Operasi militer besar-besaran Rusia di Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari lalu, tidak hanya menggenjot aktivitas militer Negeri Beruang Merah di matra darat, laut dan udara saja, aspek antariksa Rusia ternyata mengalami lonjakan aktivitas yang disebut terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dirangkum Jamestown Foundation pada 16 Desember lalu, yang menyiratkan peningkatan secara signifikan peluncuran satelit militer Rusia di sepanjang tahun 2022 ini. (more…)
Bagi Cina, laga Perang Ukraina bisa menjadi pelajaran, khususnya terkait teknologi satelit. Meski Rusia dan Cina mampu melakukan jamming dan spoofing pada GPS (Global Positioning System), namun lain halnya dengan satelit Starlink yang dioperasikan SpaceX. Starlink milik Elon Musk dalam Perang Ukraina, disebut telah membawa kerugian pada militer Rusia. Dan kasus Starlink boleh jadi akan merepotkan bila suatu saat Cina akan melakukan invasi ke Taiwan. (more…)
Australia, negara di selatan Indonesia ini terbilang komprehensif untuk urusan pertahanan. Bukan saja mengantisipasi pada ancaman konvensional dari negara di utara, melainkan Australia sejak lama sudah bersiap merespon ancaman yang berasal dari luar angkasa. Bukan untuk menghadapi alien, melainkan Negeri Benua itu telah beradaptasi untuk melakukan pengamatan pada objek asing di luar angkasa yang berpotensi mengancam kepentingan nasional. (more…)
Setelah pada 10 Oktober lalu meluncurkan roket Soyuz-2.1b yang membawa satelit GLONASS-K1 No. 17 untuk memperkuat sistem navigasi, maka kurang dari seminggu, yaitu pada hari Sabtu, 15 Oktober 2022, Rusia kembali meluncurkan roket berisi satelit dari Kosmodrom Plesetsk di bagian barat laut Rusia. (more…)
Meski tenaga Rusia tengah terkuras untuk berperang dengan Ukraina, namun pengembangan dunia antariksa terbukti tidak dipinggirkan. Seolah menjawab keraguan bahwa sistem navigasi berbasis satelitnya GLONASS (Globalnaya Navigatsionnaya Sputnikovaya Sistema), kalah akurat dari GPS (Global Positioning Systems) milik Amerika Serikat. Belum lama ini, yakni pada 10 Oktober 2022, Rusia diwartakan telah berhasil meluncurkan roket Soyuz-2.1b/Fregat yang membawa satelit GLONASS-K1 No. 17. (more…)
Bila rivalnya sudah mengadopsi sistem navigasi berbasis satelit, yakni Beidou, maka India memang ketinggalan dengan Cina untuk segmen yang satu ini. Tapi bukan India namanya bila pasrah dan berpangku tangan begitu saja. Dengan niatan gigih untuk mengembangkan kemandirian di sektor strategis, maka setelah menguasai teknologi roket dan satelit, India mulai mendongkrak sistem navigasi satelitnya sendiri. (more…)
Di Amerika Serikat, debut teknologi 5G seolah tak pernah lepas dari masalah. Setelah kisruh dengan Huawei terkait tuduhan aksi spionase Cina, kemudian muncul masalah deployment jaringan 5G yang diprotes otoritas bandara, lantaran dikatakan frekuesi 5G dapat mengganggu komunikasi di wilayah ring satu. Malahan, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menyebut jaringan 5G bisa berpengaruh negatif pada kinerja radar altimeter pesawat. (more…)
Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) atau agensi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Litbang AS) menunjuk lima operator satelit dan 11 organisasi untuk menggarap proyek space-based adaptive communications node (Space-BACN). Proyek ini nantinya akan membuat seluruh satelit yang ada untuk dapat saling ‘berkomunikasi’.
Sebuah postingan dari akun Twitter @ArmedForcesUkr pada 18 April lalu telah membuat geger, pasalnya postingan tersebut menyebut bahwa Google Maps telah membuka foto rincian yang disebut sebagai lokasi dan fasilitas militer penting Rusia. Akun Twitter itu mengklaim bahwa sebelumnya foto-foto itu ‘diburamkan’ oleh Google karena bagian dari area sensitif. (more…)
Meski belum ada dampaknya secara langsung, konflik antara Rusia dan Ukraina dikhawatirkan berdampak sampai luar angkasa, persisnya pada masa depan Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) yang ikut dipertaruhkan. (more…)