Laporan terbaru dari industri pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa gelombang pertama (batch perdana) yang terdiri dari 100 drone multirotor berat berlabel “Berdysh” telah mulai dikerahkan dalam operasi militer Rusia di Ukraina. Drone ini dikembangkan oleh Uraldronzavod (Ural Drone Plant), pabrikan yang namanya kini mulai naik daun sebagai pusat inovasi sistem nirawak dari wilayah Ural. (more…)
Di akhir masa kejayaan Uni Soviet hingga masa transisi Federasi Rusia, Biro Desain Kamov yang terkenal dengan helikopter maritimnya melakukan eksperimen radikal. Mereka merancang Kamov Ka-137, sebuah drone dengan bentuk yang sangat tidak lazim. Berbentuk bulat sempurna seperti bola atau panggangan BBQ, drone ini dirancang untuk menjadi platform multirole yang mampu melakukan pengintaian, transmisi data, hingga pemantauan lingkungan berbahaya. (more…)
Selain beragam jenis rudal, roket dan bom udara, ranjau darat (permukaan) adalah amunisi yang jumlahnya melimpah, khususnya yang berasal dari peninggalan era Soviet. Ranjau darat yang dimaksud adalah TM-62, yang oleh Rusia dan Ukraina diupayakan untuk dapat dilepaskan oleh drone. (more…)
Bukan lagi drone copter berukuran mini, Cina kini memperkenalkan drone copter (helikopter) dengan ukuran sedang yang dirancang untuk terbang di ketinggian tinggi dan ideal untuk dukungan operasi militer di wilayah pegunungan. Dan yang dimaksud adalah Meyu Arrow, helikopter nirawak combat (UCAV) produksi Tengden Technology. (more…)
Pada tanggal 21 Oktober 2025, Angkatan Udara AS (USAF) berhasil mencapai tonggak sejarah penting di Nevada Test and Training Range (NTTR) yang menandai titik balik dalam doktrin perang udara modern. Demonstrasi tersebut melibatkan pesawat tempur siluman generasi kelima, F-22 Raptor, yang secara efektif memerintah dan mengendalikan pesawat nirawak (UAS) canggih, MQ-20 Avenger. Peristiwa ini bukan sekadar uji terbang; ini adalah validasi kritis terhadap konsep Crewed-Uncrewed Teaming (CUT), sebuah pilar utama yang akan mendefinisikan dominasi udara di medan tempur masa depan.
Drone kamikaze dengan kemampuan anti jamming sudah lazim didengar, namun, dinamika perang menuntut inovasi baru, seperti drone kamikaze anti jamming yang ditambahkan fiur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk memastikan sasaran dapat dihancurkan secara presisi. (more…)
Aksi baku hancur masih berlangsung antara militer Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan, setelah terekspos pengerahan Main Battle Tank (MBT) dan beragam jenis artileri berat, ada strategi baru dari militer Thailand yang merilis video serangan udara menggunakan wahana drone copter untuk melepaskan amunisi secara presisi ke pos dan depo amunisi pasukan Kamboja. (more…)
Hujan sanksi yang diterapkan Amerika Serikat dan Barat kepada industri Rusia, salah satunya dimaksudkan untuk menjegal produksi persenjataan dari Negeri Beruang Merah, pasalnya AS mengklaim sejumlah komponen berteknologi tinggi, seperti perangkat mini prosesor masih didatangkan dari luar Rusia. (more…)
Semestinya pengembangan drone copter bersenjata di Indonesia dapat bercermin dari apa yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina dalam konflinya yang masih berkobar. Dari kubu Rusia, drone quadcopter FPV (First Person View) yang dipersenjatai dengan roket anti tank RPG-26 Aglen nampak dominan digunakan, pasalnya senjata anti tank disposable ini punya bobot relatif ringan dan tersedia dalam jumlah besar. (more…)
Amerika Serikat telah mensahkan paket kucuran dana tambahan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina. Lantaran ada anggaran segar yang akan dikucurkan ke industri pertahanan, maka ada peluang bisnis di dalamnya. Sebut saja Feloni Aero, manufaktur drone yang berkantor di Washington DC, telah memperkenalkan dua jenis drone copter bersenjata yang disasar untuk penggunaan di Ukraina. (more…)