Seolah membenarkan artikel yang kami posting pada 25 Januari lalu tentang TNI AL yang tahun ini berpotensi diperkuat dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat multi purpose Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon Di Revel class, maka pada 28 Maret 2024, ada kabar lanjuutan dari Italia, disebut bahwa Fincantieri dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menandatangani kontrak senilai 1,18 miliar euro untuk pengadaan dua unit PPA Paolo Thaon Di Revel class. (more…)
Bakal diborong 45 unit oleh TNI AL, yang kelak akan dipasang pada korvet Fatahillah class, Parchim class, KCR (Kapal Cepat Rudal) FPB-57 dan OPV (Offshore Patrol Vessel) 90, nama rudal jelajah anti kapal Atmaca buatan Roketsan, telah menjadi perhatian besar para pemerhati alutsista di Indonesia. Dan belum lama ini ada kabar dari Turki, bahwa Roketsan berhasil melakukan uji coba perdana peluncuran rudal Atmaca yang menggunakan mesin produksi dalam negeri. (more…)
Dalam dinamika armada, ada kapal baru yang diresmikan maka sebaliknya akan ada kapal yang masuk masa purna tugas. Seperti belum lama ini, Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) memensiunkan salah satu asetnya, yakni KRI Pulau Romang 723 (PRM-723) di Dermaga Sunda Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa (06/02). Purna tugasnya kapal tersebut ditandai dengan pelepasan ular-ular perang dan penyerahan properti lonceng sebagai koleksi Museum Pusat TNI Angkatan Laut Jalesveva Jayamahe. (more…)
Dari segi usia, frigat Van Speijk class (aka – Ahmad Yani class) adalah kapal kombatan utama TNI AL yang usianya paling tua saat ini. Dari enam unit yang dibeli bekas dari Belanda pada dekade 80-an, kini tinggal lima unit yang masih beroperasi, setelah KRI Slamet Riyadi 352 dikaramkan sebagai sasaran tembak pada latihan tempur pada 31 Juli 2023 di Laut Jawa. Dan lima unit Van Speijk class yang tersisa dijadwalkan untuk segera dipensiunkan bila TNI AL telah mendapatkan penggantinya. (more…)
Seperti desain kapal perang yang dibangun oleh galangan nasional pada umumnya, maka rancangan korvet kepresidenan rasa OPV (Offshore Patrol Vessel) KRI Bung Karno 369, tidak ‘dibiarkan’ meluncur sendirian. Desain korvet karya anak bangsa ini akan dilanjutkan dengan produksi kapal sejenis dengan kemampuan yang ditingkatkan sesuai kebutuhan dan anggaran. (more…)
Mockup rudal Atmaca di Indo Defence 2022 (Indomiliter)
Ada titik terang bahwa Indonesia akan menjadi pelanggan ekspor perdana rudal jelajah anti kapal Atmaca produksi Roketsan. Seperti dikutip dari Janes.com (25/1/2024), Pemerintah Indonesia telah memberikan kontrak untuk akusisi 45 unit rudal anti kapal buatan Turki tersebut. Kontrak tersebut diberikan kepada perusahaan pertahanan lokal PT Republik Defensindo yang bertidak sebagai agen penjualan untuk pengadaan batch awal Atmaca. (more…)
Dengan metode rapid acquisition, ada peluang bagi TNI AL untuk kedatangan dua OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat dari Italia, yakni Paolo Thaon di Revel class, pada tahun ini. Bila kabar kedatangan dua Thaon di Revel class benar adanya , maka pengadaan kapal perang yang diproyeksikan sebagai pengganti frigat Van Speijk (Ahmad Yani) class, terbilang cepat, pasalnya baru pada pertengahan tahun lalu ditawarkan ke Indonesia. (more…)
Korvet Fatahillah class (kiri) dan korvet Parchim class (kanan)
Kilas balik ke awal November 2022, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah merilis program refurbishment pada 41 unit kapal perang TNI AL. Program refurbishment nantinya akan mencakup jenis Fast Patrol Boat (FPB)-57 class, korvet Parchim class, korvet Fatahillah class, Kapal Cepat Rudal (KCR) class, korvet Sigma (Diponegoro) class dan korvet Bung Tomo class. (more…)
Meski belum berujung pada proses pembelian, ada kabar bahwa rudal anti kapal yang diluncurkan dari pesisir atau rudal pertahanan pantai – Coastal Naval Defence Missile System CM-302 telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Distlibangal). Kabar tersebut merujuk informasi dari akun Instagram Lembaga Keris pada 24 Desember 2023. (more…)
Melihat kemampuan kendaraan amfibi yang satu ini, TNI AL rupanya kepincut untuk ikut mengoperasikan. Setidaknya dua unit H1-Panther bakal memperkuat TNI AL di tahun 2024. H1-Panther adalah kendaraan amfibi dari sasis asli rantis (kendaraan taktis) Humvee 4×4. Namun, sesuai kemampuan yang ditawarkan, H-1 Panter telah melewati serangkaian modifikasi, yang tak lain agar kendaraan ini bisa melesat cepat di air, bahkan H-1 Panther saat ini didapuk sebagai kendaraan amfibi tercepat di dunia. (more…)