Penggunaan masif amunisi presisi tinggi oleh militer Amerika Serikat (AS) dalam fase awal operasi tempur di Timur Tengah melawan Iran telah memicu krisis pasokan rudal jelajah yang mengkhawatirkan. Laporan analisis pertahanan membeberkan fakta mengejutkan: lebih dari 400 unit rudal jelajah Tomahawk (Tomahawk Land Attack Missile/TLAM) telah ditembakkan hanya dalam kurun waktu 72 jam (tiga hari) pertama pertempuran. (more…)
Angkatan Udara Swedia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam modernisasi kekuatan udaranya setelah berhasil melakukan uji tembak perdana rudal jelajah stand-off Taurus KEPD 350. Pengujian yang berlangsung di Fasilitas Uji Vidsel pada 21 Agustus 2026 tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak militer melalui rilis resmi dan rekaman video. (more…)
Jepang dan Australia resmi menyepakati kerja sama pertahanan strategis baru yang mengizinkan Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Forces/JSDF) untuk melakukan uji coba peluncuran rudal hipersonik dan amunisi standoff di wilayah Australia. (more…)
Penggunaan helikopter serang (attack helicopter) sebagai platform peluncur rudal jelajah (cruise missile) merupakan fenomena yang sangat langka dan tidak lazim dalam doktrin pertempuran udara modern. Namun, laporan terbaru dari sumber militer Ukraina mengungkapkan bahwa Rusia mulai mengintegrasikan helikopter serang Mi-28N/NM Havoc untuk meluncurkan rudal jelajah ringan (mini cruise missile) terbaru bertajuk S8000 Banderol. (more…)
Angkatan Laut Singapura (RSN) secara resmi mulai melengkapi armada fregat siluman Formidable class milik mereka dengan rudal permukaan-ke-permukaan (surface-to-surface missile/SSM) generasi terbaru, Blue Spear. Kehadiran rudal canggih ini terkonfirmasi setelah kapal ketiga dalam kelas tersebut, RSS Steadfast, terlihat telah terpasang sistem peluncur Blue Spear menjelang penugasannya untuk membuka tur umum di Tokyo International Cruise Terminal pada 21–22 Agustus 2026. (more…)
Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy) dilaporkan sedang mengeksplorasi rencana pengadaan varian anti-kapal dari rudal jelajah supersonik BrahMos buatan India. Langkah modernisasi ini bertujuan untuk memperkuat daya gentar (maritime deterrence) serta mengamankan wilayah pesisir dan jalur laut vital tanpa harus bergantung pada pertahanan negara-negara besar. (more…)
Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) resmi mengumumkan langkah pengadaan rudal jelajah berbiaya murah (low-cost cruise missile) guna memperkuat daya gempur presisi jarak jauh armadanya sekaligus menyuplai munisi untuk serangan maritim yang terjangkau bagi negara-negara sekutu. (more…)
Dalam pertempuran bawah laut modern, keberhasilan sebuah kapal selam tidak hanya ditentukan oleh seberapa senyap melaju di kedalaman, melainkan juga seberapa tersembunyi saat melepaskan amunisi utamanya. Momen penembakan torpedo atau rudal anti-kapal sejatinya merupakan fase paling krusial di mana posisi kapal selam paling berisiko terbongkar akibat munculnya transient acoustic signature atau jejak suara mendadak. (more…)
Tren pengubahan pesawat angkut militer menjadi “pesawat pembawa amunisi” (arsenal aircraft) kian nyata dalam doktrin pertempuran udara modern. Setelah sukses diuji coba pada pesawat angkut bermesin turboprop C-130 Hercules dan C-17 Globemaster III melalui program Rapid Dragon milik Amerika Serikat—serta studi serupa pada Airbus A400M—kini giliran pesawat angkut bermesin jet Embraer C-390 Millennium yang disiapkannya untuk mengemban kemampuan tempur mematikan tersebut. (more…)
Sistem Peluncur Mobile Typhon (MRC) di Lapangan. Source: Tim Kelly / REUTERS
Ketegangan geopolitik di Rantai Pulau Pertama (First Island Chain) kian transparan setelah perusahaan citra satelit komersial asal Cina, MizarVision, merilis foto udara mendetail yang memperlihatkan keberadaan Typhon Weapon System milik Angkatan Darat AS (US Army) di Pangkalan Udara Kanoya, Kyushu, Jepang. (more…)