Tepis Boeing E-7 Wedgetail, Kanada Resmi Pilih Saab GlobalEye untuk Armada AEW&C Masa Depan

Langkah Kanada menuju pengadaan sistem Airborne Early Warning and Control (AEW&C) mengalami kemajuan signifikan setelah perusahaan pertahanan Swedia, Saab, menandatangani kesepakatan non-binding term-sheet dengan Canadian Defence Investment Agency (DIA).
Baca juga: Perkuat Poros Peringatan Dini NATO, Belanda Resmi Lirik Pesawat Radar Saab GlobalEye
Kesepakatan ini mengukuhkan kerangka kerja dan cakupan negosiasi detail untuk pengadaan enam unit pesawat GlobalEye bagi Angkatan Udara Kanada (Royal Canadian Air Force/RCAF). Penandatanganan ini menjadi tindak lanjut langsung setelah Kanada menetapkan Saab sebagai pemasok pilihan (preferred supplier) pada Mei 2026 untuk memperkuat pengawasan wilayah udara, laut, dan darat secara real-time.
Sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada GlobalEye, Kanada sempat mengevaluasi beberapa opsi platform peringatan dini dan kontrol udara dari pabrikan global. Pesaing terkuat dalam kompetisi ini adalah Boeing E-7 Wedgetail berbasis pesawat komersial Boeing 737-700, yang banyak diopsi oleh negara sekutu utama NATO seperti Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Turki dan Australia.
Selain E-7 Wedgetail, tawaran berbasis sistem sensor dari Israel Aerospace Industries (IAI) Elta yang diintegrasikan pada jet bisnis Gulfstream G550 (CAEW) serta opsi integrasi dari L3Harris juga sempat dilirik sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan pengawasan wilayah udara dan laut Kanada yang amat luas.
Gulfstream G550 CAEW: Stasiun Radar Terbang Conformal Perisai Ruang Udara Singapura
Keputusan mengadopsi GlobalEye membawa angin segar serta dampak ekonomi yang sangat positif bagi industri kedirgantaraan dalam negeri Kanada. Hal ini lantaran platform dasar pesawat pengawas tersebut menggunakan jet bisnis jarak jauh Bombardier Global 6000 (atau varian Global 6500) yang diproduksi oleh pabrikan kedirgantaraan kebanggaan Kanada, Bombardier Aerospace.
Dengan memilih GlobalEye, Kanada tidak hanya memperoleh sistem radar Erieye ER dan suite sensor canggih milik Saab, tetapi juga memastikan retensi nilai investasi pertahanan yang signifikan kembali ke ekosistem industri lokal melalui perakitan airframe, integrasi teknis, hingga dukungan pemeliharaan dan perawatan (MRO) jangka panjang di tanah air.
Penguatan armada pengawas udara ini dirancang untuk menggantikan sekaligus mendampingi aset-aset lama RCAF dalam menjaga kedaulatan wilayah Kutub Utara (Arktik) serta memperkuat kontribusi Kanada dalam kerangka pertahanan bersama NORAD (North American Aerospace Defense Command) dan NATO. Fleksibilitas GlobalEye yang mampu melakukan pemantauan multi-domain secara simultan—meliputi deteksi target udara jarak jauh, pelacakan kapal di permukaan laut, hingga pemetaan aktivitas di daratan—menjadi kunci penting bagi Ottawa dalam menghadapi eskalasi dinamika geopolitik yang kian kompleks di kawasan Arktik.
Proses negosiasi mendalam yang tengah berlangsung antara Saab, DIA, dan RCAF kini berfokus pada finalisasi spesifikasi teknis, penyelarasan jadwal pengiriman, serta pemenuhan skema ketersediaan operasional armada secara berkelanjutan.
Jika kontrak pembelian enam unit ini diresmikan, Kanada akan menjadi pengguna GlobalEye terbesar di wilayah Amerika Utara, menyusul jejak Uni Emirat Arab yang telah mengoperasikannya secara penuh serta Swedia yang juga menetapkan armada GlobalEye sebagai tulang punggung pengawasan udara nasional mereka. (Gilang Perdana)
E-7A Wedgetail: Stasiun Radar Terbang Perisai Ruang Udara Australia
Related Posts
-
Ikuti Jejak QF-16 Zombie Viper, Boeing Sukses Uji Terbang EA-18G Growler Tanpa Awak
7 Comments | Feb 6, 2020
-
Di Hari Terakhir 2021, PT DI Kirim Unit Ketiga NC-212i “Rain Maker” untuk Skadron Udara 4 TNI AU
5 Comments | Dec 31, 2021
-
Alami Masalah Pada Propulsi, Kapal Selam Nuklir Rusia ‘Mogok’ di Perairan Denmark
17 Comments | Aug 6, 2021
-
Pilih Radar untuk T-50i Golden Eagle TNI AU? Antara ELM-2032 atau AN/APG-67
13 Comments | Aug 26, 2019


