Resmi Diluncurkan Saab, Intip Bedanya GlobalEye S 106 Swedia dengan Versi Gurun UEA

Perusahaan dirgantara dan pertahanan asal Swedia, Saab, resmi meluncurkan pesawat intai peringatan dini atau Airborne Early Warning and Control (AEW&C) GlobalEye pertama untuk Angkatan Udara Swedia, yang mendapatkan sebutan resmi sebagai S 106, di fasilitas mereka di Linkoping pada 15 Oktober 2026.

Baca juga: Kantongi Kontrak US$1,04 miliar, Saab Jual Dua Pesawat AEW&C GlobalEye ke Negara Timur Tengah yang Dirahasiakan

Pesawat yang dikembangkan dari basis jet bisnis Bombardier Global 6000 modifikasi, yang ‘dipersenjatai’ dengan radar canggih Erieye ER (Extended Range), yang dirancang khusus untuk memberikan kemampuan pemantauan multi-domain secara simultan mencakup wilayah udara, darat, dan laut guna mendongkrak kesadaran situasi (situational awareness) secara komprehensif.

Pengadaan armada yang terdiri dari tiga unit pesawat ini—yang kontrak pemesanannya dimulai sejak tahun 2022—disiapkan untuk menggantikan armada pesawat intai tua Saab 340 (ASC 890) – yang telah dihibahkan kepada Ukraina guna mendukung pertahanan udara Kiev.

S 106 akan memasuki tahap uji coba ekstensif sebelum resmi diserahterimakan pada tahun 2027. CEO Saab, Micael Johansson, menyambut hangat momen rollout tersebut sebagai tonggak sejarah yang sangat krusial bagi keamanan nasional Swedia di tengah lanskap geopolitik Eropa yang kian tegang.

Menariknya, meskipun Swedia merupakan negeri asal lahirnya teknologi Saab GlobalEye, negara Skandinavia ini bukanlah pelanggan pertama yang mengoperasikannya. Swedia justru tercatat sebagai penerima GlobalEye kedua di dunia setelah Uni Emirat Arab (UEA) yang lebih dulu memborong dan mengoperasikan pesawat intai canggih tersebut untuk kebutuhan pertahanan udara Timur Tengah.

Perbedaan latar belakang geografis dan operasional antara UEA yang berada di kawasan gurun yang panas dan kering dengan Swedia yang terletak di Eropa Utara tentu melahirkan karakteristik tersendiri pada spesifikasi pesawat yang dipesan.

Spesial untuk Korea Selatan, Saab Tawarkan “WatchEye”: AEW&C dari Varian GlobalEye

Faktor cuaca ekstrem di kawasan Nordik dan Eropa Utara yang terkenal sangat dingin, bersalju, serta memiliki kondisi operasional sub-arktik menuntut adanya penyesuaian khusus pada GlobalEye pesanan Swedia. Pesawat S 106 ini dirancang dengan sistem manajemen termal, perlindungan anti-es (anti-icing), serta material badan pesawat dan komponen avionik yang dioptimalkan untuk tahan terhadap suhu beku yang ekstrem.

Selain itu, radar Erieye ER dan sensor-sensor canggih pada GlobalEye versi Swedia disesuaikan kemampuannya untuk mendeteksi ancaman di lingkungan maritim utara yang keras dan bergelombang tinggi, seperti Laut Baltik dan kawasan Arktik, serta diintegrasikan secara mendalam dengan doktrin pertahanan NATO guna memperkuat jaringan pertahanan kolektif di Eropa utara.

Dari segi kapabilitas sensor, S 106 mengusung radar utama Erieye ER (Extended Range) yang terpasang pada penutup (fairing) sepanjang 10 meter di atas badan pesawat. Berkat pemanfaatan teknologi semikonduktor Gallium Nitride (GaN), radar ini mampu melacak sasaran hingga jarak 550 kilometer saat terbang di ketinggian 35.000 kaki, memberikan peningkatan jangkauan hingga 70 persen dibanding versi Erieye terdahulu.

Tidak hanya itu, versi Swedia ini dilengkapi dengan radar pengawas maritim, kamera elektro-optik/inframerah (EO/IR), sensor intelijen elektronik (ELINT), serta tautan data Link 16. Kelengkapan sensor ini memungkinkan awak S 106 untuk memantau pergerakan pesawat, kapal perang, hingga kendaraan darat secara bersamaan dari satu platform lalu membagikan citra taktis secara real-time kepada jet tempur, kapal perang, maupun satuan darat.

Perkuat Poros Peringatan Dini NATO, Belanda Resmi Lirik Pesawat Radar Saab GlobalEye

Dengan daya jelajah terbang lebih dari 11 jam, S 106 akan ditempatkan secara permanen di Pangkalan Udara Arna dekat Uppsala untuk menjaga kawasan maritim Laut Baltik hingga Arktik.

Daya pikat GlobalEye di panggung internasional kian terbukti. Setelah UEA dan Swedia, Perancis dan Kanada secara resmi menyusul sebagai pengguna baru setelah menandatangani kontrak pembelian dua unit GlobalEye untuk menggantikan armada tua E-3F Sentry AWACS milik Angkatan Udara Perancis. (Gilang Perdana)

Tepis Boeing E-7 Wedgetail, Kanada Resmi Pilih Saab GlobalEye untuk Armada AEW&C Masa Depan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *