Su-75 Checkmate Memasuki Tahap Perakitan Prototipe, Sukhoi Kejar Target Penerbangan Perdana

Biro Desain Sukhoi di bawah naungan United Aircraft Corporation (UAC) dilaporkan telah mengalihkan program jet tempur siluman generasi kelima Su-75 Checkmate ke tahap perakitan prototipe uji terbang (flight-prototype). Langkah ini menandai kemajuan manufaktur dari jet tempur mesin tunggal bernilai kisaran US$25 juta hingga US$30 juta tersebut.
Pimpinan Safir Analytical Centre, Alexei Bogatyrev, serta Direktur Jenderal UAC, Vadim Badekha, mengonfirmasi bahwa unit eksperimental kini tengah dirakit di Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur Yuri Gagarin—fasilitas yang sama dengan tempat produksi Su-57 Felon.
Di tengah proses perakitan fisik ini, industri pertahanan Rusia menghadapi tantangan teknis untuk membuktikan klaim efisiensi dan performa aerodinamis Su-75. Badekha menekankan bahwa status saat ini adalah pembuatan prototipe eksperimental, belum menyentuh tahap produksi masal atau pengujian kualifikasi penerbangan.
Meski Rostec mengklaim biaya operasional Su-75 akan enam hingga tujuh kali lebih murah dibandingkan F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat, para analis aviasi menekankan bahwa validasi biaya dan tingkat kesiapan tempur baru bisa diukur setelah prototipe menjalani uji statis, uji getaran darat (ground-vibration test), serta pengujian taxii di landasan.
Rusia Ajukan Paten Baru Desain Sukhoi Su-75 Checkmate – Varian Tandem Seat dan Tanpa Awak
Secara desain dan rekayasa aerodinamis, Su-75 Checkmate mengusung konfigurasi sayap cropped-delta, badan pesawat yang dalam, serta sirip ekor V-tail terintegrasi (all-moving ruddervators) untuk mereduksi bobot struktur dan jejak radar bagian belakang.
Pesawat ini mengandalkan Diverterless Supersonic Inlet (DSI) tunggal di bagian bawah (ventral) guna menyembunyikan bilah kompresor mesin dari paparan radar lawan. Berdasarkan paten revisi Sukhoi, struktur sayap dan flaperon sempat mengalami penyempurnaan desain untuk menjaga stabilitas kendali udara.
Untuk mendukung profil siluman, seluruh persenjataan utama disimpan di dalam internal weapons bay utama dan dua kompartemen samping, yang dirancang mampu mengusung hingga lima rudal udara-ke-udara seperti R-77M dan R-74M, atau amunisi presisi permukaan seperti Kh-59MK2 dan Kh-35.
Yuk, Intip Desain Weapon Bay Jet Tempur Stealth Sukhoi Su-75 Checkmate
Su-75 diproyeksikan menggunakan mesin turbofan afterburning tunggal dari keluarga Izdeliye 30 (AL-51F-1) atau Izdeliye 177 dengan pendorong thrust-vectoring control (TVC), yang ditargetkan mampu melesatkan pesawat hingga kecepatan Mach 1,8 hingga Mach 2,0 serta jangkauan jelajah tanpa tangki cadangan mencapai 2.900 kilometer.
Kokpit Checkmate dirancang mengusung arsitektur elektronik terbuka (open architecture), radar AESA, sensor Infrared Search and Track (IRST), serta sistem kecerdasan buatan (AI) untuk membantu tugas penerbang. Pihak UAC dan Rostec kini memfokuskan persiapan pada integrasi mesin, pengujian sistem hidrolik serta kelistrikan, sebagai tahapan krusial menuju uji terbang perdana yang diproyeksikan dalam waktu dekat guna menarik minat pasar ekspor internasional.
Sukhoi S-54/S-55: Kisah Jet Tempur “Mini Flanker” yang Nyaris Menjadi Pesaing Berat F-16
Potensi komersial dan strategi ekspor Su-75 sangat bergantung pada pembuktian janji manufaktur ini di lapangan, mengingat persaingan jet tempur siluman generasi kelima di pasar global kian memanas. Bagi negara-negara berkembang yang membutuhkan modernisasi armada udara namun terhalang oleh tingginya harga pembelian dan perawatan F-35, Checkmate menawarkan alternatif yang jauh lebih ekonomis.
Namun, jaminan dukungan suku cadang jangka panjang, keandalan sistem diagnostik otomatis Matryoshka, serta kepastian rantai pasokan di tengah sanksi internasional tetap menjadi poin krusial yang akan menentukan apakah Su-75 mampu mentransformasi daya tawar industri kedirgantaraan Rusia menuju kontrak pembelian. (Gilang Perdana)
UAC Pamerkan Model Skala LTA, Varian Tanpa Awak (Loyal Wingman) Sukhoi Su-75 Checkmate


