
Menyadari cepat atau lambat bakal mengalami kontak senjata dengan Cina daratan, memacu Taiwan gigih dalam menggenjot program pengadaan alutsista. Setelah baru-baru ini mendapat angin atas persetujuan Donald Trump untuk pembelian 66 unit F-16 Viper, Taiwan dalam Taipei Aerospace & Defense Technology Exhibition 2019 (TADTE 2019) yang dihelat 15-17 Agustus lalu, mememperkenalkan rancangan drone UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) MALE (Medium Altitude Long Endurance) buatan sendiri, yakni “Teng Yun.” (more…)

Keluarga besar Sukhoi dalam beberapa hari ini boleh berbangga, lantaran sosok drone yang disebut sebagai Sukhoi S-70 telah berhasil melewati fase uji terbang perdana pada 3 Agustus 2019. Meski baru terbang selama 20 menit di ketinggian 600 meter, penerbangan perdana Sukhoi S-70 tak pelak mendongkrak citra alutsista Rusia di mata dunia, terlebih S-70 mewarisi cita rasa Sukhoi jet tempur, yaitu dengan sokongan mesin tunggal AL-31F turbofan, jenis mesin yang juga digunakan pada Sukhoi Su-27/Su-30. (more…)

Bila merujuk ke pemberitaan terdahulu, semestinya pada bulan Februari lalu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI sudah mengumumkan siapa pemenang tender pengadaan drone MALE (Media Altitude Long Endurance) untuk memperkuat armada pesawat nirawak TNI AU. Meski belum ada pengumaman resmi, namun dipercaya kini telah ada ‘keputusan’ yang diambil seputar tender pengadaan drone yang diikuti oleh Cina dan Turki. (more…)

Drone dengan kemampuan serang Anka-S dari Turkish Aerospace Industries kini tengah berupaya meraih kontrak pengadaan dari Kementerian Pertahanan RI, lawan tandingnya jelas tidak ringan, yaitu kelompok drone tempur asal Cina yang beberapa sudah menyandang predikat battle proven. Dan terlepas dari kompetisinya di Indonesia, ternyata dari dalam negeri Turki, keluarga drone Anka bakal mendapat penantang baru, yaitu Akinci, yang masuk golongan Unmmaned Combat Aerial Vehicle (UCAV) dengan kemampuan HALE (High Altitude Long Endurance). (more…)

Bicara tentang ragam drone kombatan, rasanya Cina kini layak dinobatkan sebagai operator UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) terbesar di dunia. Bukan saja untuk konsumsi dalam negeri, drone tempur Wing Loong series bahkan sudah mencapai pengiriman ke-100 untuk pasar ekspor. Dalam varian UCAV yang memperkuat militer Cina, sebut saja ada nama Rainbow CH-3/CH-4/CH-5, Wing Loong I/II dan WZ-2000. Dan belum lama ini, diwartakan bertambah lagi arsenal UCAV di Negeri Tirai Bambu tersebut. (more…)

Belum lama berselang, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muda TNI Agus Setiadji menyebut bahwa perusahaan asal Turki dan Cina telah memasuki tahap akhir tender pengadaan pesawat tanpa awak atau drone. Menurut perwira tinggi bintang dua tersebut, Pemerintah Indonesia akan memberi keputusan pada Februari nanti mengenai siapa pemenang tender pengadaan drone dengan kualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance). (more…)

Bila dibandingkan Amerika Serikat, Israel dan Cina, tak bisa dipungkiri bahwa Rusia masih tertinggal dalam pengembangan drone. Meski begitu bukan berarti Negeri Beruang Merah ini layu dalam inovasi seputar drone. Dari beberapa konsep dan prototipe yang tengah dikembangkan, nama Orien bisa disebut sebagai drone produksi Rusia yang paling terdepan saat ini, dengan status telah diluncurkan dan diproduksi. Bahkan varian ekspor-nya (Orion-E) disebut-sebut telah berhasil dijual ke Mesir dan Suriah. (more…)

Meski tak jelas kabar kelanjutannya, sekitar pertengahan 2017 sempat santer tersiar bahwa Indonesia akan mengkuisisi drone tempur (UCAV) dari Cina. Kala itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Leonardi menyebut bahwa Kementerian Pertahanan memastikan akan membeli drone dalam jumlah besar dan yang dibeli adalah drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance), serta punya kemampuan melakukan penyerangan (UCAV). (more…)

Dalam beberapa pemberitaan ada kesan kuat bahwa Indonesia serius untuk mengakuisisi drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) dari Turki lewat skema ToT (Transfer of Technology), ditambah selama ini sudah terjadi kerjasama erat selama satu dekade antara BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Turkish Aerospace. (more…)

Nama Chengdu Aircraft Design & Research Institute (CADI) belakangan jadi sering disebut, lantaran CADI adalah sosok dibalik rancang bangun Wing Loong I, drone tempur alias UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) yang dipesan empat unit untuk kebutuhan Skadron Udara 51 TNI AU. Dan masih dari Chengdu Aircraft Design, ada pernyataan bahwa pada pertengahan 2019, biro desain di bawah Aviation Industry Corporation of China (AVIC) ini mulai akan melakukan uji terbang pada UCAV Stealth terbaru, Star Shadow. (more…)