Peta persaingan perang bawah air (underwater warfare) di kawasan Samudra Hindia memasuki babak baru yang krusial. Guna mengantisipasi lonjakan kehadiran kapal selam Angkatan Laut Cina dan Pakistan, India mengambil langkah strategis dengan menanam “mata dan telinga” elektronik di dasar laut. (more…)
Angkatan Laut Cina (PLA Navy) mengonfirmasi operasionalisasi helikopter Changhe Z-8D, sebuah platform udara baru yang difokuskan untuk menjalankan misi perang anti kapal selam (ASW), operasi amfibi, pencarian dan penyelamatan (SAR), serta dukungan logistik. Kemunculan perdana heli ini terdeteksi lewat foto-foto publik pada Maret 2025 dan Maret 2026. (more…)
Uni Eropa secara resmi telah memilih helikopter tanpa awak (uav) asal Austria, Camcopter S-300 produksi Schiebel, sebagai platform udara utama dalam proyek ambisius berpendanaan besar untuk mengembangkan kemampuan berburu kapal generasi terbaru bagi angkatan laut Eropa. (more…)
Lockheed Martin melalui divisi Sikorsky Aircraft baru saja merayakan pencapaian besar, pada tanggal 13 Januari 2026, perusahaan secara resmi menyerahkan unit helikopter MH-60R Seahawk yang ke-350 kepada Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). (more…)
Sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di belahan selatan, Angkatan Laut Indonesia di masa lalu pernah mengoperasikan pesawat udara yang mampu melakukan misi intai dan penindakan di lautan, menjalankan peran anti kapal selam (AKS) – anti submarine warfare (ASW) hingga tahap eliminasi dengan penghancuran kapal selam lewat torpedo dan bom laut. Momen keemasan tersebut diwarnai dengan beroperasinya Fairey Gannet produksi Fairey Aviation Company. (more…)
USS Los Angeles – kapal selam serang US Navy dengan tenaga nulkir
Berkat peningkatan teknologi akustik, sonar dan magnetik, kapal selam dapat lebih siluman (stealth), menjadikannya sulit dideteksi dalam misi anti kapal selam (anti submarine warfare/ASW). Namun, kelompok ilmuwan Cina menyebut bahwa era kapal selam dengan kemampuan siluman bakal berakhir dengan adanya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generasi mendatang. (more…)
Kondisi alam dapat dimanfaatkan guna memberikan keuntungan tersendiri pada strategi militer, terkhusus di Laut Cina Selatan, Kepulauan Paracel disebut bisa menjadi submarine kill zone. Indikasi tersebut muncul setelah adanya insiden yang menimpa kapal selam USS Connecticut (SSN-22) yang menabrak gunung bawah laut di Laut Cina Selatan pada tanggal 2 Oktober 2021. (more…)
Kemampuan pesawat tiltrotor MV-22B Osprey milik Korps Marinir AS (USMC) kini bertambah, selain sebagai wahana angkut taktis, kini MV-22B Osprey ketambahan peran dalam misi peperangan anti-kapal selam (anti submarine warfare). (more…)
Kelak Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) TNI AL akan mengoperasikan dua jenis helikopter yang punya kemampuan anti kapal selam (AKS) – anti submarine warfare (ASW). Setelah dua unit AS565 MBe Panther, nantinya aset eksisting helikopter Bell-412 akan dimodifikasi untuk dapat melakukan misi memburu dan mengidentifikasi kapal selam, yakni dengan pemasangan sonar celup (dipping sonar) HELRAS (Helicopter Long-Range Active Sonar) dari L3Harris. (more…)
Lantamal III Jakarta kembali kedatangan fregat Bargamini class (FREMM) Angkatan Laut Italia, kali ini yang sandar adalah ITS Antonio Marceglia (F597) yang tiba pada tanggal 13 Mei 2025. Berbeda dengan ITS Carabiniere (F593) yang pernah ke Jakarta pada tahun 2017, maka ITS Antonio Marceglia adalah fregat Bargamini class varian General Purpose (GP), sementara ITS Carabiniere adalah Bargamini varian Anti‑submarine warfare (ASW). (more…)