
Kontras yang sangat tajam terlihat dalam dua insiden jatuhnya pengebom strategis milik dua negara adidaya baru-baru ini. Ketika kecelakaan B-52H Amerika Serikat di Edwards Air Force Base berakhir tragis tanpa ada awak yang selamat, armada pengebom supersonik jarak jauh Tupolev Tu-22M3 ‘Backfire’ milik Rusia justru mencatatkan cerita yang berbeda. (more…)

Insiden jatuhnya pesawat pembom strategis B-52H Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Edwards Air Force Base baru-baru ini kembali membuka diskusi hangat di kalangan pencinta aviasi militer. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul pasca-kecelakaan maut tersebut adalah mengapa sistem keselamatan darurat pesawat tidak mampu menyelamatkan para kru. (more…)

Hanya sesaat setelah publik dikejutkan oleh kabar jatuhnya pengebom strategis supersonik Tu-22M3 milik Angkatan Udara Rusia di Siberia, insiden yang jauh lebih fatal menimpa pilar utama triad nuklir Amerika Serikat. Sebuah pesawat pengebom raksasa B-52H Stratofortress dilaporkan jatuh dan hancur menjadi puing sesaat setelah lepas landas dari Edwards Air Force Base (AFB) di California, Amerika Serikat. (more…)

Sebuah pembom strategis supersonik Tupolev Tu-22M3 (Backfire) milik Angkatan Udara Rusia dilaporkan jatuh di wilayah Siberia pada Senin waktu setempat. Insiden jatuhnya salah satu tulang punggung serangan jarak jauh Rusia ini terjadi di dekat kota Svirsk, wilayah Irkutsk, saat pesawat sedang melaksanakan misi latihan terbang rutin yang dijadwalkan. (more…)

Angkatan Udara Rusia dilaporkan telah melakukan perombakan masif terhadap lini rudal jelajah strategis berbasis udara (Air-Launched Cruise Missile/ALCM) Kh-101. Langkah modernisasi radikal ini berfokus pada peningkatan kemampuan siluman (stealth) melalui penyematan lapisan penyerap gelombang radar (radar-absorbing coating) terbaru pada sekujur badan (fuselage) rudal. (more…)

Angkatan Udara Aljazair (AAF) dilaporkan telah resmi menerima unit perdana pembom tempur (fighter-bomber) Sukhoi Su-34E (varian ekspor) dari Rusia. Menariknya, penyerahan burung besi berkursi ganda berdampingan (side-by-side) ini sempat diwarnai drama penolakan visual dari pihak militer Aljazair, yang berujung pada perombakan total pada corak luar atau skema kamuflase pesawat sebelum diterbangkan dari pabriknya di Novosibirsk, Rusia. (more…)

Pada pergantian milenium sekitar tahun 2000-an, Angkatan Udara Cina (PLAAF) menghadapi kebuntuan teknologi yang sangat serius. Ketika Amerika Serikat sudah menerbangkan pembom siluman (stealth) revolusioner Northrop B-2 Spirit yang mampu menyusup ke wilayah musuh tanpa terdeteksi radar, armada udara Beijing masih terjebak pada cetak biru pesawat era 1950-an dan 1960-an warisan Uni Soviet (Xian H-6 series). (more…)

Angkatan Udara Rusia (VKS) dilaporkan telah mengoperasikan varian terbaru dari pembom tempur Sukhoi Su-34 Fullback. Kehadiran varian mutakhir ini terendus setelah Kementerian Pertahanan Rusia merilis video dokumentasi pertempuran udara di Ukraina, yang kemudian dianalisis secara jeli oleh pakar pertahanan asal Israel, Guy Plopsky. (more…)

Kedatangan pesawat pengebom siluman generasi keenam Amerika Serikat, B-21 Raider, membawa angin segar bukan hanya dari segi daya gempur, melainkan juga dari sisi efisiensi logistik darat. Northrop Grumman selaku pabrikan mengklaim bahwa B-21 Raider dirancang agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada fasilitas hanggar khusus dengan sistem pengondisi udara dan suhu (climate-controlled hangars). (more…)

Menghadapi gempuran masif bom pintar berpandu Rusia dari keluarga UMPK (Universalnii Modul Planirovaniya i Korrektsii) yang saban hari menghantam garis depan pertahanan mereka, Ukraina akhirnya meluncurkan jawaban asimetris yang sepadan. (more…)