
Urusan mencari lawan latih yang layak alias sepadan rupanya menjadi perhatian penting di setiap latihan. Sebut saja guna meladeni jet tempur stealth, sampai muncul target drone 5GAT untuk kebutuhan pilot tempur Negeri Paman Sam. Kini ada kabar terbaru dari Negeri Kanguru, disebutkah telah hadir supersonic training missile yang berbiaya rendah pertama di dunia. (more…)

Jika ada yang bertanya, siapa negara di Asia Pasifik yang memiliki armada kapal tanker militer terbesar? Maka jawabannya adalah Australia. Negara Benua yang kerap terlihat ‘cemas’ ini mengoperasikan dua kapal tanker raksasa, yaitu HMAS Sirius (berbobot mati 46.775 ton) dan HMAS Success (berbobot mati 18.221 ton). Dengan dua kapal tanker tersebut, menjamin operasional armada AL Australia dalam misi lintas samudera. (more…)

Terus berlatih dalam berbagai skenario pertempuran, adalah kunci guna menjaga kesiapan tempur bagi armada kapal perang. Dalam konteks strategi anti kapal selam (anti submarine warfare), satuan kapal perang permukaan, unit penerbangan dan unsur kapal selam, perlu mendapatkan kondisi yang serealistis mungkin, ini artinya perlu dihadirkan ‘lawan’ yang punya karakter semirip mungkin dengan torpedo atau kapal selam lawan. (more…)

Dalam setiap operasi pendaratan amfibi, jamak kita lihat formasi kapal perang TNI AL dalam kelompok atau gugus tempur yang terdiri dari LST (Landing Ship Tank) atau LPD (Landing Platform Dock) dengan konvoi pelindung dari frigat atau korvet. Namun, bagi Australia, yang notabene adalah negara benua, formasi tempur seperti di atas agak tak lazim dilakukan, pun dalam sesi latihan. Di tengah ketegangan yang memuncak di Laut Cina Selatan, ditambah dukungan Australia pada Amerika Serikat, untuk pertama kalinya terlihat kelompok kapal amfibi terbesar AL Australia (Royal Australian Navy/RAN) terekam dalam bidikan kamera di Pantai Timur Australia. (more…)

Sebagai negara yang mempuyai poros kekuatan armada kapal selam, Australia tak hanya sebatas memproyeksikan pengadaan unit kapal selam semata. Di balik itu, Australia rupanya sangat memperhatikan pada unsur keselamatan dari pengoperasian kapal selam itu sendiri. Setelah mengoperasikan dua unit kapal penyelamat kapal selam (MV Besant dan MV Stoker), AL Australia(Royal Australian Navy/RAN) dikabarkan telah memulai proyek baru terkait upaya penyelamatan pada awak kapal selam. (more…)

Postur armada kapal patroli perbatasan AL Australia bisa disebut sangat ideal, yaitu menggambarkan kecanggihan dan usia kapal yang serba muda. Selain saat ini mengandalkan kapal patroli Armidale Class yang berdesain streamline, angkatan laut Negeri Kangguru mulai tahun 2021 juga akan menerima Offshore Patrol Vessel (OPV), Arafura Class. Tidak itu saja, Royal Australian Navy (RAN) diwartakan juga bakal mendapat tambahan delapan kapal patroli penjaga perbatasan Cape Class. (more…)

Naiknya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan acap kali terjadi, pelaku utama pun sudah bisa ditebak, siapa lagi jika bukan AL Cina dan rivalnya AL Amerika Serikat. Namun yang menarik perhatian belum lama ini adalah sosok kapal perang Australia yang turut dalam konvoi bersama kapal penjelajah Ticonderoga Class USS Bunker Hill (CG 52), kapal serbu amfibi USS America (LHA 6) dan kapal perusak Arleigh Burke Class USS Barry (DDG 52). Kapal perang Australia yang dimaksud adalah HMAS Parramatta (FFG-154). (more…)

Usia masih terbilang muda, soal kecanggihan sistem senjata jangan ditanya, frigat Adelaide Class milik AL Australia (Royal Australian Navy) adalah salah satu kapal perang terbaik di kawasan Pasifik. Dan ketika ‘sisa’ dari dua unit kapal perang ini dipensiunkan, sontak sejumlah negara tergiur untuk memilikinya. Seandainya Indonesia masih menganut pengadaan alutsista ‘second’ seperti di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, maka frigat berpeluru kendali dengan bobot 4.260 ton ini, mungkin juga akan dilirik, terlebih Indonesia pada dekade 80-an juga pernah menerima kapal perang dari Australia. (more…)

Dalam foto yang beredar di media sosial, kapal tanker berukuran besar ini terlihat perkasa di tengah lautan, ditambah ada pengawalan dari frigat KRI I Gusti Ngurah Rai 332, menjadikan momen HMAS Success (OR 304) mendapat perhatian kala berlayar di Perairan Indonesia. HMAS Success diketahui pada akhir Mei lalu (20/5) bertandang di Lantamal VI Makassar, dan pada 23 Mei meninggalkan Makassar untuk kembali ke Australia. Kunjungan kapal perang AL Australia (RAN) ke Indonesia tentu sudah biasa, namun lawatan HMAS Success yang berbobot mati 18.221 ton kali ini punya arti penting. (more…)

Masyarakat pembayar pajak di Australia belum lama ini dibuat kaget, lantaran baru mengetahui bahwa frigat HMAS Perth (FFH 157) – Anzac Class sudah dua tahun ini berada di dok kering (dry dock) Henderson shipyard, Australia Barat. Padahal frigat canggih dengan bobot mati 3.810 ton ini sudah merampungkan proses upgrade pada sistem elektronik dan persenjataannya. Tidak beroperasinya frigat ini tentu mengundang pertanyaan besar bagi khalayak di Negari Kangguru. Memang ada rencana untuk memesiunkan frigat Anzac Class secara bertahap, tapi itu baru dilakukan mulau tahun 2030, seiring dengan diterimanya frigat anyar Hunter Class untuk AL Australia (RAN). (more…)