Rekor Ekspor Turki: Tiga Korvet LMS (Ada Class) Batch 2 Malaysia Tuntas Diluncurkan dalam Empat Bulan

Industri pertahanan Turki kembali mencatatkan rekor impresif. BUMN galangan kapal STM secara resmi meluncurkan kapal ketiga sekaligus terakhir dalam program Littoral Mission Ship (LMS) Batch 2 untuk Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), yakni PCU Tunku Osman Jewa (143) pada 9 Agustus 2026 di Istanbul Shipyard.
Prestasi ini terbilang luar biasa karena STM berhasil menyelesaikan tahap peluncuran (launching) ketiga unit korvet seberat 2.500 ton tersebut—diawali PCU Tunku Laksamana Abdul Jalil pada Mei dan PCU Raja Laut pada Juni—hanya dalam rentang waktu empat bulan.
Program ini menorehkan sejarah sebagai proyek ekspor korvet pertama Turki ke kawasan Asia-Pasifik. Berbasiskan desain korvet Ada Class (MILGEM) yang teruji, ketiga kapal perang ini kini memasuki fase pengerjaan interior (outfitting) serta uji coba laut (sea trials), dengan target pengiriman bertahap dimulai pada akhir tahun 2027 mendatang.
Keunggulan utama dari korvet LMS Batch 2 TLDM ini terletak pada integrasi ekosistem pertahanan Turki yang masif, di mana lebih dari 50 perusahaan industri lokal Turki terlibat menyokong sensor dan persenjataannya. Radar dan sensor utama dipercayakan pada radar 3D AESA Aselsan CENK-S untuk memantau ancaman udara dan permukaan secara presisi.
Turkish defense firm STM launched the third and final corvette for the Royal Malaysian Navy, completing all three launches in just four months.
The ships — built under Türkiye’s first corvette export to Asia-Pacific — are now entering outfitting and sea trials, with delivery… pic.twitter.com/IvLvadrIbS
— Clash Report (@clashreport) August 9, 2026
Sistem Manajemen Tempur (Combat Management System/CMS) LMS ini mengusung Havelsan Advent (G-MSYS) yang memungkinkan pertukaran data taktis terintegrasi antar armada secara real-time. Sementara itu, lini pertahanan elektronik (electronic warfare) dibekali sistem Ares-2N ESM buatan Aselsan untuk mendeteksi serta mengganggu radar musuh.
Di sektor persenjataan dan performa teknis, korvet berukuran panjang 99,56 meter dan lebar 14,42 meter ini ditenagai sistem pendorong CODAD empat mesin diesel yang mampu melaju hingga kecepatan puncak di atas 26 knot, serta memiliki daya jelajah sejauh 4.000 mil laut.
Malaysia Adopsi K-SAAM (Haegung) untuk Rudal Hanud VLS di LMS Batch 2 (Korvet Ada Class)
Sebagai pemukul jarak jauh utama, kapal perang dengan kapasitas 111 personel ini dibekali 8 peluncur rudal jelajah anti-kapal Roketsan Atmaca yang berjangkauan hingga 250 km. Daya gempur kinetik dan pertahanan udaranya makin solid berkat kombinasi meriam utama OTO Melara 76 mm Super Rapid, kanon remote control Aselsan SMASH 30 mm, serta 16 sel Vertical Launching System (VLS) untuk rudal pertahanan udara K-SAAM. Sektor buritan juga dilengkapi hanggar dan geladak penerbangan yang sanggup menampung helikopter ukuran sedang maupun drone pengintai.
Kehadiran korvet anyar ini menandai lompatan kualitatif yang signifikan bagi kekuatan maritim Malaysia. Berbeda dengan LMS Batch 1 buatan Cina (Keris Class) yang murni difungsikan untuk patroli permukaan tanpa persenjataan tempur berat, LMS Batch 2 garapan STM ini menjelma menjadi korvet tempur multi-peran berdaya getar tinggi.
Dengan integrasi rudal anti-kapal Atmaca, sistem pertahanan udara vertikal, serta kapabilitas perang elektronik modern, penyerahan ketiga kapal ini di akhir tahun 2027 dipastikan akan mendongkrak otot militer Malaysia di kawasan Laut Cina Selatan. (Gilang Perdana)
Diluncurkan di Turki, Korvet Pertama LMS Batch 2 Malaysia Pasang Rudal Atmaca Pengganti NSM


