Era BAE Hawk Berakhir 2030, Tim Aerobatik Red Arrows Segera Dapatkan Tunggangan Baru

Kementerian Pertahanan Inggris (UK Ministry of Defence/MOD) secara resmi menerbitkan Request For Information (RFI) untuk program Fast Jet Training System (JTS) terbaru. Langkah ini menandai dimulainya proses pencarian pesawat penerus yang akan menggantikan armada jet latih Fast Jet Training Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) sekaligus tim aerobatik legendaris mereka, Red Arrows.
Baca juga: Hawk T1 Tim Aerobatik Red Arrows Terkena Bird Strike, Kaca Kanopi Pecah!
Program JTS diproyeksikan untuk melengserkan dua varian jet latih buatan BAE Systems yang telah lama menjadi tulang punggung RAF, yaitu Hawk T2 yang digunakan dalam pelatihan penerbang jet tempur tingkat lanjut, serta Hawk T1 yang hingga kini masih menjadi tunggangan utama RAF Aerobatic Team. Khusus untuk armada Hawk T1 Red Arrows, Kementerian Pertahanan Inggris telah menjadwalkan pensiun resminya dari jajaran dinas aktif pada tahun 2030 mendatang.
Membahas pesawat yang akan digantikan, BAE Systems Hawk T1 pertama kali masuk dinas operasional RAF pada pertengahan 1970-an dan resmi diadopsi oleh Red Arrows sejak tahun 1979 menggantikan Folland Gnat. Jet latih lanjut berawak dua personel ini memiliki dimensi panjang 11,88 meter, rentang sayap 9,39 meter, serta tinggi 3,98 meter.
Ditenagai oleh satu mesin turbofan Rolls-Royce Turbomeca Adour Mk 151 tanpa afterburner yang menghasilkan daya dorong 5.200 lbf, Hawk T1 sanggup melaju hingga kecepatan maksimum Mach 0,84 atau sekitar 1.028 km/jam pada ketinggian jelajah hingga 48.000 kaki dan jangkauan jelajah mencapai 2.520 km.
Khusus armada Red Arrows, pesawat mengalami modifikasi pada tangki perut (belly) untuk mengangkut sistem generator asap yang mampu menyemburkan jejak asap warna merah, putih, dan biru khas bendera Inggris selama lima menit pertunjukan.
Langkah penerbitan RFI ini langsung menarik perhatian berbagai produsen pesawat militer global karena skala peremajaan yang cukup besar. Beberapa kandidat potensial yang diprediksi akan meramaikan kompetisi program JTS Inggris antara lain Boeing T-7A Red Hawk asal Amerika Serikat, Leonardo M-346 Master dari Italia, KAI T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan, hingga konsep jet latih ringan masa depan buatan konsorsium domestik Inggris.
Hasil dari program pencarian ini tidak hanya akan menentukan masa depan kurikulum pelatihan penerbang tempur generasi baru RAF, tetapi juga akan menentukan sosok pesawat baru yang menjadi ikon baru atraksi udara Inggris di kancah internasional pasca tahun 2030. (Gilang Perdana)
Tim Aerobatik Red Arrows Mendapatkan Pesawat Baru, Jet Latih Tempur dengan Desain Modular Unik


