Gantikan Type 209 Gaek, Perancis dan Jerman Bersaing Tawarkan Tiga Kapal Selam Baru untuk Argentina

Kawasan Atlantik Selatan kembali menghangat seiring langkah ambisius Pemerintah Argentina di bawah Presiden Javier Milei untuk membangkitkan kembali kekuatan bawah air Angkatan Laut Argentina (Armada de la República Argentina).

Baca juga: Bedah SUBTICS: ‘Otak’ Kapal Selam Scorpene yang Pangkas Awak Hingga Sisa 30-an Personel

Pasca ancaman retoris Milei mengenai klaim kedaulatan atas Kepulauan Falkland (Malvinas), dua raksasa galangan kapal perang utama Eropa—Naval Group asal Perancis dan ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) asal Jerman—dilaporkan terlibat persaingan sengit (head-to-head) demi memenangkan kontrak pengadaan minimal tiga unit kapal selam konvensional (diesel-elektrik) untuk melengkapi armada tempur laut Buenos Aires.

Persaingan dua produsen utama kapal selam diesel-elektrik dunia ini mengemuka setelah Panglima Angkatan Bersenjata Argentina, Laksamana Marcelo Dalle Nogare, mengonfirmasi bahwa baik Perancis maupun Jerman telah mengajukan penawaran resmi untuk memproduksi kapal selam pemburu (hunter-killer submarines) generasi baru.

Dalam tawaran agresifnya, Naval Group menyodorkan kapal selam Scorpene Class—platform modern berteknologi tinggi yang juga dioperasikan oleh tetangga Argentina, Angkatan Laut Cili. Sementara itu, galangan kapal TKMS Jerman mengajukan desain terbarunya, Type 209NG (Next Generation), yang mengusung penyempurnaan dari trah legendaris keluarga kapal selam Type 209.

Pasca Tekuk Hanwha Ocean, TKMS Jerman Bawa Investasi Kapal Selam US$100 Miliar ke Kanada

Upaya pengadaan alutsista baru ini menjadi prioritas mendesak mengingat kondisi armada kapal selam Argentina yang saat ini mengalami kelumpuhan total (zero operational submarine capability). Saat ini, Angkatan Laut Argentina secara praktis tidak memiliki satu pun kapal selam yang siap beroperasi secara tempur.

Kapal selam ARA Salta (S-31) dari kelas Type 209/1200 buatan Jerman yang dibeli pada dekade 1970-an kini sudah sangat gaek dan tidak lagi layak untuk melakukan patroli penyelaman dalam. Sementara itu, armada kapal selam kelas TR-1700 buatan Thyssen Nordseewerke—yakni ARA Santa Cruz (S-41)—telah mangkrak bertahun-tahun dalam proses overhaul yang tak kunjung selesai akibat keterbatasan anggaran domestik, serta hilangnya kapal selam sekelasnya, ARA San Juan (S-42), dalam tragedi tenggelam di Samudra Atlantik pada November 2017 silam.

ARA San Juan S-42: Nahas di Atlantik Selatan, Inilah Kapal Selam Diesel Listrik Tercepat

Sisi menarik dari kompetisi industri pertahanan ini tidak hanya terletak pada superioritas teknologi pertahanan laut yang ditawarkan, tetapi juga fleksibilitas struktur pendanaannya. Baik Perancis maupun Jerman dilaporkan siap memberikan jaminan pendanaan skema kredit penuh (fully funded) dari pemerintah masing-masing. Fasilitas pendanaan ini memungkinkan Argentina membayar pengadaan Alutsista bernilai miliaran dolar tersebut secara mencicil, sebuah opsi manis yang sangat dinantikan Buenos Aires untuk menggantikan armada kombatan bawah airnya yang lapuk.

Tiga Negara ini Masih Operasikan Kapal Selam Type 209 yang Lebih Tua dari Milik Indonesia

Langkah modernisasi armada bawah air Argentina ini sontak memicu alarm kewaspadaan tinggi bagi Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street. Para analis dan pengamat militer di London memperingatkan bahwa jika Argentina berhasil mengamankan tiga unit kapal selam diesel-elektrik canggih tersebut, kapabilitas tempur bawah air ini akan menjadi faktor pemicu perubahan peta kekuatan (game changer) yang membahayakan posisi militer Inggris di Kepulauan Falkland.

Masuknya tawaran dari galangan kapal utama Perancis dan Jerman ini sekaligus menciptakan ironi diplomatik bagi London, mengingat Inggris saat ini tengah berupaya mempererat hubungan pertahanan dan ekonomi pasca-Brexit dengan mitra Eropa pasca-pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz. (Bayu Pamungkas)

Ada Pengaruh Perang Dingin, Inilah Latar Belakang Dipilihnya Type 209/1300 Sebagai Kapal Selam TNI AL

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *