more…)
Di sekitaran Oktober 2017, berita tentang protes Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tentang performa baterai di kapal selam KRI Nagapasa 403 (aka – Changbogo Class) mengemuka ke publik. Seperti telah banyak diwartakan, Menhan menyebut Kapal selam dirasa kurang bertenaga karena berbadan besar tapi tenaga listrik yang dipasok kecil. (more…)
Dalam jagad alutsista, boleh jadi Howitzer Tarik (Towed Howitzer) LG-1 MKII dari Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL layak menyandang predikat ‘duta artileri,’ pasalnya Howitzer buatan Perancis ini beberapa kali telah dibawa dalam operasi di luar negeri. Selain kini dua pucuk LG-1 MKII ikut disertakan dalam RIMPAC (Rim of Pacific) 2018, sebelumnya di RIMPAC 2014, tiga pucuk Howitzer juga pernah diboyong ke Hawaii. Bahkan dalam operasi pembebasan sandera MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia (2011), empat unit LG-1 MKII turut bersama tank BMP-3F dipersiapkan di lambung LPD KRI Banjarmasin 592, takkala suatu waktu ada perintah untuk melakukan operasi amfibi ke pesisir Somalia. (more…)
Diserahkannya review desain Kapal Cepat Rudal 60M (KCR-60M) batch-1 dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) kepada Kementerian Pertahanan RI, menyiratkan beberapa upaya penyempurnaan pada struktur dan performa kapal perang pengusung rudal anti kapal tersebut. Dari hasil evaluasi internal, KCR-60M batch-1 yang terdiri dari KRI Sampari 628, KRI Tombak 629 dan KRI Halasan 630 memang ditemui sejumlah kekurangan dan kelemahan. (more…)
Menyambung kesuksesan uji ‘mine blast test’ pada 12 Juli lalu di Lapangan Tembak, Batujajar, Bandung. PT Pindad telah mengumkan harapannya untuk dapat memproduksi secara massal medium tank Kaplan MT (Harimau Hitam) pada tahun 2019. Beragam program pengembangan dan uji coba terus dilakukan pada prototipe Harimau Hitam, tak lain untuk meraih sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad), yang merupakan pra syarat Harimau Hitam meraih order. (more…)
Bila dirunut dari awal diluncurkannya generasi awal (batch 1) Kapal Cepat Rudal 60M (KCR-60M) pada tahun 2014, maka kini telah eksis tiga nama kapal perang, yaitu KRI Sampari 628, KRI Tombak 629 dan KRI Halasan 630. Sebagai batch-1, ditemuinya beberapa ketidaksesuaian pada struktur dan performa kapal terasa wajar adanya. PT PAL pun melakukan serangkaian modifikasi pada batch-2, yang ditandai dengan diluncurkannya KRI Kerambit 627 pada Februari 2018. (more…)