Mesir rupanya gercep (gerak cepat-red) untuk pengadaan alutsista, saat mendengar dibukanya penawaran penjualan arsenal persenjataan bekas oleh Kementerian Pertahanan Inggris, maka negara di Afrika Utara itu tak butuh waktu lama untuk memutuskan memborong dua kapal tanker/logistik sekaligus. (more…)
Entah kebetulan atau memang sudah direncanakan, namun faktanya, pamor frigat Type 23 Duke Class memang terjaga dengan baik di benak netizen Indonesia. Pertama, diwartakan Inggris sedang menjual dua unit frigat Type 23 Class yang akan dipensiunkan. Kedua, prosesi penandatanganan kontrak lisensi pembuatan dua unit frigat Arrowhead 140 antara Babcock International dan PT PAL Indonesia, juga dilangsungkan di salah satu frigat Type 23 Class, HMS Argyll (F231). (more…)
Ada yang menarik dari prosesi penandatanganan licence agreement frigat Arrowhead 140 antara PT PAL Indonesia dan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) pada 16 September 2021, yakni dilakukan di atas flightdeck helipad (tenda) HMS Argyll (F231). Dengan latar helikopter anti kapal selam AW159 Wildcat, seremoni tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Menhan Inggris Ben Wallace. Tentu ada makna tersendiri, mengapa prosesi itu dilakukan di frigat HMS Argyll. (more…)
Nama frigat Arrowhead 140 dalam beberapa hari ini menjadi buah bibir di Tanah Air, pasalnya PT PAL Indonesia telah mengantongi Licence Agreement dari Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock), untuk dua unit frigat Arrowhead 140 yang akan dibangun di fasilitas produksi PT PAL Indonesia di Surabaya. Dan masih terkait sensasi frigat buatan Inggris tersebut, rupanya hari Kamis (23/9/2021) menjadi momen bersejarah bagi debut frigat Arrowhead 140. (more…)
Tak sedikit warganet Indonesia yang kaget saat mengetahui untuk mengakuisisi kapal perang (baru) sekelas frigat membutuhkan waktu 4-5 tahun. Belum lagi, saat diluncurkan sang frigat masih dalam kondisi kosongan, alias tanpa bekal persenjataan yang lengkap, maklum kontrak pengadaan persenjataan dan sensor terpisah dalam skema FBNW (Fitted But Not With). (more…)
Mencermati pengadaan alutsista di matra laut, khususnya untuk kelas heavy fregate seperti membuat bingung warganet. Belum ada kejelasan atas kelanjutan dari satu kesepatakan yang sudah dibuat, sudah ada kesepatakan lain yang bernada serupa. Tidak masalah memang, namun bila melihat realita anggaran pertahanan yang terbatas, kadang manuver rencana pengadaan kapal perang di lini frigat membuat sejumlah tanda tanya, terlebih melihat potensi ancaman yang ada di depan mata. (more…)
Warganet pemerhati dunia arhanud di Tanah Air tentu mengenal sosok Meggit BTT-3 Banshee dan Banshee Whirlwind, pasalnya kedua target drone dengan cat kuning-oranye tersebut acap kali digunakan Arhanud TNI AD dalam melakukan latihan tembak rudal pada sasaran bergerak. Dan masih dari keluarga Banshee, dikabarkan varian Banshee yang bermesin jet, Banshee Jet-80 dioperasikan dari kapal induk. (more…)
Sedikit tertunda dari waktu yang dijadwalkan, Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) diwartakan baru memulai pelayaran kedua Offshore Patrol Vesssel (OPV) – HMS Tamar dan HMS Spey pada 7 September lalu, kedua kapal patroli itu diberangkatkan lewat sebuah upacara di Pangkalan Angkatan Laut HM Portsmouth. Sesuai keterangan terdahulu, kedua OPV yang akan bertugas permanen di Indo Pasifik itu akan ditepatkan mulau Agustus 2021. (more…)
Ibarat ada gula ada semut, konvoi kapal perang Inggris dan sekutunya dalam Carrier Strike Group 21 (CSG-21) rupanya telah memikat perhatian armada Cina untuk menguntit, terlebih ketika konvoi CSG-21 yang berintikan kapal induk HMS Queen Elizabeth melintas di kawasan Laut Cina Selatan. Tak ingin berhadapan langsung, diketahui kapal selam serang nuklir milik AL Cina telah membayangi pergerakan CSG-21. (more…)
Gugus tempur Inggris dalam Carrier Strike Group (CSG)-21 kini sudah berada atau mungkin saat tulisan ini diturunkan sudah melintasi kawasan Laut Cina Selatan. Dengan dibayang-bayangi armada laut Cina, konvoi CSG-21 terus mantab berlayar menuju tujuan akhir di Perairan Jepang. (more…)