PGS Northrop Grumman: Senjata Pelontar Granat 25mm dengan Desain Kompak Senapan Serbu

Selama ini, nama Northrop Grumman lebih lekat dengan kecanggihan pesawat siluman dan sistem radar raksasa. Namun, raksasa pertahanan ini rupanya juga melakukan terobosan besar pada tingkat taktis terkecil melalui pengembangan senjata yang disebut Precision Grenadier System (PGS).

Baca juga: M-203 40mm: Pelontar Granat Terpopuler, Andalan Berjuta Infanteri

Senjata ini lahir dari kebutuhan mendesak Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) untuk menggantikan peran peluncur granat tradisional dengan sistem yang jauh lebih akurat, mematikan, dan mampu menjangkau musuh yang bersembunyi di balik perlindungan.

Filosofi rancangan PGS berfokus pada mobilitas tanpa mengorbankan daya hancur. Dengan berat total senjata yang ditekan hingga di bawah 12 pon (sekitar 5,4 kg), PGS tergolong sangat ringan untuk kelas senjata semi-otomatis berkaliber 25mm. Ringannya bobot ini dicapai berkat penggunaan laras titanium yang dibalut polimer khusus.

Ketika diisi dengan magasin berisi 5 butir amunisi pintar, senjata ini tetap ergonomis untuk dibawa oleh seorang prajurit infanteri dalam misi durasi panjang, memberikan keseimbangan sempurna antara berat senjata dan efektivitas serangan.

Keunggulan teknis yang paling menonjol adalah jarak tembaknya yang luar biasa untuk ukuran senjata perorangan. PGS dirancang untuk menghancurkan target secara presisi hingga jarak 500 meter untuk target titik, dan mampu memberikan tekanan area hingga jarak 1.000 meter. Kemampuan ini jauh melampaui peluncur granat M203 atau M320 saat ini.

Dengan dukungan sistem kontrol tembakan XM157, prajurit dapat melepaskan amunisi High Explosive Air Burst (HEAB) yang diprogram secara induktif untuk meledak tepat di atas kepala musuh atau di dalam bunker, memastikan eliminasi target di balik perlindungan (defilade) dengan tingkat keberhasilan tinggi.

Program PGS ini mulai dikembangkan secara intensif sejak awal 2020-an sebagai bagian dari inisiatif Next Generation Squad Weapons (NGSW) dan upaya militer AS untuk meningkatkan daya pukul regu infanteri.

Northrop Grumman memperkenalkan prototipe ini untuk memenuhi kebutuhan US Army yang menargetkan penggunaan senjata ini secara luas pada akhir dekade 2020-an. Target utamanya adalah melengkapi setiap regu infanteri dengan satu operator PGS, memberikan mereka kemampuan untuk melumpuhkan drone (C-UAS), menembus dinding pertahanan, hingga menyapu parit musuh hanya dengan satu jenis platform senjata.

Rheinmetall SSW40: Pelontar Granat Otomatis dengan Desain Senapan Serbu

Melalui PGS, Northrop Grumman membuktikan bahwa inovasi pertahanan tidak harus selalu berukuran raksasa. Dengan menyematkan teknologi presisi ke dalam senjata genggam kaliber 25mm, mereka memberikan kedaulatan taktis bagi prajurit infanteri di garis depan.

Senjata ini bukan sekadar alat tempur baru, melainkan jawaban atas tantangan perang kota dan pertempuran asimetris masa depan, di mana kecepatan, presisi, dan daya hancur harus berada dalam satu genggaman tangan. (Gilang Perdana)

Milkor MGL MK1L: Pelontar Granat Semi Otomatis Andalan Kopaska dan Taifib TNI AL