
Sejak era MEF (Minimum Essential Force) tahap I, pengadaan alutsista di lini artileri medan TNI AD mendapat perhatian serius dari pemerintah. Lebih mengerucut lagi pada hadirnya SPH (Self Propelled Howitzer) jenis TRF-1 CAESAR kaliber 155 mm buatan Nexter GIAT, Perancis. Kemhan pun tak ‘pelit,’ 37 unit CAESAR resmi didatangkan ke Indonesia untuk memperkuat dua batalyon armed (artileri medan).
(more…)

Rudal jelajah anti kapal berbasis pesisir atau coastal anti-ship missile defense systems, mengemuka sebagai opsi pertahanan yang efektif dan efisien untuk melindungi zona ekonomi eksklusif. Melihat kebutuhan pasar, Tactical Missiles Corporation telah meluncurkan Rubezh-ME, yakni kombinasi sistem rudal anti kapal dan radar di dalam satu kendaraan. (more…)

Setelah Komisi Eropa memilih Mistral 3 sebagai sistem MANPADS (Man Portable Air Defence System) Kolektif untuk sembilan negara Eropa, ada lagi kabar lanjutan terkait rudal canggih produksi MBDA Missile Systems ini, yakni Mistral 3 pada plaform Pamela dipasang di rantis Scania Vampire 4×4 untuk meningkatkan kemampuan air defense mobility Angkatan Darat Perancis. (more…)

Satu paket dengan Mobile EM Radar, Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) juga memamerkan kendaraan yang disebut Command Center with EM Radar dalam Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. (more…)

Seperti telah dikupas pada artikel terdahulu, walau Australia tidak memiliki Korps Marinir, namun militer Negeri Kanguru dengan Amphibious Ready Group (ARG)-nya mampu menghadirkan operasi serbu amfibi secara efektif. Selain peran sentral dari kapal induk helikopter atau LHD (Landing Helicopter Dock) HMAS Adelaide (Canberra class) dalam Latihan Bersama (Latma) “Keris Woomera 2024”, rupanya ada jenis ransus (kendaran khusus) amfibi ARG yang belum kami bahas. (more…)

Kilas balik ke pertengahan tahun 2019, saat itu Polandia meluncurkan PIT-Radwar AG-35, yakni kanon pertahanan udara (hanud) model tarik untuk pertahanan titik. Masuk kategori Short Range Air Defence (SHORAD), kini kanon kaliber 35 mm tersebut dihadirkan dalam versi swa gerak (self propelled) yang disebut SA-35 system. (more…)

Dua nama besar dalam indusrti pertahanan dari Eropa dan Amerika Serikat, yakni Rheinmetall dan Lockheed Martin, berkolaborasi dalam pengembangan peluncur roket baru yang disebut Global Mobile Artillery Rocket System (GMARS). (more…)

Meski jarang disebut dalam pemberitaan, namun wahana yang satu ini punya andil sangat penting dalam operasi militer, yang dimaksud adalah truk tanker (truk tangki). Tanpa kehadiran truk tanker, maka pergerakan unit kavaleri ke garis depan bakal terhambat. Dan Perancis sebagai negara dengan proyeksi kekuatan militer terdepan, belum lama ini Badan Pengadaan Perancis – French Procurement Agency (DGA) secara resmi telah memberikan kontrak kepada Arquus untuk mengembangkan dan memproduksi truk tanker generasi baru, yang disebut CCNG (Camion-Citerne Nouvelle Génération). (more…)

Berbeda dengan Pantsir-S1 ‘SA-22 Greyhound’ varian awal, Pantsir S-1M yang dimodernisasi dipasang pada sasis truk 8×8 tahan ranjau Tornado K-53958 yang dilindungi proteksi lapis baja. Instalasi Pantsir S-1M pada sasis serbaguna Tornado K-53958 selain meningkatkan mobilitas pada medan berat, secara tampilan juga menjadikan Pantsir S-1M sebagai alutsista Rusia dengan desain futuristik. (more…)

Sistem pertahanan udara (hanud) Pantsir tidak henti dikembangkan oleh Rusia, sebagai sistem hanud yang kompak dengan memadukan keunggulan kanon, rudal anti pesawat dan radar, Pantsir kini bahkan telah diadaptasi pada platform kapal perang. Namun, ujian paling menantang dari Pantsir ada pada platform darat yang ditempatkan pada heavy truck 8×8. Seperti medan perang di Ukraina mengharuskan pihak perancang, KBP Instrument Design Bureau, untuk mengadaptasi Pantsir agar lebih adaptif terhadap dinamika peperangan. (more…)