Tag: drone copter

DJI Technology Pasok 4.000 Unit Drone Mavic 3 Senilai US$14 Juta ke Ukraina, Total 20.000 Drone DJI Akan Dibeli

Meski pemerintah Cina secara tidak langsung ‘mendukung’ Rusia dalam operasi militer di Ukraina, namun ada anomali dari sisi bisnis, pasalnya perusahaan swasta asal Cina, DJI Technology Inc, tetap menjadi pemasok utama untuk drone untuk Ukraina. Lantaran DJI Technology menjadi produsen drone copter FPV (First Person View) terbesar di dunia, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal pernah menyebut bahwa negaranya sangat bergantung pada drone DJI Mavic buatan Cina. (more…)

Dukung Operasional di Medan Papua, Prajurit Korps Marinir Dibekali Drone Copter dari DJI Technology

(foto-foto: Dispen Kormar)

Pergerakan prajurit marinir di wilayah Papua akan mendapat kemudahan dengan kehadiran drone copter untuk tugas intai dan meningkatkan kesadaran situasional. Seperti pada Selasa, 16 April 2024, Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) menggelar uji coba dua unit sistem drone copter yang nantinya digunakan untuk tugas operasi Korps Marinir sebagai bagian dari Satgas Pengamanan dan Perbatasan (Pamtas) Mobile Indonesia-Papua Nugini 2024. (more…)

Dibekali Senapan Mesin dan Roket Anti Tank, Ukraina Gunakan Drone Pertanian DJI Agras T30 untuk Bertempur

(Twitter @Osinttechnical)

Ukraina secara terang-terangan menyatakan ‘bergantung’ pada pasokan drone dari DJI Technology. Di tangan para kreator, drone quadcopter sejenis DJI Mavic series telah terbukti berguna di medan peperangan berkat kemampuan FPV (First Person View). Bukan hanya oleh Ukraina, militer Rusia juga sedari awal memanfaatkan drone besutan manufaktur Cina ini untuk misi intai dan kamikaze. Namun belum lama ini terekam dalam postingan penggunaan drone yang lebih besar, yakni DJI Agras T30. (more…)

“Drone Bawa Drone”, Tingkatkan Jangkauan Jelajah Drone Quadcopter FPV di Medan Perang

Tak ada yang menyangkal keampuhan drone copter FPV (First Person View) dalam perang di Ukraina. Dengan FPV maka drone dapat dinavigasi secara jelas dari ‘kacamata’ pilotnya. Bahkan untuk keperluan dokumentasi plus propaganda, visual yang dihasilkan drone FPV saat mengenai sasaran mampu menciptakan impresi. Namun, tantangan dari drone quadcopter FPV terbentur pada jangkauannya yang terbatas. (more…)

Schiebel: “Kami Tidak Terlibat Rencana untuk Mempersenjatai Camcopter S-100”

Lewat email yang diterima redaksi Indomiliter.com, pihak Schiebel Elektronische Geraete GmbH selaku manufaktur drone copter Schiebel Camcopter S-100, memberikan klarifikasi atas artikel di Indomiliter.com yang menyebut drone asal Austria ini dapat dipersenjatai. Pihak Schiebel mengatakan bahwa S-100 tidak pernah menjadi drone tempur, meski diakui bahwa pada tahun 2008, salah satu mitra Schiebel pernah menampilkan konsep S-100 yang dipersenjatai rudal LMM (Lightweight Multirole Missile) produksi Thales Air Defence. (more…)

Karena Masalah Politik, Australia Batalkan Kontrak Pengadaan Schiebel Camcopter S-100

Angkatan bersenjata Australia terbilang unik, seperti belum lama berselang mengumumkan pengerahan drone Schiebel Camcopter S-100 dengan sensor Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendukung operasi pendaratan amfibi. Bahkan drone copter S-100 pada April 2018 telah merampungkan uji unmanned aerial system S-100 pada level shipborne evaluation. Tapi belum lama ini ada kabar bahwa kontrak pengadaan S-100 telah dibatalkan, dan pembatalan bukan terkait masalah teknis. (more…)

Jelang Pendaratan Amfibi, AL Australia Kerahkan Schiebel Camcopter S-100 dengan Sensor LiDAR

Nama drone Schiebel Camcopter S-100 buatan Austria sudah kondang digunakan oleh angkatan laut beberapa negara, sebut saja S-100 yang pernah ditawarkan ke TNI AL, saat ini dioperasikan oleh angkatan laut Perancis, Inggris dan Australia. Selain ‘bandel’ untuk tugas intai di atas lautan, S-100 juga bisa dipersenjatai, seperti dipasangi rudal Lightweight Multirole Missile (LMM). Nah, ada kabar anyar dari AL Australia tentang penggunaan S-100. (more…)

Russian Helicopters Sukses Uji Coba Drone Copter BAS-200, Mampu Terbang Sejauh 80 Km

(Rostec)

Meski industri dirgantara Rusia mendapat tekanan sebagai dampak perang Ukraina. Namun, inovasi pada pengembangan teknologi dirgantara tak lantas surut. Seperti dalam hal teknologi drone, selain menggeber kemampuan drone untuk kebutuhan militer, drone untuk kebutuhan sipil rupanya mendapat perhatian besar, bahkan belum lama ini telah mencapai prestasi tersendiri dalam uji coba drone copter BAS-200. (more…)