Bell-412 TNI AL Akan Dimodifikasi Pemasangan Dipping Sonar HELRAS, Jadi yang Kedua Setelah Maroko

Kelak Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) TNI AL akan mengoperasikan dua jenis helikopter yang punya kemampuan anti kapal selam (AKS) – anti submarine warfare (ASW). Setelah dua unit AS565 MBe Panther, nantinya aset eksisting helikopter Bell-412 akan dimodifikasi untuk dapat melakukan misi memburu dan mengidentifikasi kapal selam, yakni dengan pemasangan sonar celup (dipping sonar) HELRAS (Helicopter Long-Range Active Sonar) dari L3Harris.

Baca juga: Jangan Dikira Kosongan, Ini ‘Isi’ dalam Perut Helikopter Anti Kapal Selam AS565 Mbe Panther TNI AL

Seperti dikutip indonesiadefense.com, helikopter milik TNI AL, yakni Bell-412 akan dilakukan modifikasi untuk menambah kemampuan mendeteksi kapal selam. Hal itu diungkapkan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda Bayu Alisyahbana di Indo Defence 2024, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Puspenerbal Kolonel Laut (KH) Rohman Arif, mengatakan rencananya helikopter Bell-412 akan dimodifikasi dengan dilengkapi dipping sonar. Adapun dipping sonar merupakan jenis sonar portabel yang diturunkan ke laut dari helikopter dan kemudian diangkat setelah melakukan pemindaian. Sistem ini menyediakan sensor deteksi ringan dan mudah dipindahkan untuk menemukan dan melacak kapal selam.

“Danpuspenerbal berdiskusi terkait modifikasi helikopter Bell-412 yang akan dilengkapi dipping sonar Helras dalam program kerja sama dengan PT DI,” kata Rohman dalam keterangannya, dikutip Senin (16/6).

Bila rencana di atas berjalan, maka Indonesia akan menjadi negara kedua yang melengkapi helikopter Bell-412 dengan dipping sonar HELRAS, setelah Angkatan Laut Turki yang memodifikasi dua unit Bell-412 dengan pemasangan dipping sonar HELRAS. TNI AL saat ini mengoperasikan 4 unit Helikopter Bell‑412 EP (Enhanced Performace) dalam armada Skadron Udara 400.

Reuters dan media Maroko melaporkan dua unit Bell 412 EPI ASW telah diterima sejak Juli 2022, lengkap dengan sonar celup portabel serta sistem ASW lain seperti radar AESA dan pod EO/IR dari L3Harris. Selain bekal dipping sonar HELRAS, konfigurasi Bell-412 Angkatan Laut Maroko mencakup instalasi radar permukaan AESA (Leonardo Osprey 30) dan sistem EO/IR WESCAM. Bahkan, kabarnya juga dilengkapi dengan opsi pemasangan senjata anti kapal selam, seperti torpedo dan rudal udara ke permukaan.

Pengerjaan modifikasi pada fuselage Bell-412 AKS Angkatan Laut Maroko digarap oleh Rotorcraft Services Group (RSG), yang menyelesaikan modifikasi dan fase uji terbang di AS sebelum dikirim ke Maroko, termasuk pelatihan operator selama 3–6 bulan.

Bila mengacu pada dipping sonar yang terpasang pada AS565 MBe Panther TNI AL, maka yang digunakan adalah L-3 Ocean Systems DS-100.

Cara operasi HELRAS DS-100 dengan diturunkan dari helikopter hingga masuk ke permukaan air. HELRAS DS-100 terdiri dari tujuh elemen proyektor dan delapan lengan hidrolik yang dapat dibentangkan hingga 2,6 meter saat digunakan.

DS-100 mampu beroperasi di kedalaman 500 meter dan memiliki Figure Of Merit (FOM) untuk mencapai konvergensi zona deteksi. DS-100 berjalan dengan frekuensi rendah 1.38 Khz menggunakan transduser eksklusif, mengurangi kontaminasi gema dari sinyal yang diterima, dan interoperabilitas dengan sonars kapal dan sonobuoys dalam pekerjaan bistatic atau multistatic. (Bayu Pamungkas)

https://www.indomiliter.com/as565-mbe-panther-tni-al-akan-dibekali-teknologi-helras-ds-100-dan-peluncur-torpedo/

5 Comments