Popularitas M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dalam laga perang di Ukraina, tak pelak ikut mendongkrak penjualan dari self propelled MLRS buatan AS ini. Pasar Eropa termasuk yang sukses digarap oleh Lockheed Martin Missiles and Fire Control (MFC), yang mana HIMARS telah diakuisisi Estonia, Polandia, Rumania, dan menyusul Latvia, Italia, Lithuania serta Kroasia. Rupanya pencapaian HIMARS telah menarik perhatian Perancis untuk membuat tandingannya, khusus untuk pasar Eropa. (more…)
Idealnya mobilitas pasukan TNI di wilayah konflik seperti Papua, tak lagi menggunakan ‘dump truck’, namun menghadirkan kendaraan taktis (rantis) lapis baja angkut personel yang memadai di medan Papua bukan perkara mudah. Medan operasi yang berat membutuhkan sosok rantis lapis baja yang memadai dalam banyak aspek yang akan saling terkait. (more…)
Aselsan, perusahaan pertahanan dan teknologi elektronik dari Turki, dikabarkan akan memamerkan beberapa produk alutsista dalam pameran Indo Defence 2024 yang akan dihelat di JIExpo Kemayoran, Jakarta (11-14 Juni 2025). Salah satu yang akan dipamerkan adalah sistem radar pertahanan udara (hanud) mobile dengan fungsi early warning dan tracking berbagai jenis ancaman udara. Radar yang dimaksud adalah Aselsan ALP-300G. (more…)
Perang berlarut di Ukraina membawa konsekuensi pada penggunaan alutsista di luar batas. Salah satu yang mendapat perhatian dalam hal ini adalah Self Propelled Howitzer (SPH) CAESAR yang telah digunakan hingga batas maksimal, yang meski membawa kerentanan pada aspek keamanan operasi, tapi juga menjadi kebanggaan bagi pihak manufaktur atas kualitas produknya. (more…)
Ada yang menyebut kendaraan khusus (ransus) rancangan Lockheed Martin ini dengan nama “Peter Pantsir”, lantaran desainnya memang mencerminkan sistem hanud Pantsir S-1 yang kondang diproduksi Rusia. Namun, Peter Pantsir tak sejarang Pantsir S-1, lantaran peran dari Peter Pantsir bukan sebagai sistem hanud aktif. (more…)
Perusahaan pertahanan asal Inggris Supacat dan MOOG dari Amerika Serikat, merilis sistem pertahanan udara (hanud) bergerak yang didasarkan pada platform kendaraan taktis (rantis) HMT (High Mobility Transporter) 600 (Coyote) 6×6, yang mengintegrasikan turret modular RIwP (Remote Independent Weapon Platform) yang memadukan rudal hanud Starstreak, Brimstone, kanon Bushmaster 30 mm, dan advanced sighting systems. (more…)
Sejak era MEF (Minimum Essential Force) tahap I, pengadaan alutsista di lini artileri medan TNI AD mendapat perhatian serius dari pemerintah. Lebih mengerucut lagi pada hadirnya SPH (Self Propelled Howitzer) jenis TRF-1 CAESAR kaliber 155 mm buatan Nexter GIAT, Perancis. Kemhan pun tak ‘pelit,’ 37 unit CAESAR resmi didatangkan ke Indonesia untuk memperkuat dua batalyon armed (artileri medan). (more…)
Rudal jelajah anti kapal berbasis pesisir atau coastal anti-ship missile defense systems, mengemuka sebagai opsi pertahanan yang efektif dan efisien untuk melindungi zona ekonomi eksklusif. Melihat kebutuhan pasar, Tactical Missiles Corporation telah meluncurkan Rubezh-ME, yakni kombinasi sistem rudal anti kapal dan radar di dalam satu kendaraan. (more…)
Setelah Komisi Eropa memilih Mistral 3 sebagai sistem MANPADS (Man Portable Air Defence System) Kolektif untuk sembilan negara Eropa, ada lagi kabar lanjutan terkait rudal canggih produksi MBDA Missile Systems ini, yakni Mistral 3 pada plaform Pamela dipasang di rantis Scania Vampire 4×4 untuk meningkatkan kemampuan air defense mobility Angkatan Darat Perancis. (more…)
Satu paket dengan Mobile EM Radar, Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) juga memamerkan kendaraan yang disebut Command Center with EM Radar dalam Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. (more…)