Bulan September mendatang, Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN) akan merilis tinjauan kapal perang permukaan independen dalam Defence Strategic Review. Nantinya dari situ akan diputuskan tentang rencana strategis di masa depan untuk armada kapal perang permukaan. Yang salah satu poinnya adalah, apakah AL Australia membutuhkan kehadiran kapal perang sekelas korvet? (more…)
Seolah ingin menandingi hegemoni Cina di Indo Pasifik, Australia kian kokoh dalam membangun kekuatan bawah laut. Selain proyek kapal selam bertenaga nuklir yang melibatkan pakta pertahanan AUKUS, Negeri Kanguru juga gencar mengumandangkan pengembangan kapal selam tanpa awak berukuran besar, yang diklaim dapat mendukung misi riset bawah air dan pertahanan. Dan masih terkait domain kekuatan bawah air, Australia telah mengakusisi kapal jenis Undersea Support Vessel bertonase besar. (more…)
Bila sebagian kapal kombatan TNI AL mengadopsi sistem anti rudal produksi Terma dari Denmark, maka tetangga di selatan Indonesia juga menerapkan teknologi anti rudal yang serupa. Namun, Angkatan Laut Australia memilih solusi dari Rheinmetall, Jerman, guna memberikan proteksi armada kapal perangnya dari rudal anti kapal dan rudal berpemandu laser. (more…)
Dengan desain payload modular, nama Arafura class mengemuka sebagai OPV (Offshore Patrol Vessel) andalan Angkatan Laut Australia (RAN), yang mengemban tugas meronda teritorial laut Negeri Kanguru. Dan dari ajang IMDEX 2023 di Singapura, ada kabar bahwa AL Australia tengah mempertimbangkan instalasi modul sistem hanud C-Dome di deck helipad Arafura class. (more…)
Sebagai langkah konkrit dari pembentukan pakta pertahanan AUKUS, Pemerintah Australia memproyeksikan kemampuan serang jarak jauh dalam merespon tantangan keamanan di masa depan. Di antara elemen senjata dengan kemampuan serangan jarak jauh yang dimaksud adalah pengadaan rudal jelajah (cruise missile) Tomahawk buatan AS untuk kebutuhan Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN). (more…)
Dari pemberitaan selama ini, kebanyakan kapal perang Australia yang melintasi wilayah perairan Indonesia adalah yang bertonase besar dan dilengkapi fasilitas untuk wahana pendukung. Sebut saja dalam hal ini adalah helipad dan helikopter berikut hanggarnya. Pun demikian dengan kapal survei bawah laut – hidro oseanografi HMAS Melville (A 246) yang pada hari Kamis, 14 Juli lalu berada di perairan Bali. Meski kapal hidro oseanografi dari Leeuwin Class survey vessel itu dilengkapi helipad, namun, pada pelayaran saat itu tidak membawa helikopter yang on board.(more…)
Seiring pembentukan pakta pertahanan AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris, Australia telah memproklamirkan bakal mengakuisisi delapan unit kapal selam bertenaga nuklir. Meski begitu, bukan perkara mudah untuk mewujudkan mimpi tersebut. Terlepas dari mana kapal selam nuklir itu akan dibangun nantinya, satu yang pasti kapal selam nuklir bila didatangkan dalam wujud baru, maka akan makan waktu panjang, dimana diproyeksikan baru dapat diterima Angkatan Laut Australia (RAN) pada tahun 2040. (more…)
Selain obsesinya untuk membangun kapal selam nuklir dalam naungan pakta AUKUS (Australia – United Kingdom – United States), Angkatan Laut Australia rupanya juga punya proyeksi lain untuk memperkuat lini kekuatan bawah lautnya. Persisnya Departemen Pertahanan Australia telah mengumumkan proyek pengembangan wahana tanpa awak yang disebut XLAUV (Extra–Large Autonomous Underwater Vehicle). (more…)
Terlepas dari insiden serangan laser yang dilancarkan kapal perang Cina ke arah pesawat intai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Laut Australia di Laut Arafura, rupanya tensi antara Beijing dan Canberra memang sudah tinggi di kawasan Pasifik Selatan. Kilas balik ke musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Tonga pada 14 Januari lalu, Australia dan Cina menjadi dua negara yang memberikan bantuan secara langsung dalam skala besar lewat armada kapal perang. (more…)
Pernyataan keras Perdana Menteri Australia Scott Morrison atas insiden serangan laser yang diarahkan kapal perang Angkatan Laut Cina ke pesawat intai P-8A Poseidon di Laut Arafura pada 17 Februari lalu, telah mendapat respon dari Pemerintah Cina. Tanpa mengakui ada atau tidaknya insiden pelaseran, Pemerintah Cina lewat Kementerian Luar Negeri justru menyatakan apa yang dilakukan AL Australia adalah suatu bentuk provokasi. (more…)