Jepang baru saja mengejutkan dunia militer dengan memamerkan kemampuan rudal jelajah anti-kapal generasi terbarunya. Dalam sebuah rekaman video resmi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Jepang ewat Acquisition Technology & Logistics Agency (ATLA), rudal yang saat ini dikenal sebagai “New SSM” (New Surface to Ship Missile) terlihat melakukan manuver barrel roll atau berputar spiral saat terbang menuju target. (more…)
Industri pertahanan Turki kembali mencatatkan pencapaian signifikan melalui perusahaan teknologi pertahanan terkemuka mereka, Aselsan. Dalam sebuah rilis video terbaru, sistem pertahanan udara jarak dekat (Close-In Weapon System/CIWS) Gokdeniz sukses menjalani uji tembak langsung (live-firing) di atas fregat terbaru angkatan laut Turki, TCG Istanbul (F-515). (more…)
Untuk pertama kalinya kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS) Phalanx beraksi dalam krisis yang sedang membara di Laut Merah. Persisnya kapal perusak berpeluru kendali USS Gravely (DDG 107) – Arleigh Burke Class dilaporkan pada hari Selasa (30/1/2024), telah menembak jatuh rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan Houthi. (more…)
Frigat Jose Rizal Class – BRP Jose Rizal dan BRP Antonio Luna, buatan Hyundai Heavy Industries adalah flagship bagi Angkatan Laut Filipina. Mengadopsi desain semi stealth, Jose Rizal class dibekali dengan sistem senjata yang tercanggih untuk kelas kapal perang Filipina, termasuk rudal anti kapal, rudal hanud jarak pendek (Mistral) dan helikopter anti kapal selam. Namun, ada yang kurang, Jose Rizal class belum dibekali kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS). (more…)
Senjata airsoft tentu sudah dikenal banyak orang, peminat airsoft gun terus menjamur dengan beragan pilihan senapan serbu. Namun, pernahkah terbayang, bahwa kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS) Phalanx kaliber 20 mm yang biasa ditempatkan di kapal perang, diciptakan dalam wujud airsoft? (more…)
Dengan jumlah 16 unit, korvet kelas Parchim hingga kini menjadi tulang punggung Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL. Pasalnya dari segi unit, Parchim lah yang mendominasi kuantitas armada Satkor, yang terdiri dari kelompok kapal jenis frigat dan korvet. Mengingat perannya yang strategis, sudah barang tentu korvet eks AL Jerman Timur ini mendapat perhatian yang serius untuk di retrofit dan upgrade pada sisi persenjataan. Selain mengadopsi mesin baru, urusan senjata mulai dipoles dengan sentuhan baru yang lebih modern dan gahar. (more…)
Meski TNI AL cukup digdaya dalam update sista rudal anti kapal, tapi kebalikannya dengan dukungan kanon reaksi cepat otomatis yang melengkapi armada kapal perangnya. Sebagai kekuatan laut terbesar di kawasan Asia Tenggara, TNI AL baru mengandalkan kanon CIWS (close in weapon system) jenis lawas, yakni AK-230 kaliber 20 mm yang merupakan senjata permanen pada haluan korvet Parchim buatan Jerman Timur. (more…)