Jadi Pelanggan Ekspor Perdana, Armenia Resmi Pamer Sistem Pertahanan Udara Majid AD-08 Buatan Iran

Kabar mengejutkan datang dari kawasan Kaukasus Selatan menjelang peringatan Hari Republik Armenia yang jatuh pada tanggal 28 Mei. Dalam persiapan parade militer yang digelar pada 25 Mei 2026, Armenia secara terbuka memamerkan sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) terbaru mereka yang diidentifikasi kuat sebagai Majid AD-08 buatan Iran.

Baca juga: Analisis Citra Satelit Ungkap Kehancuran Masif Pangkalan AS Akibat Serangan Presisi Iran, F-35 Turut Menjadi Korban?

Kemunculan sistem pertahanan udara (hanud) berbasis truk ini langsung menjadi sorotan global karena mengonfirmasi status Armenia sebagai operator luar negeri pertama yang menggunakan sistem rudal taktis tersebut. Langkah berani Yerevan ini mempertegas strategi diversifikasi pasokan militer mereka yang kini mulai bergeser menjauh dari ketergantungan tradisional pada Rusia, terutama setelah serangkaian kekalahan telak yang dialami Armenia dari Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh beberapa tahun lalu.

Kemunculan Majid AD-08 di jalanan Armenia juga seolah menguak tabir rahasia mengenai kesepakatan senjata bernilai fantastis sebesar US$500 jutayang sempat dilaporkan terjalin antara Armenia dan Iran pada Juli 2024. Meskipun saat itu kesepakatan tersebut dibantah keras oleh kedua belah pihak demi meredam gejolak geopolitik, bukti visual di lapangan kini tidak bisa lagi ditampik.

Di jagat maya, akun-akun yang terafiliasi dengan militer Iran merayakan ekspor perdana ini dengan penuh euforia. Terlebih lagi, sistem pertahanan udara ini sempat menjadi buah bibir dalam konfrontasi regional setelah diklaim berhasil memberikan dampak kerusakan signifikan pada jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat dalam sebuah insiden pada Maret 2026. Bagi para analis pertahanan, kehadiran senjata Iran di arsenal Armenia membawa implikasi yang sangat mendalam bagi konstelasi aliansi dan keseimbangan kekuatan di wilayah Kaukasus Selatan.

Secara spesifikasi teknis, Majid AD-08 adalah sistem pertahanan udara titik (point defense) modern yang sangat mobile dan mematikan. Sistem ini biasanya diintegrasikan pada platform kendaraan taktis ringan atau truk 4×4, memungkinkannya dipindahkan dengan cepat untuk menghindari serangan balasan musuh.

Jantung dari kemampuan cegat sistem ini terletak pada rudal seberat 75 kilogram yang ditenagai oleh motor roket berbahan bakar padat. Rudal Majid dirancang khusus untuk melumpuhkan target yang terbang rendah, seperti drone pengintai, drone kamikaze, helikopter, dan rudal jelajah. Sistem pencegatan ini memiliki jarak tembak efektif hingga rentang 8 kilometer dengan batas ketinggian cegat mencapai 4.000 meter. Kombinasi mobilitas tinggi dan kemampuan reaksi cepat ini menjadikannya benteng yang ideal untuk melindungi konvoi militer atau instalasi penting dari ancaman udara kontemporer.

Keunggulan utama dari Majid AD-08 terletak pada adopsi sistem pencari canggih berbasis sensor inframerah dan pencari panas (infrared/heat-seeking missile) yang dipadukan dengan sistem elektro-optik untuk pelacakan target. Keberadaan teknologi ini membuat Majid AD-08 dapat beroperasi sepenuhnya dalam mode pasif tanpa perlu memancarkan gelombang radar yang bisa memicu peringatan pada sistem pertahanan pesawat musuh.

Dengan metode operasional “shoot-and-forget” ini, rudal dapat mengunci dan mengejar tanda panas target secara mandiri setelah diluncurkan. Keunggulan taktis ini tidak hanya membuat sistem Majid sangat sulit dideteksi dan dihancurkan oleh rudal anti-radiasi lawan, tetapi juga memberikan perlindungan lapisan bawah yang sangat rapat dan sulit ditembus oleh taktik serangan drone masif yang kini marak dalam perang modern. (Gilang Perdana)

Cek Fakta: Benarkah A-10 Thunderbolt II Baru Saja Selamat dari Hantaman Rudal Hanud?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *