Uji CIWS Generasi Baru di Kapal Riset Stealth, Cina Efisiensikan Sistem Pertahanan Titik Kapal Perang Masa Depan

Perkembangan teknologi pada Angkatan Laut Cina kembali menunjukkan lompatan signifikan melalui pengujian infrastruktur pertahanan jarak dekat (Close-In Weapon System/CIWS) jenis baru. Berdasarkan analisis citra udara terbaru pada kapal riset stealth (siluman) milik Angkatan Laut Cina, terlihat adanya perombakan besar pada struktur tower utama kapal yang kini dipasangi arsitektur sistem pertahanan udara jarak dekat generasi anyar.
Baca juga: Gebrakan Kawasaki Jepang: Rudal Anti Kapal Ini Bisa Manuver Barrel Roll Tembus CIWS
Langkah ini menandai pergeseran konsep dibanding sistem CIWS konvensional yang selama ini diandalkan armada kapal perang Beijing, seperti kanon laras putar Type 730 dan Type 1130. Pada sistem generasi terdahulu, unit radar penjejak (tracking radar) dipasang menyatu tepat di atas kubah kanon Gatling, sehingga mewajibkan setiap kanon memiliki unit radar independen yang berujung pada peningkatan bobot, kompleksitas sistem, serta pembengkakan biaya produksi.
Pada inovasi terbarunya, para insinyur militer Cina memisahkan radar phased-array dari kubah kanon utama. Dengan arsitektur yang terpisah ini, satu unit radar phased-array pusat yang dipasang pada posisi strategis dapat mengendalikan dan memandu dua kubah kanon sekaligus yang ditempatkan di sisi lambung kiri (port) dan kanan (starboard) kapal secara berbarengan.
While the West sinks into failed military projects and astronomical costs, China is intelligently and relentlessly building the future of naval warfare!
New images of China’s stealth research vessel show a striking level of advancement:
🔹 The old tower has been dismantled, and… pic.twitter.com/G0EwQbx318— China pulse 🇨🇳 (@Eng_china5) August 9, 2026
Pemisahan radar dan kanon ini menawarkan dua keuntungan strategis utama bagi kapal perang modern, yaitu efisiensi biaya dan penurunan bobot atas (top-weight), sekaligus meningkatkan kemampuan pelacakan multi-target hingga 360 derajat untuk mengeliminasi ancaman rudal anti-kapal maupun drone kamikaze secara presisi.
Pengujian yang dilakukan pada kapal riset stealth ini memiliki arti penting karena platform tersebut berfungsi sebagai laboratorium terapung sebelum suatu teknologi diadopsi secara luas oleh armada tempur utama. Pengujian CIWS terintegrasi yang diperkirakan sudah mendekati tahap final ini disinyalir bukan sekadar eksperimen terisolasi, melainkan rancangan kerangka dasar (basic framework) bagi arsitektur sistem pertahanan udara titik yang akan diterapkan pada seluruh kapal perusak (destroyer) dan kapal perang permukaan generasi baru milik Angkatan Laut Cina di masa depan.

Di sisi lain, perkembangan pesat teknologi kapal perang Cina ini kian memperjelas ketimpangan pendekatan antara Beijing dan negara-negara Barat dalam modernisasi armada laut. Di saat program-program kapal tempur utama Barat kerap dibayangi pembengkakan anggaran (cost overruns) dan keterlambatan jadwal produksi yang tajam, industri pertahanan Cina justru secara konstan memfokuskan pengembangan pada inovasi taktis yang pragmatis, berbiaya efisien, serta mudah diproduksi secara masif.
Pengujian arsitektur CIWS baru ini menjadi bukti nyata bagaimana strategi modernisasi Angkatan Laut Cina tidak hanya mengejar kuantitas jumlah kapal, tetapi juga secara cerdas memaksimalkan efisiensi teknologi untuk mengamankan dominasi maritim di kawasan. (Gilang Perdana)
Type 730: Kanon CIWS Tujuh Laras Andalan Korvet Parchim TNI AL


