Kontras yang sangat tajam terlihat dalam dua insiden jatuhnya pengebom strategis milik dua negara adidaya baru-baru ini. Ketika kecelakaan B-52H Amerika Serikat di Edwards Air Force Base berakhir tragis tanpa ada awak yang selamat, armada pengebom supersonik jarak jauh Tupolev Tu-22M3 ‘Backfire’ milik Rusia justru mencatatkan cerita yang berbeda. (more…)
Hanya sesaat setelah publik dikejutkan oleh kabar jatuhnya pengebom strategis supersonik Tu-22M3 milik Angkatan Udara Rusia di Siberia, insiden yang jauh lebih fatal menimpa pilar utama triad nuklir Amerika Serikat. Sebuah pesawat pengebom raksasa B-52H Stratofortress dilaporkan jatuh dan hancur menjadi puing sesaat setelah lepas landas dari Edwards Air Force Base (AFB) di California, Amerika Serikat. (more…)
Sebuah pembom strategis supersonik Tupolev Tu-22M3 (Backfire) milik Angkatan Udara Rusia dilaporkan jatuh di wilayah Siberia pada Senin waktu setempat. Insiden jatuhnya salah satu tulang punggung serangan jarak jauh Rusia ini terjadi di dekat kota Svirsk, wilayah Irkutsk, saat pesawat sedang melaksanakan misi latihan terbang rutin yang dijadwalkan. (more…)
Biro Desain Rusia, Tupolev nampaknya tengah bergembira setelah salah satu armada tempurnya, TU-22M3 sukses meluncurkan rudal jelajah Kh-22 ke Pulau Ular yang berada di Laut Hitam pada 27 September malam. Dilaporkan ada ledakan yang terjadi di lokasi, mengindikasikan bahwa rudal tersebut mengenai sasaran.