Meski pemerintah Cina secara tidak langsung ‘mendukung’ Rusia dalam operasi militer di Ukraina, namun ada anomali dari sisi bisnis, pasalnya perusahaan swasta asal Cina, DJI Technology Inc, tetap menjadi pemasok utama untuk drone untuk Ukraina. Lantaran DJI Technology menjadi produsen drone copter FPV (First Person View) terbesar di dunia, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal pernah menyebut bahwa negaranya sangat bergantung pada drone DJI Mavic buatan Cina. (more…)
Pergerakan prajurit marinir di wilayah Papua akan mendapat kemudahan dengan kehadiran drone copter untuk tugas intai dan meningkatkan kesadaran situasional. Seperti pada Selasa, 16 April 2024, Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) menggelar uji coba dua unit sistem drone copter yang nantinya digunakan untuk tugas operasi Korps Marinir sebagai bagian dari Satgas Pengamanan dan Perbatasan (Pamtas) Mobile Indonesia-Papua Nugini 2024. (more…)
TNI AD, khususnya satuan Artileri Medan (Armed) mendapat tambahan alutsista baru, yaitu berupa drone copter untuk menunjang misi Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance (ISTAR). Drone copter berukuran mini tersebut adalah Alpha A900 buatan perusahaan asal Spanyol, Alpha Unmanned Systems SL. (more…)
Ukraina secara terang-terangan menyatakan ‘bergantung’ pada pasokan drone dari DJI Technology. Di tangan para kreator, drone quadcopter sejenis DJI Mavic series telah terbukti berguna di medan peperangan berkat kemampuan FPV (First Person View). Bukan hanya oleh Ukraina, militer Rusia juga sedari awal memanfaatkan drone besutan manufaktur Cina ini untuk misi intai dan kamikaze. Namun belum lama ini terekam dalam postingan penggunaan drone yang lebih besar, yakni DJI Agras T30. (more…)
Tak ada yang menyangkal keampuhan drone copter FPV (First Person View) dalam perang di Ukraina. Dengan FPV maka drone dapat dinavigasi secara jelas dari ‘kacamata’ pilotnya. Bahkan untuk keperluan dokumentasi plus propaganda, visual yang dihasilkan drone FPV saat mengenai sasaran mampu menciptakan impresi. Namun, tantangan dari drone quadcopter FPV terbentur pada jangkauannya yang terbatas. (more…)
Lewat email yang diterima redaksi Indomiliter.com, pihak Schiebel Elektronische Geraete GmbH selaku manufaktur drone copter Schiebel Camcopter S-100, memberikan klarifikasi atas artikel di Indomiliter.com yang menyebut drone asal Austria ini dapat dipersenjatai. Pihak Schiebel mengatakan bahwa S-100 tidak pernah menjadi drone tempur, meski diakui bahwa pada tahun 2008, salah satu mitra Schiebel pernah menampilkan konsep S-100 yang dipersenjatai rudal LMM (Lightweight Multirole Missile) produksi Thales Air Defence. (more…)
Angkatan bersenjata Australia terbilang unik, seperti belum lama berselang mengumumkan pengerahan drone Schiebel Camcopter S-100 dengan sensor Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendukung operasi pendaratan amfibi. Bahkan drone copter S-100 pada April 2018 telah merampungkan uji unmanned aerial system S-100 pada level shipborne evaluation. Tapi belum lama ini ada kabar bahwa kontrak pengadaan S-100 telah dibatalkan, dan pembatalan bukan terkait masalah teknis. (more…)
Nama drone Schiebel Camcopter S-100 buatan Austria sudah kondang digunakan oleh angkatan laut beberapa negara, sebut saja S-100 yang pernah ditawarkan ke TNI AL, saat ini dioperasikan oleh angkatan laut Perancis, Inggris dan Australia. Selain ‘bandel’ untuk tugas intai di atas lautan, S-100 juga bisa dipersenjatai, seperti dipasangi rudal Lightweight Multirole Missile (LMM). Nah, ada kabar anyar dari AL Australia tentang penggunaan S-100. (more…)
Italia dan Perancis rupanya berkompetisi dalam pengembangan drone copter (VTOL) dengan kemampuan intai maritim. Bila Angkatan Laut Perancis mengembangkan Airbus VSR700 untuk tugas intai maritim, maka Italia lebih dulu mengembangkan drone copter intai maritim serupa. (more…)
Meski industri dirgantara Rusia mendapat tekanan sebagai dampak perang Ukraina. Namun, inovasi pada pengembangan teknologi dirgantara tak lantas surut. Seperti dalam hal teknologi drone, selain menggeber kemampuan drone untuk kebutuhan militer, drone untuk kebutuhan sipil rupanya mendapat perhatian besar, bahkan belum lama ini telah mencapai prestasi tersendiri dalam uji coba drone copter BAS-200. (more…)