Setelah belum lama memperlihatkan drone kombatan (UCAV) yang mampu meluncurkan rudal anti kapal, yaitu Tengden TB001, Cina yang dikenal sebagai superpower dalam jagad drone kembali merilis sosok drone multirole kombatan dan sipil dalam wujud yang terbilang besar nan unik, lantaran prototipe drone yang dikembangkan dari varian Tengden TB001 ini menggunakan tiga buah mesin (triple engine). (more…)
Negara sebagai pelaksana penyerbuan air to ground lewat drone, masih disandang Amerika Serikat dan Israel, namun bila pertanyaannya diubah, siapa negara penyandang predikat superpower drone kombatan (UCAV/Unmanned Combat Aerial Vehicle), maka jawabannya akan merujuk ke Cina. Terkenal mampu melakukan reverse engineering secara cepat, saat ini Cina didapuk sebagai penguasa pasar drone kombatan di seluruh dunia. Bahkan, Indonesia mempercayakan pengadaan drone kombatan dari Cina, lewat seri drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) CH-4 Rainbow. (more…)
Sebagian orang menyebut bahwa poros teknologi drone mengerucut pada tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Israel dan Cina, negara-negara lain dari itu dipecaya ‘hanya; sebagai follower. Menghadapi ‘pengelompokan’ diatas rupanya tak membuat nyaman bagi bagi kelompok negara lainnya. (more…)
Tampilannya kental menyiratkan sebuah pesawat antariksa atau beberapa jurnalis dunia menyebutnya desain prototipe drone tempur ini begitu mirip dengan alien spacecraft yang lazim disuguhkan dalam film sci-fiction. Bertempat di fasilitas Airbus Defence and Space di Manching, Jerman, untuk pertama kalinya diperlihatkan sosok yang disebut sebagai LOUT (Low Observable UAV Testbed). Kesan serba anger bertambah pada LOUT dari penempatannya dalam hanggar yang serba rahasia dan dijaga ketat. (more…)
Setelah menuntaskan beragam uji coba pada Maret 2018, prototipe drone Korean Unmanned System (KUS-FS) untuk pertama kali diperlihatkan di hadapan publik pada demo statis di Seoul International Aerospace and Defense Exhibition (ADEX) 2019. Tergolong drone berukuran besar, punya panjang 13 meter dan lebar bentang sayap 25 meter, KUS-FS menjadi menarik perhatian netizen global, terlebih tampang KUS-FS ada kemiripan dengan drone tempur buatan AS, MQ-9 Reaper, terutama pada desain sayap ekor (V-tail). (more…)
Bila sebelumnya publik hanya melihat sosok drone stealth dari hasil jepretan tak resmi secara candid, maka untuk pertama kalinya di HUT Ke-70 Republik Raykat Cina, 1 Oktober 2019, Beijing untuk pertama kalinya memamerkan sosok asli drone tempur (UCAV) supersonic berkemampuan stealth, GJ (Gongji)-11 “Sharp Sword.” (more…)
Rasa penasaran netizen seputar kedatangan drone kombatan alias UCAV CH-4 Rainbow di Lanudal Juanda, Surabaya, kini terjawab sudah. Persisnya drone kombatan dari jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance) ini telah diikutkan dalam latihan gabungan TNI dengan sandi “Dharma Yudha 2019” di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Dan soal akuisisi drone ini pun sudah mendapat penjelasan langsung dari orang nomer satu di TNI. (more…)
Lazimnya kita dengar produk persenjataan asal Rusia dibuat ulang, entah berdasarkan lisensi atau murni di copas oleh Cina, India atau Iran. Namun ada kalanya yang terjadi malah kebalikannya, dimana Rusia yang membuat produk alutsista berdasarkan lisensi dari luar negeri. Setidaknya ini terbukti dari adopsi drone intai tempur Forpost-M. Drone yang sudah beberapa kali diajak dalam operasi tempur di Ukraina dan Suriah ini aslinya adalah Searcher II buatan Israel Aerospace Industries (IAI). (more…)
Meski masih menanti kabar kontrak pengadaan, pertanda drone kombatan MALE (Medium Altitude Long Endurance) bakal dipasok oleh Cina kian menguat. Dalam sebuah postingan di akun Instagram military-buzz, diperlihatkan sosok drone yang diduga dari jenis CH (Chang Hong)-4 Rainbow telah tiba di Indonesia untuk serangkaian uji coba. Nama drone produksi China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) ini memang santer bakal diakuisisi Indonesia, khususnya setelah sempat diungkapkan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam buku “Anak Sersan Jadi Panglima.” (more…)
Guna mengejar ketertinggalan dalam rancang bangun dan implementasi drone dibandingkan Amerika Serikat, maka Rusia dalam beberapa tahun belakangan begitu ambisius dalam melanjutkan riset drone yang sempat mandeg akibat krisis ekonomi. Sebagai bukti, prototipe drone tempur alias UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) Sukhoi S-70 telah sukses uji terbang perdana pada 3 Agustus 2019. (more…)