Rosoboronexport Pamerkan Teknologi Keamanan Mutakhir dan Konsep Anti Drone di KTT Rusia-Afrika Ketiga

Industri pertahanan Rusia kembali memperkuat cengkeraman di pasar benua hitam seiring langkah Rosoboronexport JSC—bagian dari Korporasi Negara Rostec—yang dipastikan tampil agresif dalam ajang KTT Rusia-Afrika Ketiga dan Forum Ekonomi-Humanitaria yang diselenggarakan di Gostiny Dvor, Moskow, pada 28–29 Oktober 2026.
Baca juga: Rosoboronexport Perkenalkan Proyek “Anti-Drone Dome” di KTT Rusia-Afrika Ketiga
Dalam pameran akbar ini, Rosoboronexport tidak hanya mendemonstrasikan solusi mutakhir untuk menjamin keamanan negara dan publik, tetapi juga menawarkan model kerja sama teknologi jangka panjang yang berfokus pada pengembangan bersama (joint development) serta produksi lokal (local production) di wilayah negara-negara mitra Afrika.
Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev, menegaskan bahwa kawasan Afrika merupakan salah satu wilayah paling strategis dalam kerja sama militer-teknnis global, di mana portofolio pesanan aktif dengan negara-negara di benua tersebut saat ini menyumbang sekitar 30% dari total nilai kontrak perusahaan.
Pameran alutsista kali ini menyoroti berbagai sistem tanpa awak (unnamed aerial vehicles/UAV) paling diburu di medan tempur modern, seperti amunisi berkeliaran (loitering munition) KUB-2E, UAV intai Skat 350M buatan Kalashnikov Group, sistem intai-serang Lancet-E dari ZALA, hingga UAV intai S350M-E besutan Rostec.
Dubai Airshow 2025: Zala Aero Pamerkan Varian Drone Kamikaze Lancet E yang Ditingkatkan
Salah satu daya tarik utama yang diusung Rosoboronexport dalam KTT ini adalah peluncuran konsep perlindungan komprehensif bertajuk Anti-Drone Dome, sebuah sistem penangkalan terpadu untuk melindungi fasilitas vital, personel, dan warga sipil dari serangan drone.
Konsep ini mengintegrasikan deretan sistem pertahanan udara dan anti-drone kelas atas buatan Rostec dan High-Precision Systems, mulai dari sistem Hanud Pantsir-SMD-E dan Self-Propelled Anti-Aircraft Gun-Missile (SPAAGM) Pantsir-S1M, MANPADS Verba, senapan mesin anti-drone jarak dekat TKB-1167, hingga meriam anti-drone kaliber 30mm ZAK-30 Citadel. Tak ketinggalan, ragam perangkat Perang Elektronik (Electronic Warfare) untuk mendeteksi serta melumpuhkan drone seperti Silok, Repellent-Patrol, Sky-Hunter 4PC, dan Radescan Anti-Drone juga turut dipamerkan.
Selain teknologi nirawak dan pertahanan udara, Rosoboronexport turut memboyong portofolio perlengkapan pasukan khusus (special forces), senjata ringan, optik, hingga senapan serbu Kalashnikov dan senapan runduk (sniper system) terbaru seperti senapan semi-otomatis taktis SKL ZOV Shturm dan sistem sniper Specter dari BespokeGun.
Di sektor siber, perusahaan memamerkan solusi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (neural networks) berupa sistem intelijen sumber terbuka OSINT, platform penangkalan serangan siber, deteksi kerentanan, identifikasi kebocoran data, serta sistem video analitik dari mitra teknologi Rostec, NTechLab.
Sebagai agenda pendukung, Rosoboronexport juga mengorganisasi sesi panel khusus bertajuk “The Architecture of Indivisible Sovereignty: Comprehensive Russian Technologies for Ensuring Stability and Security in African Nations” guna membahas strategi penanggulangan terorisme, kejahatan lintas batas, hingga kedaulatan digital. Melalui KTT ini, Rusia memantapkan posisinya bukan sekadar sebagai penyuplai persenjataan, tetapi sebagai mitra strategis jangka panjang yang menawarkan kerja sama alih teknologi mandiri bagi modernisasi industri pertahanan di Afrika. (IM)


