Mendadak Jadi Drone Kamikaze, Yabhon-R Milik UEA Turut Melancarkan Serangan ke Bandar Abbas Iran

Perhatian dunia internasional, khususnya para pengamat militer, mendadak tertuju pada rekaman video yang beredar luas di media sosial baru-baru ini. Video tersebut memperlihatkan sebuah drone yang diduga kuat merupakan varian Yabhon-R, terekam sesaat sebelum menyasar kota pelabuhan strategis Bandar Abbas, Iran.

Baca juga: EDGE Group UEA Rilis Drone Kamikaze Shadow Versi Kontainer Berjarak Jangkau 250 Km

Kemunculan mengejutkan ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan analis pertahanan, mengingat platform tersebut selama ini lebih dikenal sebagai drone pengintai taktis, bukan sebagai munisi berkeliaran (loitering munition) sekali pakai atau drone kamikaze.

Yabhon-R merupakan pesawat tanpa awak (UAV) yang dirancang dan diproduksi oleh Adcom Systems, sebuah produsen kedirgantaraan swasta terkemuka yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Secara historis, lini keluarga Yabhon dirancang untuk memenuhi kebutuhan taktis angkatan bersenjata dalam misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), serta pemantauan perbatasan dan misi pencarian dan penyelamatan (SAR). Sistem drone ini dibangun dengan pendekatan desain yang modular dan fleksibel. Penggunaan Yabhon-R dalam skenario serangan langsung di Bandar Abbas menandai debut tempur ofensif yang tidak biasa bagi platform yang awalnya dioptimalkan untuk misi pengintaian durasi panjang.

Menilik spesifikasi teknisnya, Yabhon-R memiliki dimensi yang ringkas namun tangguh dengan panjang badan sekitar 5 meter dan bentang sayap mencapai 6,5 meter. Drone taktis ini mengadopsi konfigurasi sayap delta-canard yang khas, yang memberikan efisiensi aerodinamis tinggi serta stabilitas optimal saat terbang rendah maupun tinggi.

Dapur pacunya disokong oleh mesin tunggal berdaya 100 tenaga kuda (hp) yang menggerakkan tiga bilah baling-baling pendorong (pusher propeller) di bagian ekor. Dengan kombinasi mesin dan desain tersebut, Yabhon-R mampu melesat dengan kecepatan jelajah hingga 240 kilometer per jam. Drone ini dirancang dengan tangki bahan bakar berkapasitas 270 liter dan mampu beroperasi hingga ketinggian maksimum (service ceiling) mencapai 6.700 meter atau sekitar 22.000 kaki.

Salah satu keunggulan utama dari Yabhon-R terletak pada ketahanan terbangnya (endurance) yang luar biasa untuk ukuran drone taktis, yakni mencapai 27 hingga 30 jam tanpa henti. Kemampuan mengapung di udara yang panjang ini memungkinkannya menembus pertahanan lawan dari jarak jauh dan menunggu momentum yang tepat sebelum mengeksekusi target.

Selain itu, konfigurasi canard-nya sengaja dioptimalkan untuk mendukung operasional dari landasan pacu yang pendek maupun landasan darurat yang belum dipersiapkan dengan matang. Untuk kebutuhan darurat, sistem pendaratannya bahkan dilengkapi dengan parasut terintegrasi.

Meskipun kapasitas ruang muatan (payload bay) teoritisnya berkisar antara 60 hingga 120 kilogram—yang berarti kapasitas hulu ledaknya berada di bawah munisi kamikaze murni seperti Shahed-136—Yabhon-R mengompensasi keterbatasan tersebut melalui tingkat presisi target yang tinggi.

Buru Drone Iran di UEA, Helikopter Fennec Perancis Dipasangi Kanon 20mm: Opsi Menarik untuk TNI AD?

Keunggulan operasional ini semakin diperkuat by integrasi sensor elektro-optik canggih yang menjadi bawaan aslinya. Yabhon-R dilengkapi dengan kamera TV siang/malam, pemindai termal (thermal imager), pencari jangkauan laser (laser range finder), serta pengarah laser (laser designator) yang sangat sensitif.

Ketika platform pengintai canggih ini dialihfungsikan menjadi drone penyerang, rangkaian sensor tersebut memungkinkan operator melakukan identifikasi target dengan akurasi sangat tinggi, bahkan terhadap infrastruktur vital yang bernilai strategis. Alih-alih mengandalkan taktik saturasi area dengan hulu ledak besar, Yabhon-R menawarkan pendekatan serangan presisi. menjadikannya elemen baru yang patut diperhitungkan dalam dinamika pertempuran modern di kawasan Teluk.

Kabar yang beredar, Yabhon-R yang terekam dalam video berhasil ditembak jatuh sistem pertahanan udara Iran sebelum mencapai area sasaran. (Gilang Perdana)

Pasukan Pengawal Revolusi Iran Tampilkan High Speed Boat dengan Rudal Hanud dengan Vertical Launch System

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *