Alami Masalah Mesin, Pembom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh di Siberia Saat Latihan Terbang

Sebuah pembom strategis supersonik Tupolev Tu-22M3 (Backfire) milik Angkatan Udara Rusia dilaporkan jatuh di wilayah Siberia pada Senin waktu setempat. Insiden jatuhnya salah satu tulang punggung serangan jarak jauh Rusia ini terjadi di dekat kota Svirsk, wilayah Irkutsk, saat pesawat sedang melaksanakan misi latihan terbang rutin yang dijadwalkan.

Baca juga: Beredar Kabar Ukraina Tembak Jatuh Pembom Strategis Tu-22M3 Backfire di Wilayah Rusia, Mungkinkah?

Berdasarkan rekaman video yang beredar di lapangan, seluruh kru pesawat yang berjumlah empat orang dilaporkan selamat setelah berhasil mengaktifkan kursi lontar (ejection seat) tepat waktu sebelum pesawat menghantam tanah, di mana beberapa di antaranya dievakuasi oleh tim penyelamat dari wilayah perairan. Tidak ada korban luka dari warga sipil di darat dalam insiden ini karena pesawat pembom legendaris tersebut dipastikan sedang tidak membawa muatan senjata atau bom apa pun dalam penerbangan latihan tersebut.

Berdasarkan investigasi awal, penyebab kecelakaan diduga kuat berasal dari gangguan teknis pada bagian mesin pesawat. Insiden ini sekaligus menandai hilangnya pesawat pembom strategis untuk ketiga kalinya di wilayah Irkutsk dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Para analis intelijen pertahanan menilai, rentetan kecelakaan ini menjadi indikasi nyata dari beratnya beban kerja serta ketegangan pada manajemen perawatan armada udara Rusia yang harus terus mengoperasikan pesawat-pesawat tua era Uni Soviet di tengah intensitas operasi militer yang masih berlangsung tinggi di Eropa Timur.

Tupolev Tu-22M3 merupakan varian paling modern dari keluarga Tu-22M, sebuah pesawat pembom strategis maritim dan serang darat jarak jauh berkecepatan supersonik yang dilengkapi sayap geometri variabel (swing-wing). Dikembangkan oleh biro desain Tupolev pada masa Perang Dingin, pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turbofan Kuznetsov NK-25 dengan afterburner berdaya dorong 245 kN yang mampu digenjot hingga kecepatan maksimum Mach 1,88.

Dengan kapasitas muatan senjata mencapai 24.000 kg, pesawat berbobot tinggal landas maksimum 124.000 kg ini dirancang untuk menggotong rudal jelajah anti-kapal/serang darat jajaran Kh-22/Kh-32 serta rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal dengan jangkauan operasional radius tempur sejauh 2.410 km. Diperkirakan armada Tu-22M3 operasional yang dimiliki Angkatan Udara Rusia (VKS) kini berada di kisaran 30 hingga 40 unit yang siap tempur. (Bayu Pamungkas)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *