Selain lambung bagian depan yang khas dengan desain “Inverted Bow”, Defense and Intervention Frigate (FDI) atau yang dikenal sebagai frigat Belharra class, yang tengah ditawarkan oleh Naval Group ke TNI AL juga dicirikan dengan adopsi Sistem Managemen Tempur atau Combat Management System (CMS) SETIS (Ship Enhanced Tactical Information System). (more…)
TNI AL kembali melaksanakan tugas pengamanan dan pengawalan dalam 10th World Water Forum ke-10 yang digelar pada 18-25 Mei 2024 di Nusa Dua, Bali. Di antara jajaran kapal yang bertugas mengamankan acara tersebut, dua di antaranya yakni KRI Banjarmasin 592 dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992, yang merupakan produksi PT PAL Indonesia dan punya kemampuan penerapan sistem reverse osmosis. (more…)
Postur armada kapal selam Angkatan Laut Chili (Chilean Navy) saat ini secara tak langsung menggambarkan kekuatan satuan kapal selam TNI AL pada tujuh tahun mendatang. Pasalnya, Angkatan Laut Chili kini mengoperasikan kapal selam diesel listrik Type 209/1400, sejenis dengan Nagapasa class, dan Chili juga mengoperasikan kapal selam Scorpene class. Meski varian yang diadopsi TNI AL akan berbeda, namun konfigurasi Type 209/1400 dan Scorpene class ala Chili, kelak juga akan diadopsi Indonesia. (more…)
Awak KRI Sultan Hasanuddin 366 tengah menurunkan tomato killer target dalam latihan penembakan di Laut Mediterania (Foto: UNIFIL)
Saat berada di lautan lepas, tak jarang kapal perang TNI AL melakukan latihan penembakan pada jenis senjata meriam sampai senapan mesin berat. Meski jarang di ekspos, sebagai sasaran tak jarang juga menggunakan apa yang disebut sebagai tomato killer target. Nah, ibarat tak kenal maka tak sayang, ada perlunya juga kita tahu apa itu tomato killer target. (more…)
Terkait dengan aspek penyelamatan pada operasi kapal selam, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah menandatangani kontrak pengadaan Submarine Rescue Vehicle System (SRVS) – SRV-F Mk.3, yakni kapal selam yang berfungsi untuk mengevakuasi awak kapal selam yang mengalami kondisi kedaruratan di bawah permukaan air. (more…)
Unit pertama kapal selam Scorpene Evolved yang dibangun oleh PT PAL Indonesia bersama Naval Group, dicanangkan akan berjalan selama enam tahun lamanya. Setelah diluncurkan, kapal selam yang dimaksud pun harus menjalani berbagai tahapan pengujian, sehingga paling cepat Scorpene Evolved baru dapat diterima TNI AL dalam kurun waktu tujuh tahun setelah kontrak efektif. (more…)
Ada kebanggaan tersendiri bagi TNI AL dalam menjalani latihan bersama dengan Angkatan Laut Singapura (RSN) kali ini. Dalam tajuk Joint Minex Pandu 2024 di Batam, Kepulauan Riau (13 – 19 Mei 2024), TNI AL mengerahkan kapal perang dari jenis pemburu/sapu ranjau yang secara teknologi lebih baru daripada kapal sejenis yang dioperasikan oleh RSN. (more…)
TNI AL rupanya tak ingin berlama-lama untuk menentukan nasib akhir KRI Pulau Romang 723 (PRM-723), setelah resmi dipensiunkan pada 6 Februari 2024, eks kapal penyapu ranjau (Condor class) yang kemudian dikonversi menjadi kapal hidro oseanografi itu, ekistensinya telah benar-benar diakhir dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) 2024 yang dilaksanakan di wilayah perairan Laut Bali dari tanggal 8 sampai dengan 9 Mei lalu. (more…)
Rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 meluncur dari KCR 60M.
Dalam gelaran Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) 2024 yang dilaksanakan di wilayah perairan Laut Bali dari tanggal 8 sampai dengan 9 Mei 2024, TNI AL menyatakan telah sukses melaksanakan penembakkan sejumlah senjata khusus. (more…)
Armada Kapal Patroli TNI AL dalam waktu dekat akan ketambahan dua unit kapal, yakni KAL KRI Butana 878 dan KRI Selar 879. Mengusung desain PC-40M, kedua kapal patroli produksi galangan PT Citra Shipyard di Batam ini, secara resmi diluncurkan dan ditetapkan namanya oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali pada hari Selasa, 7 Mei 2024. (more…)