
Cina dilaporkan tengah menggenjot pengembangan jaringan satelit militer secara masif untuk menantang keunggulan antariksa yang selama ini dipegang oleh Amerika Serikat. Menurut laporan terbaru The Wall Street Journal, Beijing kini telah mengoperasikan lebih dari 500 satelit intelijen, pengawasan, dan pengintaian (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance atau ISR) di orbit bumi. (more…)

Dominasi ruang angkasa kini bukan lagi sekadar adu cepat meluncurkan roket, melainkan bagaimana mengamankan jalur komunikasi militer dari ancaman peperangan elektronik (electronic warfare/EW) yang kian canggih. (more…)

Komando Pasukan Ruang Angkasa Amerika Serikat (US Space Force) resmi memperluas jaringan pengawasan satelit mereka di Australia guna menghadapi ancaman nyata dari senjata anti-satelit (Anti-Satellite Weapons/ASAT) milik Cina dan Rusia. (more…)

Dengan industri berteknologi tinggi serta obsesi menantang hegemoni AS dan Barat, maka bukan tak mungkin proyek-proyek militer ‘kelas dewa’ dapat diwujudkan oleh Cina. Seperti belum lama, sebuah studi yang dipublikasi South China Morning Post mengungkap para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences yang berafiliasi dengan PLA Rocket Force, menjelaskan kerangka teoritis peluncuran Hypersonic Glide Vehicle (HGV) dari orbit di luar angkasa (space based platform). (more…)

Angkatan Luar Angkasa AS – US Space Force, telah memberikan kontrak senilai US$2,8 miliar kepada Boeing untuk membangun fase pertama next-generation satellites yang akan memungkinkan Pentagon untuk melakukan komando, kendali, dan komunikasi nuklir – nuclear command, control, and communications (NC3) secara lebih efektif. (more…)

Pada bulan April lalu, publik dibuat geger dengan pernyataan petinggi US Space Force yang menyebut trio satelit rahasia milik Rusia melepaskan objek misterius. Manuver satelit yang tidak biasa tersebut memicu kekhawatiran bahwa Rusia mungkin sedang menguji kemampuan militer di antariksa, atau bahkan mempersiapkan diri untuk peperangan antariksa. Dan terkait dengan objek misterius yang dilepaskan satelit, rupanya belum lama ini ada kabar lanjutannya. (more…)

Dogfight alias pertempuran jarak dekat rupanya tidak hanya ada di dunia jet tempur dan drone (seperti yang terjadi di Ukraina), dogfight kini telah melebar maknanya di segmen satelit. Dogfight pada satelit di luar angkasa pertama kali diungkapkan oleh petinggi di Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space Force/USSF). (more…)

Di Hari Valentine yang bertepatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia (14/2/2024), ada momen yang mungkin luput dari perhatian, yakni Rusia dan Amerika Serikat, sama-sama meluncurkan roket ke luar angkasa, yang salah satunya disebut terkait dengan satelit militer dengan misi yang dirahasiakan. (more…)

Beragam konflik yang terjadi di Bumi rupanya tak membuat kendor Amerika Serikat dalam menguasai jagad kekuatan di luar bumi. Punya wadah angkatan Luar Angkasa (US Space Force), kini tengah dimulai desain pesawat luar angkasa bertenaga nuklir sebagai bagian dari proyek Joint Emergent Technology Supplying On-Orbit Nuclear (JETSON). Dan untuk pertama kalinya sejak tahun 1965, militer AS sedang bersiap meluncurkan reaktor nuklir ke luar angkasa. (more…)

Kian banyaknya jumlah satelit militer yang mengorbit rupanya membuat US Space Force (USSF) keteteran, maklum dari rangkaian antena dari stasiun pengendali yang ada di Bumi, dalam satu waktu hanya bisa dilakukan pengendalian pada satu satelit saja. Belum lagi, USSF dihadapkan pada situasi perangkat elektronik pengendali satelit yang usianya telah menua dan mulai ketinggalan zaman. (more…)