
Meski belum jelas kapan realisasinya, proyek kapal selam tanpa awak telah dicanangkan di Indonesia. Sebut saja yang terbaru adalah perjanjian kerja sama antara PT PAL Indonesia dengan Diehl Defence dari Jerman. Dan ada update di segmen kapal selam tanpa awak – Unmanned Underwater Vehicle (UUV), Angkatan Laut Inggris belum lama ini diwartakan telah menandatangani kontrak pembelian kapal selam tanpa awak berukuran besar – Extra Large Uncrewed Underwater Vehicle (XLUUV). (more…)

Sejak awal 2021, sejumlah vendor rudal anti kapal telah menyodorkan proposal penawaran ke Kementerian Pertahanan Inggris, yakni terkait rencana penggantian sistem rudal rudal anti kapal Harpoon yang ada di kapal perusak (destroyer) Type 45 dan frigat Type 23, yang akan berakhir masa aktifnya pada tahun 2023. (more…)

Leonardo AW159 Wildcat milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) berhasil memecahkan rekor untuk performa baru, dimana helikopter anti kapal selam dan multipurpose yang juga digunakan Angkatan Laut Filipina itu, untuk pertama kalinya dapat terbang membawa 20 rudal sekaligus dalam dua stub wing-nya. Ke-20 rudal itu terbagi dari dua jenis, yakni rudal Martlet dan Sea Venom. (more…)

Kapal perang milik Angkatan Laut Inggris yang satu ini terbilang unik dan sempat menjadi trending topik pada pertengahan 2021. Bukan karena sistem senjata yang dibawanya, jenis Offshore Patrol Vesssel (OPV), yakni HMS Tamar dan HMS Spey, debutnya ramai disebut saat terjadi ketegangan di Laut Cina Selatan, di mana kedua OPV itu mendapat penugasan dari Imperium Britania, yakni dengan penempatan semi permanen di wilayah Indo Pasifik selama lima tahun. (more…)

Setiap zaman yang menandakan perjalanan TNI AL, selalu dikenal istilah flagship, yakni kapal perang yang dipersepsikan sebagai yang tercanggih di armada kapal eskorta. Bila saat ini flagship armada TNI AL adalah dua frigat RE Martadina Class, maka rangkaian sejarah telah mencatat, bahwa flagship pertama TNI AL (d/h ALRI) adalah KRI (RI) Gajah Mada, yang komandan pertamanya adalah Mayor RE Martadinata. (more…)

Pada 12 Desember 2021, Kementerian Pertahanan Inggris telah merilis kabar, bahwa kegagalan beserta tim penyelaman dari Amerika Serikat, berhasil mengangkat bangkai F-35B Lightning II Inggris yang jatuh di Laut Mediterania pada 17 November 2021. Di tengah gelombang yang ganas, setidaknya diperlukan waktu dua minggu untuk menentukan posisi jatuhnya pesawat dan beberapa hari berikutnya untuk proses mengeluarkan ke permukaan. Namun, bagi netizen, “tidak ada gambar = hoax.” (more…)

Pada 12 Desember 2021, Kementerian Pertahanan Inggris telah merilis kabar, bahwa pihaknya beserta tim penyelaman dari Amerika Serikat, berhasil mengangkat bangkai F-35B Lightning II Inggris yang jatuh di Laut Mediterania pada 17 November 2021. Di tengah gelombang yang ganas, setidaknya dibutuhkan waktu dua minggu untuk menentukan posisi jatuhnya pesawat dan beberapa hari berikutnya untuk proses evakuasi ke permukaan. Namun, bagi netizen, “no pic = hoax.” (more…)

Masih hangat dalam ingatan tentang berita jatuhnya jet tempur stealth F-35B Lightning II milik Inggis yang berpangkalan di kapal induk HMS Queen Elizabeth. Peristiwa yang terjadi pada 17 November 2021 di Laut Mediterania itu sontak menjadi topik bahasan internasional, terutama seputar sebab musabab pesawat yang jatuh saat kondisi cuaca cerah. (more…)

Ada kabar dari akun Twitter Humas Kementerian Pertahanan Inggris @DefenceHQPress yang diposting 17 November 2021 pukul 10.05 WIB, disebutkan penerbang jet tempur F-35B Angkatan Udara Inggris yang bermarkas di kapal induk HMS Queen Elizabeth telah melontarkan diri. HMS Queen Elizabeth sebagai kekuatan utama Carrier Strike Group (CSG)-21 diketahui sedang dalam pelayaran kembali ke Inggris, setelah melewati misi jarak jauhnya pertama ke Indo Pasifik. (more…)

Bangladesh terbilang gercep (gerak cepat) saat menangkap peluang tawaran alutsista bekas. Setelah pada April 2020 tuntas menerima lima unit pesawat angkut C-130J Super Hercules eks Royal Air Force (RAF), kini ada kabar, bahwa Pemerintah Bangladesh telah mencapai kesepatakan dengan Pemerintah Inggris untuk mengakuisisi lima kapal perang untuk memordenisasi kekuatan Angkatan Laut Bangladesh. (more…)