Salah satu jenis senjata yang amat ditakuti kapal selam adalah rudal anti kapal selam (anti-submarine missile), dengan mengkombinasikan fungsi rudal jelajah dan torpedo, elemen dalam anti-submarine warfare (ASW) ini dapat menjangkau sasaran lebih jauh pada sasaran di bawah permukaan. Selain dikembangkan Amerika Serikat dan Rusia, rupanya Cina juga harus diperhitungkan dalam produksi rudal anti kapal selam. (more…)
Setelah Mitsubishi Heavy Industries (MHI) mengirim dua unit prototipe XSH-60L kepada Acquisition, Technology and Logistics Agency (ATLA) pada 28 September 2021, maka pada 23 Desember 2023, Angkatan Laut Jepang – Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) mengumumkan tuntasnya program pengembangan helikopter Anti-Submarine Warfare (ASW)/Anti Kapal Selam (AKS) SH-60L. (more…)
Nama Sikorsky CH-148 Cyclone mendadak menjadi perbicangan di tengah netizen, padahal helikopter twin engine multitole tersebut namanya agak ‘kurang dikenal’ jika dibandingkan helikopter besutan Sikorsky lainnya. Namun karena ‘insiden dikepret’ flare oleh jet tempur Cina Shenyang J-11 pada hari Minggu, 30 Oktober 2023, menjadikan debut Cyclone milik Angkatan Udara Kanada yang beroperasi dari frigat frigat HMCS Ottawa (FFH 341) – Halifax class ikut naik ‘pamor’. (more…)
USS Los Angeles – kapal selam serang US Navy dengan tenaga nulkir
Semakin canggih teknologi kapal selam untuk menghindari deteksi, maka demikian pula dengan perkembangan teknologi anti kapal selam (Anti Submarine Warfare). Seperti belum lama ini, para peneliti Cina dari Fujian Institute of Research on the Structure of Matter telah menemukan bahwa detektor magnetik ultra-sensitif cukup untuk melacak kapal selam AS yang paling canggih, bahkan dari jarak jauh. (more…)
Satu yang patut dicontoh dari Turki dan India adalah, hasil rancangan alutsista dari industri pertahanan dalam negeri dominan untuk ‘dibeli’ dan dioperasikan oleh pihak angkatan bersenjata. Tak sempurna atau mungkin kalah spesifikasi dari produk luar negeri, tapi dalam jangka panjang langkah itu akan berbuah positif. Seperti belum lama ini, Angkatan Laut India mulai mengoperasikan drone bawah laut – Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Neerakshi. (more…)
Setelah sukses dalam kongsi pembangunan kapal pemburu ranjau City class, Belanda dan Belgia, dua negara bertetangga dalam payung NATO, kembali berkolaborasi dalam pengadaan kapal kombatan jenis lain, yakni frigat anti kapal selam – anti-submarine warfare (ASW), yang rencananya akan diproduksi sebanyak empat unit dengan nilai 4 miliar euro ($4,4 miliar). (more…)
Selain RBU-6000 yang merupakan sista (sistem senjata) peluncur roket anti kapal selam buatan Rusia, TNI AL dalam gelar operasinya juga mengdalkan sista Bofors 375mm, peluncur roket anti kapal selam buatan Bofors (kini Saab Underwater Systems) dari Swedia. Adopsi Bofors 375mm oleh TNI AL bahkan sudah lebih dulu ketimbangRBU-6000. Pasalnya Bofors 375mm menjadi alutsista yang melekat pada frigat kelas Fatahillah, yang terdiri dari KRI Faatahillah (361), KRI Malahayati (362) dan KRI Nala (363). (more…)