Pergerakan gugus tempur laut Inggris dalam Carrier Strike Group (CSG)-21 kini tengah menjadi perhatian dunia, berlayar sejauh 25.000 nautical mile, CSG-21 hadir dengan membawa panji-panji kebesaran Angkatan Laut Inggris, termasuk memamerkan sang maskot kapal induk HMS Queen Elizabeth. (more…)
Inggris sepertinya punya strategi untuk meramaikan Laut Cina Selatan (LCS), selain rombongan besar Carrier Strike Group 21 (CSG21) yang akan melintas di kawasan penuh sengketa tersebut, ada kabar terbaru datang dari orang nomer satu di Angkatan Laut Inggris (Royal Navy), Admiral Sir Tony Radakin yang menyebut armada kapal perang Inggris tidak hanya hadir secara temporer di kawasan itu. (more…)
Tak sedikit warganet yang dibuat takzim dengan apa yang dilakukan Iran, yaitu dengan mengubah kapal niaga (tanker) menjadi kapal induk multiguna. Sebut saja kapal IRINS Makran 441 yang beratnya mencapai 106.000 ton, kini masih menjadi andalan Iran sebagai pangkalan apung di Selat Hormuz. Namun, jauh sebelum itu, gagasan mengubah kapal niaga menjadi ‘kapal induk’ sudah lebih dulu dilakukan oleh Inggris. (more…)
Belum sempat pamer kekuatan di Laut Cina Selatan, ada kabar bahwa sejumlah personel dalam Carrier Strike Group (CSG)-21 terserang virus Covid-19. CSG-21 adalah gugus tempur laut yang terdiri dari 9 kapal perang dengan pusat kekuatan ada pada kapal induk HMS Queen Elizabeth, yang nobatene menjadi kapal perang terbesar milik AL Inggris. (more…)
Nama HMS London memang tak sekondang HMS Defender yang pada 23 Juni lalu melintasi Laut Hitam dan terlibat provokasi dengan Angkatan Laut Rusia. Namun, di kalangan penggiat dunia spionase, HMS London (Frigat Type 22) punya kisah tersendiri, dikomandani Kapten Douglas Littlejohns, HMS London dengan berani melakukan prank saat berlayar di lepas pantai Uni Soviet, Laut Baltik pada tahun 1987. Nah, seperti apakah sosok HMS London ini? (more…)
Belum lama ini telah terjadi insiden di Laut Hitam yang melibatkan frigat AL Inggris HMS Defender dan frigat AL Belanda HNLMS Evertsen yang ‘berhadapan’ dengan Angkatan Laut Rusia. Aksi provokasi antara elemen NATO dan Rusia tersebut bahkan telah memicu ketegangan baru yang dapat memicu kontak senjata. Dan di dekade 80-an nyatanya pernah terjadi ketegangan serupa antara Inggris dan Rusia. (more…)
Hubungan Inggris dan Rusia dalam beberapa hari ini kian memanas, khususnya setelah adanya insiden saling klaim dan provokasi di Laut Hitam pada 23 Juni lalu. Pihak Rusia beranggapan, bahwa kapal perang Inggris, destroyer HMS Defender telah memasuki kawasan lepas pantai Krimea yang dicaplok Rusia. Moskow menganggap tindakan Angkatan Laut Inggris di Laut Hitam “berbahaya”. (more…)
Dalam dunia militer dan intelijen, kemampuan mendeteksi pancaran sinyal radio lawan adalah suatu keunggulan tersendiri yang harus dimiliki. Saat lokasi pancaran sinyal radio lawan diketahui, maka bakal lebih mudah untuk melakukan operasi lanjutan, seperti untuk penghancuran sarana komunikasi lawan sampai kegiatan penyadapan. (more…)
Hadirnya rudal anti kapal dengan kecepatan supersonik/hipersonik, membuat sistem hanud (pertahanan udara) pada kapal perang harus mendapat ‘penataan’ ulang. Kecepatan radar dalam melakukan deteksi, harus diimbangi dengan seberapa cepat operator dapat mengambil keputusan di saat-saat kritis. (more…)
Melaju dengan RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat), pergerakan tim VBSS (Visit, Board, Search and Seizure) tentunya mendapat dukungan dan pantauan penuh dari kapal perang utama. Namun faktanya, VBSS termasuk aksi yang beresiko tinggi, bukan saja pada saat proses naik ke kapal sasaran, tapi bagaimana kesiapan personel saat berada di kapal sasaran juga menjadi perhatian penting. Segala sesuatu bisa saja terjadi pada tim VBSS, termasuk tiba-tiba menghadapi upaya perlawanan bersenjata dari awak kapal atau perompak. (more…)