Dengan basis rancangan yang kustom, tiga kapal selam Nagapasa class TNI AL punya racikan sistem navigasi, sensor, dan sistem senjata yang digadang bisa memberi keunggulan dalam operasionalnya. Setelah di artikel terdahulu Indomiliter.com mengupas elemen radar intai taktis, CMS (Combat Management System), tipe periskop, dan sistem senjata yang diadopsi Nagapasa class, yang tak boleh dilewatkan adalah mengetahui tentang sistem navigasi Nagapasa class yang mengadopsi produksi buatan Perancis. (more…)
Ranjau anti helikopter pengembangan Dislitbang TNI AL
Ranjau anti helikopter atau AHM (anti helicopter mine) terbilang kalah populer jika dibandingkan ranjau laut dan ranjau darat. Tapi pada kenyataan jenis ranjau yang satu ini sudah lumayan lama dikembangkan, yakni sejak era Perang Dingin. (more…)
Meski sebatas prototipe, Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Dislitbangal) sejak tahun 2009 telah melansir jenis SLMM (Submarine Launched mobile Mine). Resminya pihak Dislitbangal menyebut ranjau ini sebagai “Ranjau Dasar Laut Pengaruh.” (more…)
Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 (RJW-992) telah berlayar menuju Gaza awal Januari lalu, persisnya kapal rumah sakit produksi PT PAL Indonesia itu telah menunaikan tugasnya dengan sandar di Mesir. Selain untuk menurunkan bantuan kemanusiaan, KRI RJW-992 sedianya juga akan membuka layanan pengobatan, pasalnya KRI RJW-992 punya kapabilitas penanganan kesehatan setara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). (more…)
Setelah lebih dari satu tahun masuk ke dalam arsenal armada kapal perang TNI AL, korvet ‘Kepresidenan’ KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati, diwartakan baru saja melaksanakan uji fungsi Sea Acceptance Test (SAT) meriam Leonardo Marlin 40 di perairan Laut Jawa pada 1 Juli 2024, selama delapan jam dengan melakukan penembakan ke sasaran di permukaan dan udara. (more…)
Karena butuh waktu lama menanti kehadiran kapal selam Scorpene Evolved, maka KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan usulan untuk pembelian kapal selam sebagai penggunaan sementara (interim) untuk menjaga perairan Indonesia. Opsi ini harus diambil sembari menunggu kapal selam baru pesanan Indonesia rampung dan siap operasional. Boleh jadi, hal tersebut dianggap peluang oleh China State Shipbuilding Corporation (CSSC). (more…)
Bertempat di kota pelabulan Ulsan, Korea Selatan, HD Hyundai Heavy Industries (HHI) pada 18 Juni 2024, resmi meluncurkan unit perdana korvet HDC-3200 pesanan Angkatan Laut Filipina. Meski baru akan diserahterimakan ke Angkatan Laut Filipina pada tahun 2025, namun telah diketahui bahwa nama korvet ini adalah BRP Miguel Malvar (FF-06). (more…)
Banyak melibatkan diri dalam operasi militer lintas negara bersama Amerika Serikat, Angkatan Darat Australia (Australian Army) kini serius mengadopsi drone kamikaze (loitering munition). Hal tersebut dibuktikan dengan diperkenalkannya “Owl (Burung Hantu),” yakni drone kamikaze produksi Innovaero, anak perusahaan dari Boeing Insitu Pacific. (more…)
Tarik ulur program pengadaan korvet “Hibah” Pohang Class untuk TNI AL mendapat update terbaru, kali ini diwartakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mendapatkan hibah dari Korea Selatan (Korsel) berupa satu unit kapal bekas Patrol Combat Corvette (PCC) ROKS Bucheon 773 (Pohang class). Komisi I DPR telah menyetujui penerimaan hibah tersebut sesuai surat Menteri Pertahanan Nomor B/2471/M/12/2023 tertanggal 19 Desember 2023. (more…)
PT PAL Indonesia pada hari Rabu (5/6/2024) melaksanakan tahapan penting dalam pembangunan proyek frigat Merah Putih (Arrowhead 140), yakni first steel cutting (pemotongan plat baja pertama) unit kedua frigat Merah Putih (W000305), di Workshop Fabrikasi Divisi Kapal Niaga. Bagi PT PAL, pembangunan frigat Merah Putih merupakan lompatan besar, pasalnya inilah kapal perang kombatan dengan tonase terbesar yang akan dibangun oleh BUMN Strategis ini. (more…)